
Setelah selesai belanja baju tidur, Bunga dan teman- temannya pergi ke sebuah Restoran.
"Kalian mau pesan apa?" tanya Bunga
"Terserah lo aja" ucap Dea yang sudah capek berjalan- jalan di Mall
"Okee, Steaknya 4 ya mba, terus minumannya lemon tea 1, milkshake vanilla 2 dan coklatnya 1, ada tambahan gak?,tanya Bunga
Sahabatnya pun menggelengkan kepalanya,
"Itu aja mba, makasih ya" ucap Bunga
"Mohon di tunggu"
Sambil menunggu makanan, mereka sibuk dengan ponselnya masing- masing.
"Lo undang kak Rafi?" tanya Dea
"Gak, gue gamau Ade marah sama gue" jelas Bunga
Sinta yang baru bergabung dengan Bunga pun sudah tau cerita ia dengan Ade dan juga Rafi, Sinta sangat terkejut saat mendengar Ade dan Bunga akan menikah, karna Bunga baru memberi tau Sinta 2 minggu menjelang pernikahannya
"Gue setuju, lagian kak Rafi juga masih suka sama lo, walaupun dia tau lo mau married" ucap Sinta
"Gue dengar- dengar, kak Rafi belum pernah suka sama anak SMA kita, dan baru lo yang pertama dia taksir" sahut Dea
"Kasian ya, gue siap kok jadi pengganti lo untuk kak Rafi, hhhhah" ucap Eca
"Kasian ya, kak Rafinya gak mau sama lo,hhha" sambung Dea yang meledek Eca
"Oh ya, nanti setelah nikah kalian mau tinggal dimana?" tanya Sinta
"Gue maunya tinggal sama mama gue, kalau gue pergi kasian mereka cuma tinggal berdua" ucap Bunga
"Biasanya kita tinggal sama mertua atau gak di rumah sendiri, soalnya kakak gue kayak gitu" ujar Sinta
"Nanti deh gue pikirin, bikin pusing" jawab Bunga sambil memainkan ponselnya
Setelah menunggu beberapa saat, makanan yang mereka pesan telah datang. Mereka langsung memakannya karena sudah sangat lapar
Setelah makan, Bunga di antar pulang oleh sahabatnya
"Kalau lo udah nikah, masih bisa gak sih kita kayak gini?" tanya Eca yang sedang memainkan ponselnya di bangku belakang bersama Bunga
"Iyaa, masih banyak yang pengen gue lakuin sama kalian" ujar Dea
"Iyaa kan gue gak kemana- mana. nanti cuma status yang ngerubah gue" ujar Bunga
"Lo kira cuma status, nanti tu ya, apapun yang dikatakan sama suami lo, lo harus turuti kehendaknya dia" ujar Sinta
"Gue setuju, tapi gak mungkin lah Ade terlalu over sama lo" sambung Eca yang sedang memainkan ponselnya
Saat ini mereka sudah sampai di depan rumah Bunga. Setelah Bunga turun, sahabatnya langsung pamit pulang karena sudah pukul 20:00 Wib
Saat Bunga masuk kedalam rumah, bu Yana sudah menunggunya di meja makan
"Ma" sapa Bunga
"Duduk dulu nak, mama mau bicara" ajak bu Yana
"Cindy mana ma?" tanya Bunga yang mencari keberadaan adiknya
"Lagi belajar, kamu dari mana?" tanya bu Yana
"Tadi ke Mall cari makan ma" ujar Bunga
"Besok setelah menikah, kamu gak bisa pulang malam seperti ini, tanpa sepengetahuan suami kamu" bu Yana menjelaskan bagaimana seoranv istri harus menurut kepada suaminya
"Iya ma, makanya sebelum aku nikah, aku pengen habisin waktu aku sama teman sebentar" Bunga menatap sendu wajah bu Yana
"Mama tau, kamu masih muda untuk menikah, tapi mama percaya kamu bisa mengambil tanggung jawab ini, mama juga ingin kamu bahagia, setelah nikah nanti, apapun yang kamu lakukan harus min izin sama suami kamu" bu Yana memegang tangan anaknya
"Iyaa, aku juga gak mau bikin mama sama papa kecewa, aku nanti akan selalu nurut apapun yang dibilang suamiku" Bunga masih belum percaya sebentar lagi akan menjadi seorang istri dari sahabatnya masa kecil
"Ya udah, kamu istirahat dulu, besok kamu gak usah sekolah, mama udah izin sama wali kelas kamu untuk seminggu kedepan" ujar bu Yana
"Kok lama ma? nanti aku bisa ketinggalan pelajaran" ucap Bunga
"Nanti kamu bisa tanya dan pinjam buku teman kamu sayang" bu Yana mengelus rambut anaknya
"Mmm iya ma, aku ke atas dulu ya mau tidur" ucap Bunga dan mencium pipi bu Yana sebelum ke kamar
"Iya sayang"