Chasing Love That Is Certain

Chasing Love That Is Certain
eps 14


Bunga langsung membuka pintunya mendengar bibi memanggil


" Ya masuk bi " ucap Bunga sambil berjalan ke tempat tidurnya


" Tadi ada sekretarisnya mama mbak Bunga yang datang untuk mengantarkan ini " ucap Bibi sambil menyerahkan paper bag kepada Bunga


" Ohhh, ini baju bi, ya udah aku mau tidur lagi " ucap Bunga


" Kenapa mata mbak Bunga bengkak? " tanya bibi


" Gak kenapa- napa cuma ada yang sakit aja tadi" jawab Bunga


" Lebih tepatnya sakit hati bi" gumamnya


" Bibi permisi dulu ya "


Hari ini begitu berat bagi Bunga, Dia sangat sakit hati dengan perkataan Ade


Pukul 17.00 Wib bu Yana baru sampai dirumahnya


" bi, Bunga ada dikamarnya? " tanya bu Yana


" Ada buk, tadi lagi tidur " jawab bibi


Bu Yana langsung menuju lantai 2 dan menuju ke kamar Bunga


" Bunga, bangun sayang " sambil mengusap rambut Bunga


" Mmmmm " lirih Bunga


" Mama mau liat kamu pakai bajunya, cepat mandi sana " suruh bu Yana


" Iya ma,, bentar lagi "


" Kamu kenapa kok pucet ? mata kamu juga bengkak " sambil memegang pipi Bunga


" Tadi perut Bunga sakit ma " kali ini Bunga terpaksa berbohong kepada mamanya


" Terus udah minum obat ?"


" Nanti juga hilang kok " jawab Bunga


" Ya udah kamu nanti aja mandinya, "


Bu Yana keluar dari kamar Bunga dan menuju kamar Cindy


" Maa, "


" Iya sayang,, kamu siap- siap ya nanti malam kita ada tamu "


" Siapa ma? "


" Nanti kamu juga tau " ucap bu Yana mencium kening Cindy dan pergi kekamarnya


" Akhirnya tamu yang ditunggu- tunggu datang juga " ucap bu Yana sambil menyalami bu Hani dan Pak Fajar


" Ahhaha, saya juga menantikan momen ini " ucap pak Fajar


" Ade mana ?" tanya bu Yana


" Dia lagi dijalan sis, katanya mau beli sesuatu untuk Bunga" sahut bu Hani


" wahhh, bagus deh kalau gitu" ucap bu Yana dan mempersilahkan pak Fajar dan bu Hani untuk masuk


" Bunga sama Cindy mana Yan?" tanya pak Fajar


" Lagi diatas mas,vbentar lagi juga turun " jawab bu Yana


" Assalamualaikum " sapa Ade yang memasuki ruang makan di rumah bu Yana


**********


" Walaikumsalam "


" Itu untuk Bunga? " tanya bu Yana sambil tersenyum karena melihat Ade membawa Bunga Mawar yang sangat indah


" Iya tante" balas Ade


Semua mata tertuju kepada Bunga yang terlihat sangat cantik karena Bunga memakai dress warna hijau yang selutut dan rambut yang setengah diikat


Kemudian Bunga menyalami bu Hani dan dan pak Fajar


" Cantiknya anak mu Yan" ucap pak Fajar


" Iya, sangat cantik " tambah bu Hani


" Cindy juga cantik kok " lanjut pak Fajar


Dan mereka pun tertawa bersama


" Cantiknya " gumam Ade ketika melihat Bunga


" Kamu sakit nak? mata kamu bengkak dan wajah kamu juga pucat " tanya bu Hani


" Cuma sakit perut tante,, sekarang udah gak papa kok " jawab Bunga


Bunga Mawar yang di bawa Ade tadi belum diberikannya kepada Bunga,


" Kamu mau bawa bunga Mawar itu pulang lagi? " tanya pak Fajar kepada Ade


" ohhh ya, ini untuk kamu " ujar Ade sambil memberikan bunga Mawar kepada Bunga


" Makasih De, " jawab Bunga


Ade yang melihat mata Bunga bengkak sangat merasa bersalah, dia merasa Bunga menangis karena perkataannya tadi siang


Sekarang mereka semua sedang menikmati makan malam dalam keheningan dan setelah selesai,,,,


" Bunga,, Ade,, kami sebagai orang tua ada yang ingin di sampaikan kepada kalian berdua,, walaupun ini menurut kalian terlalu cepat, tapi ini adalah keputusan kami bersama sebagai orang tua kalian,, Bunga, sebelum papa kamu meninggal, Om dan Papa kamu sudah membuat janji bahwasanya kami sebagai orang tua kalian sudah menjodohkan kalian saat kalian masih kecil,, dan sekaranglah waktu yang tepat untuk kami memberi tau kalian " ucap pak Fajar panjang lebar


Bunga dan Ade yang mendengarnya pun sangat kaget, sesekali mata Bunga dan Ade bertemu dengan rasa bingungnya


" Kak Bunga dijodohkan ma?" bisik Cindy kepada bu Yana yang dibalas anggukan oleh bu Yana


" Mama harap kamu setuju sayang" ujar bu Yana


" Tapi kami masih sekolah pa,ma dan umur kami juga masih 16 tahun " jawab Ade


" Umur tidak menjadi masalah nak, asalkan niat kita baik " ucap bu Hani


" Apa Bunga mau menikah dengan Ade?" tanya pak Fajar


" Bunga ngikut aja Om, kalau itu membuat Om,tante dan mama bahagia " jawab Bunga sambil menahan tangisnya


Bunga tidak tau apa yang terjadi padanya, dia ingin menangis, tetapi tidak bisa dia keluarkan karena masih banyak orang.


Ini juga wasiat dari papanya, walaupun Bunga mencintai Ade ,, tapi dia tidak ingin menikah muda,, karna masih banyak yang harus dia kejar


" Kamu gimana ? " tanya pak Fajar kepada Ade


" Aku juga sama pa," jawab Ade pasrah


Seketika suasana yang tadinya tegang berubah jadi gelak tawa orang tua mereka


" Kita bakal jadi Besan ya sis " sahut bu Hani


" Saya sangat senang juga sis " ucap bu Yana


" Nah,, tanggal pernikahan kalian juga sudah kami tentukan pada Bulan Maret tanggal 16 nanti, kurang lebih 2 bulan lagi" ucap pak Fajar dengan senyumannya


" Seharusnya gue senang, harusnya gue bahagia mendengar ini " gumam Bunga


" De,, ajak Bunga ke depan ya " kata bu Yana


" Iya tante,, ma, pa aku kedepan dulu ya" pamit Ade


Melihat Bunga yang berjalan dengan Ade ,,,,,


" Mereka keliatan serasi ya " ucap bu Hani


" Insyaallah mereka akan berjodoh " ucap pak Fajar


Bunga dan Ade menuju taman di depan rumah Bunga, di sana juga ada kursi yang di kelilingi tanaman dan juga berbagai macam bunga