
Ade***
Ade juga telah memberi tahu Gilang bahwa ia akan segera menikah.
"Gue gak mau orang lain sampai tau ya" ucap Ade memperingatkan Gilang. Sekarang mereka sedang duduk di dekat lapangan basket
"Aman kalau sama gue, lo beruntung bisa nikahin dia (Bunga)" Ucap Gilang
"Gue belum yakin sama diri gue sendiri" ucap Ade
"Awalnya emang gitu, nanti lo malahan gak bisa jauh- jauh dari dia" Gilang menggoda Ade
"Gue juga gak yakin sama perasaan gue sama dia" ucap Ade yang sedang menatap ke arah anak- anak yang sedang bermain basket
"Perlahan bro, kalau gue diposisi lo, gue malahan beruntung bisa dapetin gadis kayak Bunga, hhheh" Gilang lagi-lagi menggoda Ade dan Ade hanya menatap kesal pada Gilang
"Gue besok gak masuk sampai 5 hari kedepan, gue pinjam catatan lo aja nanti" ucap Ade
"Kok lo lama liburnya? mmmm gue mau ponakan yang cantik ya" goda Gilang yang seketika membuat wajah Ade memerah
"Gila lo ya, gue masih mau sekolah dulu" ucap Ade yang merangkul Gilang dan berjalan ke dalam kelas
Bel pulang sudah di bunyikan, dan siswa pun sudah di perbolehkan pulang. Bunga dan sahabatnya sudah menuju parkiran untuk segera pulang
"Gue duluan ya" ucap Dea
"Daaa" Sinta juga masuk ke dalam mobilnya
"Hari jum'at ya kita berjumpa lagi" ucap Eca
"Hati- hati" jawab Bunga
Sahabatnya sudah pulang, Bunga masih menunggu seseorang di parkiran
"De, kamu udah makan?" tanya Bunga yang melihat Ade berjalan ke arah mobilnya
"Udah" jawab Ade
"Kamu mau kemana?" tanya Bunga yang mengikuti Ade dari belakang
"Bukan urusan lo" tanpa menoleh ke arah Bunga
"Gue mau istirahat, salam sama tante Yana" ucap Ade yanv membukan pintu mobilnya
"Ya udah, aku pergi dulu ya" ucap Bunga yang tersenyum memandangi wajah tampan calon suaminya itu
Saat berjalan ke arah mobilnya, ada suara yang memanggil Bunga
"Bunga"
"Iya kak," Bunga melihat ke arah suara yang memanggilnya, ternyata Rafi yang berlari ke arahnya
"Kamu mau kemana?" tanya Rafi
"Mau ke toko kue kak, mama ulang tahun hari ini" ucap Bunga
"Aku boleh ikut gak, mau liat- liat kue juga untuk mama aku" Rafi mencari alasan agar bisa bersama dengan Bunga
Ade melihat Rafi berlari ke arah Bunga. Seketika Ade ingin turun dari mobilnya dan menarik Bunga, akan tetapi Ade sudah mengatakan kepada Bunga kalau ia tidak akan ikut campur urusannya sama sekali
"Mmmm aku mau ngomong sesuatu sama kak Rafi" ucap Bunga
"Ada apa?" tanya Rafi penasaran
Rafi belum tau kalau Bunga akan menikah 2 hari lagi
"Aku jum'at besok nikah kak, doa kan semoga lancar ya kak" Bunga merasa tidak enak hati memberi tau Rafi
"Jum'at besok? Bunga menganggukkan kepalanya "Aku turut bahagia, semoga semuanya lancar ya" Rafi tidak tau harus berkata apa, karena saat ini puja'an hatinya akan segera menjadi milik orang lain. Rafi berusaha menyembunyikan rasa sakit hatinya sekarang saat mendengar Bunga akan menikah
"Makasih ya kak" Bunga memeluk Rafi
Bunga merasa bersalah karena tidak bisa membalas perasaan Rafi padanya, selama ini Rafi juga sangat baik padanya. Tiba- tiba saja ia ingin memeluk Rafi agar rasa bersalahnya sedikit berkurang
Rafi juga membalas pelukan Bunga dan mengelus rambut Bunga dengan lembut.
"Aku bahagia, kalau kamu bahagia" ucap Ade melepaskan pelukannya "Ya udah, aku balik duluan ya, gak papakan kamu ke toko kuenya sendirian? tanya Rafi
"Makasih kak, iya gapapa" ucap Bunga lalu berjalan menuju mobilnya
Di seberang sana Ade menyaksikan calon istrinya memeluk lelaki lain. Ade hanya merasa kesal, karena ia juga tidak berhak melarang Bunga karena Ade telah mengatakan tidak akan mencampuri urusan pribadi Bunga