Chasing Love That Is Certain

Chasing Love That Is Certain
eps 36


 


Saat ini sudah pukul 05:15 Wib, bu Yana sudah bangun dari tadi dan dibantu beberapa kerabatnya untuk menyiapkan proses akad nikah anaknya nanti.


"Bunga udah bangun belum ci?" tanya bu Yana pada Aci.


"Udah tan, lagi sholat,"


Bunga sudah bangun dan sekarang sedang sholat subuh. Orang yang akan merias Bunga juga sudah datang dan sedang menunggu Bunga dibawah.


"Tan, Bunga udah siap sholat, langsung di make-up aja?" tanya Aci.


"Iya, suruh aja orangnya ke kamar Bunga ya" bu Yana kembali melanjutkan pekerjaannya.


Aci membawa orang yang akan merias Bunga ke dalam kamarnya. Sementara itu Bunga memainkan ponselnya sembari menunggu penata riasnya datang.


"Pagi dek" sapa salah satu tukang riasnya.


"Pagi kak," Bunga langsung menghampiri penata rias yang datang dan menyalaminya.


Saat dirias, Bunga terus memainkan ponselnya, banyak chat yang masuk ke ponselnya . Salah satunya dari sahabat Bunga.


"Lo lagi ngapain?" tanya Eca yang memulai obrolan di group mereka. Mereka membuat group obrolan berempat di Whatsapp.


"Lagi make up," jawab Bunga.


"Gue mandi dulu, habis itu langsung otw rumah lo," ucap Sinta.


"Buruan." ucap Bunga.


"Sabar buk, kami mandi dulu," ucap Dea.


Setelah itu Bunga membuka pesan yang dikirim Rafi padanya.


"Semoga lancar ya, dan semoga Samawa," ucap Ade. Ade mengirim pesannya setelah sholat subuh.


"Makasih ya kak atas do'anya," balas Bunga.


Bunga teringat saat seminggu sebelum acara pernikahannya, ia dan Rafi pergi nonton ke bioskop, disana Rafi mengungkapkan perasaannya pada Bunga, walaupun Rafi tau Bunga akan menikah, ia tetap memberi tau bagaimana perasaannya terhadap Bunga.


Bunga saat itu juga merasa menyesal karena tidak berkata apa- apa dan langsung berlari keluar bioskop meninggalkan Rafi.


"Semoga dia dapat yang lebih baik dari aku," gumam Bunga.


Bunga juga merasa nyaman saat berada didekat Rafi, Ia selalu tertawa jika bersama dengan Rafi akan tetapi ia tidak memiliki perasaan apapun padanya. Ia hanya menganggap Rafi sebagai seorang kakak.


 


Saat ini sudah pukul 08:00 pagi, Bunga sudah selesai di rias, dan sahabatnya pun sudah datang. Kerabat bu Yana juga sudah mulai berdatangan, karena skad nikah akan dilaksanakan pukul 09:00 Wib


 


"Foto yuk," ajak Sinta.


Mereka berfoto berempat dengan berbagai macam pose. Sahabat Bunga mengenakan baju bewarna putih. Hampir semua tamu memakai baju bewarna putih dan ada juga yang memakai warna abu- abu.


Karena Bunga menginginkan konsep yang serba putih di tambah dengan bunga- bunga yang berbagai macam warna sebagai dekorasinya.


 


Ade


Ade juga bangun untuk menunaikan sholat subuh, setelah sholat Ade langsung mandi dan bersiap- siap untuk kerumah Bunga.


 


"Bro gue masih gak percaya lo hari ini nikah" ucap Gilang yang sudah berada di rumahnya Ade.


"Apalagi gue" Sahut Ade.


"Semoga lancar, dan semoga lo bisa menjaga istri lo nanti," Gilang memeluk Ade sebelum rombongan Ade berangkat ke rumah Bunga.


"Makasih ya, lo selalu ada di setiap gue lagi butuh" Ade tersenyum dan melepas pelukannya.


"Ayo kita berangkat, papa kamu mana?" tanya bu Hani.


"Tadi masih dikamar ma," ucap Ade.


"Ya udah kamu duluan ke mobil, mama panggil papa dulu," bu Hani bergegas menuju kamarnya untuk memanggil pak Fajar.


"Pa, ayok nanti kita telat." ajak bu Hani.


"Bentar ma, baju papa gak mau dikancing dari tadi."


"Sini mama bantu." bu Hani membantu suaminya memakai baju.


Setelah selesai, semua rombongan keluarga Ade berangkat menuju rumah Bunga. Ada 7 mobil yang berangkat beserta kerabatnya pak Fajar dan bu Hani.