
"Auuhhh," Bunga meringis kesakitan
Ade yang tiba- tiba muncul membantu Bunga berdiri
"De, aku bisa jelasin ini semua" ucap Diana yang berharap agar Ade mendengarkannya
"Kamu tunggu disini, nanti kita bicara" ucap Ade yang membantu Bunga berjalan menuju tendanya
"Lo gak papa?" tanya Ade
"Gak" ucap Bunga
Setelah sampai di tenda, Bunga masuk kedalam dan Ade kembali ke tempat dimana Diana menunggu tadi
"Aku gak nyangka kamu sekasar itu" ucap Ade yang sangat kecewa terhadap pacarnya
"Dia cari perhatian terus sama kamu" ucap Diana yang membela diri
"Aku gak suka orang yang kasar, aku rasa hubungan kita cukup sampai disini" ucap Ade
"Aku gak bisa De, semua juga gara- gara dia" Diana sudah menangis mendengar Ade yang tiba- tiba memutuskannya
"Aku cinta sama dia, jadi aku gak bisa menjalani hubungan dengan orang lain" ucap Ade dan langsung pergi meninggalkan Diana
"hikss hiiks, kamu udah bohongin aku selama ini,, semua ini gara- gara gadis ****** itu" teriak Diana kepada Ade
Ade yang berjalan mendengar semua umpatan dari Diana
**Tenda**
Bunga masuk kedalam tenda dengan wajah yang kesakitan
"Lo kenapa?" tanya Eca yang melihat Bunga kesakitan
"Gak papa kok" ucap Bunga dan mulai membaringkan badannya
"Lo jatuh?" tanya Dea dan di balas anggukan oleh Bunga
Bunga tidak ingin memberi tau sahabatnya kalau Diana lah yang mendorongnya, bisa- bisa masalahnya tambah besar kalau sahabatnya tau dan langsung melabrak Diana
Semua orang telah tidur, akan tetapi Bunga masih tetap terbangun. Tiba- tiba ada pesan yang masuk ke ponsel Bunga
"Lo gak papa?" tanya Ade
"Iya, gak papa" jawab Bunga
"Kok belum tidur?" tanya Ade
Ade tidak membalas pesan dari Bunga, dia langsung menuju ke tendanya Bunga
Bunga yang melihat bayangan orang berdiri di depan tendanya langsung keluar
"Aku kira kamu gak mau temanin aku, karna gsk balas chat
"Yok, lo bawa air 1 botol?" tanya Ade
"Gak, untuk apa?" tanya Bunga kembali
"Disana gak ada air, cepat ambil" Bunga langsung mengambil botol dan mengisinya dengan air
"Segini cukup kan?" tanya Bunga yang menatap Ade dan tersenyum kepada Ade
"Cukup"
Ade melihat Bunga tersenyum kepadanya, dan Ade juga telah menyadari kalau ia mulai menyukai Bunga saat ini, akan tetapi ia gengsi untuk mengakuinya
Di perjalanan, Ade mengambil tangan Bunga dan menggenggamnya, Bunga yang mendapat perlakuan seperti itu dari Ade merasa sangat senang
"Gue tunggu disini, lo disana aja pipisnya" sambil menunjuk arahnya kepada Bunga
"Aku takut, kamu temanin kesana ya" pinta Bunga, karna dia sangat takut kalau buang air kesana
Ade mengikuti kemauan Bunga, dan sangat dekat jarak Ade yang menunggu dengan Bunga yang sedang buang air kecil
"Yok " ajak Bunga yang sudah selesai
"Mmmm, gue udah putus sama Diana" ucap Ade yang ragu- ragu untuk memberi tau Bunga
"Kenapa?" tanya Bunga sedikit heran, padagal saat ini ia merasa sangat senang karna Ade telah putus dengan Diana
"Karna kita akan menikah" ucap Ade
"Makasih ya, kamu udah mau terima perjodohan ini, walaupun kamu tidak suka atau cinta sama aku, karna ini adalah keputusan orang tua kita bersama" ucap Bunga
"Lo masih cinta sama gue?" tanya Ade dan sekarang mereka saling berhadap- hadapan
"Mmmmm, walaupun kamu gak suka sama aku, tapj aku akan selalu mencintai kamu"
Mendengar jawaban dari Bunga membuat Ade merasa sedih, karna selama ini ia hanya acuh dan cuek kepada Bunga. Ade langsung memeluk Bunga
"Makasih dan maafkan gue" ucap Ade