
Rafi menemani Bunga dan teman- temannya untuk mandi ke sungai, Setelah sampai mereka sangat kagum dengan pemandangan di sekeliling sungai yang begitu indah dan airnya juga sangat jernih ditambah ada beberapa bebatuan yang besar.
"Ini kk?" tanya Bunga yang sedikit kaget
"Iya, kalian mandinya disini" ujar Rafi yang menahan ketawanya
"Ini terbuka kak,kami gak bisa mandi kayak gini" rengek Eca
"Ya udah, kalian gak usah mandi kalau gitu," ucao Rafi
"Ya udah, kita pakai baju aja mandinya" ucap Bunga yang berjalan dan mulai menyentuh airnya
"Gimana mandi pakai baju, ada- ada aja lo" sambung Dea
"Ya udah, gue pergi dulu, 1 jam lagi gue jemput" ucap Rafi sambil tersenyum
"Iya kak, tapi gak ada yang ngintip kan kak?" tanya Bunga yang melihat ke arah sekitar
"Cuma ngintip gak papa kali,hhhahha" jawab Rafi tertawa yang sangat senang mengerjai juniornya
"ihhh," ucap Sinta sambil menjipratkan air sungai kepada Rafi
Setelah Rafi pergi, mereka mulai mandi dengan keribetan masing- masing
"Gimana mau gosok badan ya" tanya Sinta
"Udah, sampai dirumah lo aja gosok besok, hhahhh" ledek Dea
Bunga dan Eca yang mendengarnya hanya bisa tertawa
Setelah mereka mandi, dan sudah berganti pakaian, Rafi pun datang untuk menjemputnya
"Udah?" tanya Rafi
"Udah kk,yok balik" ajak Bunga kepada temannya
"Nanti malam kita mulai acaranya jam 8 malam, jadi kalian bisa istirahat dulu" ucap Rafi
"Gue sampai tenda,nanti mau tidur aja" ungkap Dea
Sebelum sampai tenda, Bunga melihat Ade berdiri di depan tendanya, dan Bunga mulai berjalan ke arah tenda
"Kamu nyari aku?" tanya Bunga pada Ade
"Ikut gue bentar" ucap Ade sambil menarik tangan Bunga
"Kemana?" Bunga kaget dengan perlakuan Ade yang tiba- tiba menarik tangannya di depan banyak orang
"Udah, lo diam aja" ucap Ade yang terus berjalan
Rafi yang melihat Ade menarik tangan Bunga, seakan merasa sakit hati, dan langsung pergi ke tendanya. Dan teman- teman Bunga yang lain pun kaget karna perlakuan Ade, diantara mereka, hanya Sinta yang tidak tau hubungan apa yang terjadi antara Ade dan Bunga
"Ade sama Bunga pacaran?" tanya Sinta yang melihat Bunga pergi
"Kok rumit, menurut gue mereka cocok kok, ganteng dan manis, ehh tapi kan Ade masih sama Diana kelas C kan?" tanya Sinta
"Udah ah, gue mau tidur" ujar Eca sambil masuk kedalam tendanya
"Mmmm, gue masih penasaran nih, kan kalian sahabatnya Bunga" tanya Sinta yang terus mencari jawaban dari sahabatnya Bunga
"Nanti lo tanya langsung ama orangnya" ucap Eca
"Sebenarnya banyak yang mau gue tanya, tapi ya udahhh, nanti pas dia balik langsung gue tanya" ucap Sinta yang dari tadi penasaran akan hubungan Ade dan Bunga
Prov****
Ade menghentikan langkahnya di tengah hutan dan tidak ada satu orangpun disana kecuali mereka berdua
"Kamu mau ngapain disini? aku takut" ucap Bunga
"Tadi lo kemana, gue cariin gak ada"
"Aku tadi mandi" ucap Bunga sambil menatap Ade
"Tadi mama lo telpon gue, karna handphone lo katanya gak aktif" Ade juga membalas tatapan Bunga
"Iyaa, nanti aku telpon mama" ucap Bunga " Yok balik, aku takut disini" Bunga mengelus tangannya karena dia merasa kedinginan. Bunga tadi sesudah mandi hanya memakai baju lengan pendek dan tidak sempat memakai jaketnya karna langsung di tarik Ade. Seketika Ade membuka jaketnya dan memberikannya kepada Bunga
"Nih" Ade memberikan jaketnya dan diterima oleh Bunga
"Makasih ya" sambil tersenyum ke arah Ade
Melihat Bunga yang tersenyum, Ade langsung memeluk Bunga. Bunga yang tiba- tiba dipeluk oleh Ade merasa kaget dan juga senang, karna ini pertama kalinya Ade memeluknya
"Gue mau lo jauhin Rafi"
"Kenapa? kak Rafi juga baik" lirih Bunga
"Dia baik karna suka lo" jawab Ade dan melepaskan pelukannya. Bunga hanya terdiam mendengar perkataan Rafi
"Tapi aku gak bisa tiba- tiba jauhin orang kayak gitu
cup...
Ade mencium bibir Bunga
"Pokoknya ikutin apa kata gue, lo mau ngelawan sama suami lo" ucap Ade yang menahan tawanya karna saat ini wajah Bunga terlihat memerah
"Mmmm iya" hanya itu yang keluar dari bibir Bunga. Dia kaget tiba- tiba Ade mencium bibirnya. Ini juga merupakan ciuman pertama bagi Bunga
"Ya udah,, yok balik" ajak Ade sambil menggenggam tangan Bunga
Bunga hanya terus terdiam, dia tidak menyangka Ade akan melakukan seperti ini, karna Ade yang biasanya hanya bisa cuek padanya