Chasing Love That Is Certain

Chasing Love That Is Certain
eps 26


Saat yang ditunggu- tunggu datang juga, semua siswa saat ini sudah berkumpul untuk menyaksikan api unggun dan kali ini ketua Osis mereka juga akan bernyanyi


Saat api unggun, Rafi menarik tangan Bunga untuk menemaninya bernyanyi di depan semua orang


"Kak ngapain?" tanya Bunga heran, karna tiba- tiba Rafi menarik tangannya


"Kamu yang pegang Micnya ya," ucap Rafi


"Tapi kak" Bunga sebenarnya tidak mau, karna dia ingat apa yang dikatakan Ade padanya untuk menjauhi Rafi


Rafi langsung berjalan ke tengah lapangan, dan semua siswa pun bersorak, karena melihat Rafi yang menggenggam tangan Bunga


"Kak Rafi jadian ya sama Bunga" ucap siswa lain


"Beruntung ya jadi Bunga"


Semua siswa mulai membicarakan apa yang terjadi antara Rafi dan Bunga. Ade yang melihat Bunga berjalan dengan Rafi merasa marah kepada Bunga, karena ia sudah memperingatkan kalau ia harus jauh- jauh dari Rafi


"Lo kayaknya gak bisa dipercaya" gumam Ade yang terus memandangi Bunga


Sesekali Bunga melihat ke arah Ade, ia melihat tatapan Ade padanya sangat tajam


"Bro, menurut gue mereka cocok" ucap Gilang sambil merangkul Ade


"Gue mau cabut dulu" ucap Ade yang hendak pergi


"Lo mau kemana? acaranya mau mulai nih" Gilang mencoba untuk menghentikan Ade yang hendak pergi,


"Gue gak enak badan" Ade terpaksa berbohong


"Ya udah, ntar gue nyusul"


Sekarang Bunga telah memegang Micnya dan Rafi akan mulai bernyanyi


" Assalamualikum"


"Walaikumsalam" jawab semua siswa


"Perkenalkan saya Rafi dan partner yang di sebelah saya Bunga, kami akan membawakan lagu yang berjudul I'm yours, semoga terhibur"


Rafi mulai memetik gitarnya dan bernyanyi, sedangkan Bunga disampingnya yang memegang Mic sedang menatap Rafi


"Ganteng juga kak Rafi" gumamnya


Semua orang terhanyut dalam penampilan Ade, banyak yang memuji suaranya


"Sayangnya kak Rafi gak suka sama lo,hhhhah" ledek Dea, Sinta yang mendengarnya langsung tertawa


"Resek" ucap Eca yang di tertawakan kedua temannya, Eca langsung merangkul kedua temannya dan ikut bernyanyi bersama


Setelah selesai, semua penontonnya di lapangan itu langsung bertepuk tangan, Rafi hanya tersenyum dan sesekali memandangi Bunga


"Bagus kak" puji Bunga


"Itu juga karna kamu" jawab Rafi yang meletakkan gitarnya


"Aku kan cuma megang Mic kak"


"Iyaa, makasih karna kamu udah mau temanin aku tadi" ucap Rafi


"Sama- sama kak, aku gabung sama teman- teman aku dulu ya kak" ucap Bunga dan dibalas anggukan oleh Rafi


"Woiii" Bunga mengagetkan temannya


"Ngagetin aja lo, tadi bagus banget" puji Eca


"Gue gak ngapa- ngapqin tadi, cuma megang Micnya doang" balas Bunga


Saat ini mereka menyaksikan api unggun sambil melihat siswa yang lain tampil juga untuk bernyanyi


Bunga mencari- cari keberadaan Ade, yang dia liat cuma temannya Gilang


"Kemana ya dia," gumam Bunga


Bunga mengambil ponselnya, lalu mencoba mengerim pesan pada Ade


"Kamu dimana?" tanya Bunga


Ade**


Ade saat ini sedang memejamkan matanya, akan tetapi ia tidak tidur, tiba- tiba ponselnya berdering


Ia melihat Bunga yang menanyakan keberadaannya


"Ngapain juga cari gue" gumam Ade


Ade tidak mau membalas pesan dari Bunga, lalu Ade memilih tidur kembali


Gilang ikut bergabung dengan teman- temannya yang lain dan sangat menikmati api unggunnya, karena besok mereka sudah harus balik ke Jakarta