
Pagi hari
Dirumah Adelia
"Del Adit bangun sayang, udah jam 6 kalian harus berangkat sekolah". panggil Elina karena sedari tadi ia memanggil anak-anaknya tetapi mereka belum bangun juga.
"Ma dimana ayah?" tanya Aditya.
"ayah udah berangkat nak". jawab Elina dengan lembut. "eh kakak kamu dimana Dit?"
"lagi tidur kali ma dia kan cewek pemalas". jawab Adit untuk memanas -manasi ibunya agar kakaknya dimarahi
Seketika Elina pergi menghampiri Adelia. Ia melihat Adelia sedang belajar.
"Astagaaa Dell dari tadi mama panggil kenapa tidak nyahut hah?" tanya Elina dengan kesalnya.
"Maaf ma tadi aku sedang belajar, soalnya nanti aku ada ulangan ma". jawab Adelia.
"kenapa baru belajar coba. Kenapa tidak belajarnya tadi malam hah". ucap Elina dengan marah.
Ibu Adelia memang selalu memarahi Adelia ketika Adelia punya salah. Akan tetapi ibunya juga sering memarahi Adelia ketika tidak salah. Itu semua karena adiknya yang selalu memanas-manasi ibunya agar Adelia dimarahi. Dan yang paling tidak disukai oleh Adelia adalah ketika ia dibanding-bandingkan dengan adiknya atau anak tetangganya. Akan tetapi Adelia hanya bisa menahan semuanya dan hanya bisa menangis di dalam kamarnya. Berbeda dengan ayahnya ia sangat menyayangi mereka ia jarang marah dan tidak begitu mudah untuk dikelabui dalam berbagai hal.
"maaf ma tadi malam Adel kecapean ma". ucap Adelia yang hanya bisa menunduk.
"yaudah kamu cepat mandi, kemudian kamu makan. Adik kamu saja bangun pagi kamu sebagai kakak seharusnya menjadi contoh dong." ucap nya.
Dengan geram Adelia hanya masuk ke kamar mandi tanpa menjawab omelan ibunya karena itu lah yang ia sangat benci.
"eh anak ini di nasehati mala nggak ngejawab, melawan kamu yah Adel". ucap Elina dan meninggalkan kamar Adelia.
Disisi lain Aditya melihat itu semua dengan bahagia dengan tawa kemenangan karena ia telah membuat kakaknya di marahi di pagi hari. Aditya melakukan semua itu karena ia irih dengan kakaknya karena kakaknya selalu dibela oleh ayahnya dan juga ayahnya sangat menyayangi Adelia. Tetapi semua itu salah Aditya dibutakan oleh keirihannya. Sehingga ia melihat sisi yang salah dari kakak dan ayahnya.
Dikamar mandi
Adelia hanya bisa menangis karena perilaku ibunya yang selalu membedakan dirinya dengan adiknya. Adelia melakukan semuanya untuk mencapai cita-citanya untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
"Akhhh kenapa semuanya begini hah. Dimana salah ku. Aku belajar dengan giat agar aku bisa membuat mereka bahagia. huhuhu". tangis Adelia dengan menjambak rambutnya sendiri.
Selesai mandi Adelia memakai seragam sekolahnya dan berangkat sekolah tanpa sarapan.
"eh eh eh mau kemana kamu?" tanya ibu Adelia.
"mau ke sekolah". ucap Adelia dengan kesalnya.
"s-a-r-a-p-a-n cepat". ucap ibunya dengan menekan kata cepat.
"nggak ma Adel udah terlambat". ucap Adel sambil memasang sepatunya tanpa menatap ibunya.
"kalau bicara liat orangnya dong". ucap ibunya dengan nada suara yang udah mulai meninggi.
"maaf yah ma, dari tadi mama selalu ngomelin aku. Hanya hal sepeleh pun mama selalu marahin aku. Jangan terlalu terbawa suasana yah ma. Aku peringatkan itu ma. ucap Adelia setelah ia meninggalkan rumah dan langsung menancap gas motornya.
"dasar anak durhaka". desis ibunya
Aditya hanya bisa tersenyum kepuasan melihat mereka sedari tadi hanya bisa bertengkar dan bertengkar saja.
Di perjalanan
Adelia menintikkan air matanya ia tidak bisa menahan air matanya. Ucapan ibunya hanya bisa terbayang-bayang dalam pikirannya.
"apa salah ku ma". itulah yang hanya bisa dikatakan oleh Adelia.
SMA Tunas Bangsa
Di parkiran sekolah
Adelia berusaha menenangkan dirinya agar ia tidak menangis. Akan tetapi ia tetap saja menangis. Untungnya ia masih menggunakan helm sehingga tidak ada yang tahu kalau ia sedang menangis.
Adelia mulai masuk ke kelasnya. Sepeti biasa yang ia lakukan. Yaitu menyapa para teman-temannya.
"Si semangat pagi udah datang nihhh" ucap Friska sambil tertawa dengan ketiga teman-temannya.
"hehehe biasa aja gaess biasa aja". ucap Adelia dengan tawanya.
Dengan tertawa berbahak-bahak. Tanpa melihat sekeliling Adelia dengan tidak sengaja menabrak Haidar yang baru saja masuk ke kelasnya. Dan lagi-lagi Adelia pun terjatuh.
"aduhhh. Kenapa dua hari ini aku selalu jatuh sihhh dengan orang yang sama lagi." teriak Adelia.
"eh lo sendiri tuh yah yang nggak ngelihat sekeliling lo. Jangan asal ngomel aja. Kamu itu harusnya intropeksi diri gih". ucap Haidar yang membuat Adelia sakit hati dengan ucapan Haidar. Mungkin karena pengaruh pertengkaran tadi pagi sehingga ia harus memikirkan semuanya.
"m-m-maafkan saya". ucap Adelia dengan gugup sambil menundukkan kepalanya.
Seketika Haidar merasa kayak ada yang salah dengan Adelia.
Dia kenapa? Kayaknya ada yang salah dengan dirinya. Apakah kata-kataku menyakitinya? ucap Haidar dalam hatinya.
"hemm tidak apa-apa". ucap Haidar sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
Ting ting ting
Bel pembelajaran pertama pun berbunyi.
XI IPA 2
Mereka sedang ulangan harian matematika.
Adelia yang sedari tadi banyak pikiran akhirnya tidak fokus dengan ulangan tersebut dan semua yang ia pelajari tadi malam seketika sirna di dalam otaknya.
Aduhhhhh gimana ini hancur masa depan ku jika seperti ini. ucap Adelia dalam hatinya yang hanya bisa menggerutu.
"hust hust hust" kode Adelia untuk ketiga temannya.
"apa?" tanya Safira dengan suara yang sangat pelan dengan kode mengangkat kedua tangannya.🤷♀️.
"nomor dua nomor dua". jawab Adelia dengan mengangkat jarinya yang menandakan nomor dua ✌🏻.
"bentar-bentar yah" ucap Safira sambil menuliskan sebuah jawaban untuk nomor dua di sebuah kertas bekas. Kemudian ia melemparkannya ke dekat bangku Adelia.
kode Adelia dengan mengacungkan kedua jempol tangannya👍🏻 yang menandakan oke.
Kemudian Adelia memanggil Kirana sama halnya dengan Safira tadi. Dan begitu juga dengan Friska.
kebetulan ulangan itu hanya lima nomor doang tetapi Adelia sudah menjawab nomor satu, dua, tiga, dan empat tinggal nomor lima yang belum ia jawab.
Kebetulan ia dekat dengan Haidar jadi ia pun melihat sedikit demi sedikit jawaban dari Haidar sehingga ulangannya pun sudah selesai semuanya tanda Haidar sadari.
Jam istirahat pun tiba.
Adelia dan ketiga temannya pun menuju ke kantin. Mereka sedang membicarakan ulangan yang tadi.
"eh tadi soalnya lumayan gampang yah".ucap Kirana.
"iya gaes. Eh Del kamu tidak belajar yah?" tanya Safira.
"belajar kok. Hanya saja seketika semuanya sirna dalam sekejap." ucap Adelia dengan cemberut ia hanya bisa menghela nafasnya.
"hanya tuhan yang tahu semuanya". tambah Adelia.
Hai para pembaca Adelia. Ini adalah karya pertama saya jadi saya harap kepada para pembaca untuk dimengerti yah 🤗. Dan juga jangan lupa like, koment, and vote yah teman teman.🤗
MAKASIH~