Adelia

Adelia
Kecelakaan


Ruang club hari ini memiliki label polisi, Label yang menandakan dilarang masuk tertanda Guru matematika Samsul dan juga digembok olehnya.


Adelia pagi ini membawa beberapa buku dari rumah untuk ditaruh di ruang club puisi.


club puisi yang terkunci membuat adelia menumpuk 10 buku diatas meja belajar dikelas .


Jun datang agak terlambat karena hal penting yang dia lakukan sebelum kesekolah. sesampainya didepan meja Adelia dia bertanya kepada adelia "Kenapa buku puisi ini tidak ditaruh keruangan?" Adelia yang sedang menaruh kepalanya dimeja terbangun dan berkata " Lihat ini Jun, ruang club kita disegel oleh pak samsul" Jun mengambil selembaran bertuliskan nilai Jun, Adelia, dan Peronika yang menurun di pelajaran matematika rata rata 50 poin


Jun merobeknya , mengumpulkan robekan ditangan dan menggumpal kertas untuk dibuang tanpa sadar kekesalan jun hilang saat kertas sudah ada didalam tempat sampah, peronika masuk melihat jun dan adelia tengah berbincang disaat jun merobek kertas yang adelia berikan,


"Apa yang terjadi? kalian" tanya peronika


"Nilai Matematikamu , aku dan Dia, menurun"


sambil menunjuk diri sendiri dan temannya jun mengekspresikan ketegas dan bangga


"Matimatika itu sangat rumit, aku bahkan tidak bisa memindahkan 'sama dengan' didepan tanda kurang, bukankah itu puisi terindah?" jun melangkah kedepan mereka


" Sekali sama dengan kurang


kali pembagian sama dengan tambah


Tambah kurang sama dengan kosong


"


Jun menggigil 'itu indah' pikirnya


"Dasar!, bagaimana kita ikuti jam tambahan pak samsul saja, bereskan, dan kita bisa belajar bersama diruang club" ucap peronika


Jun dan Adelia melihat peronika


Peronika bingung dengan mereka tampak aneh ia berkata "kenapa?"


adelia berkata "Tadi jun merobek selembaran penyegelan ruang club, "


peronika berkata "Heeeee, mungkinkah?"


"iya kita akan belajar selama seminggu dengan pak samsul dikelas jadi ruang club disegel" ungkap adelia


jun terdiam begitu juga peronika.


Jam tambahan kelas matematika pak samsul.


semua tampak belajar dengan sangat susah payah, namun adelia yang mengikuti mereka karena kesibukan belakangan ini jadi ikut ikutan bersama menjalani pelajaran tambahan begitu juga peronika, setelah mereka disibukkan dengan pengaruh jun akan berpuisi akhir akhir ini.


dalam waktu seminggu mereka bekerja keras memperbaiki pelajaran mereka dan ruang club pun terlepas dari jeratan pak samsul


jun telah memasuki ruang club ia berkata:


" Oh ruang dalam kehidupanku


oh buku puisi jelma kataku


oh irama kecapi radio rusakku


oh meja ku


oh bangku ku


oh jendela ruang club ku


oh rindu akan kebebasan didalam ruangku


"


jun menyentuh semuanya dalam ruangan


"Dasar pria seperti anak kecil!" ucap Peronika


"Ayo kita bersihkan debunya, oh ya dimana sikembar?" tanya peronika


Adelia berkata "Sepertinya mereka juga sedang pokus belajar setelah mendengar cerita kita di grup chat"


"Ya itu menjadi pandangan buruk bagi mereka kekita ,hee" ucap peronika,


"Hai semua, " ucap sarma, dan sirma


Adelia berkata "Kalian, " adel menyambut mereka


sarma kaget dan menyetujui printah peronika,


setelah terlihat rapih dan bersih ruangan club dikunci kemudian mereka kembali pulang kerumah. Jun bersama adelia kembali bersama,


"Adelia jika suatu hari nanti aku benar - benar pergi" ucap jun saat berjalan bersama


"Jika kau pergi pergi saja !" ucap adelia kesal


"Aku akan mengelilingi dunia dan ku lukis mereka dengan bait, merangkul mereka dengan prasa berlapis " ucap jun saat memberhentikan mereka berjalan.


menatap Adelia dan mencoba menunggu adelia meletakkan tangannya diatas tangannya,


"Mau kah putri Adelia, ikut bersamaku ?" ucap Jun menawan dalam senyuman menggoda


Adel berpikir "So sweet" Adelia menggenggam tangan jun tanpa memandangnya karena malu, ia berkata "YA"


mereka bersama kembali berjalan , di perpisahan gang mereka melambaikan tangan untuk kembali kerumah,


"Aku akan mengelilingi dunia, aku janji!" Jun mengatakan dengan sangat yakin dan percaya diri.


"Aaaaaa maluuuu" pikir adel menggemaskan pipinya... mulutnya seperti cumi cumi


...----------------...


Esok hari,


"Hah, Hah, Hah" seseorang membawa bola , mengintai gawang yang dijaga jun, tendangannya mengarah ketiang kanan!.


"Bugk ting!" bunyi lengkingan tiang gawang dan kepalajun beradu.


keadaan memburuk jun mengalami kecelakaan saat olah raga disekolah, Ambulan membawa jun dengan bu perez menemaninya,


jun tak sadarkan diri dirumah sakit dalam keadaannya koma karena kepalanya terbentur dengan keras,


"Dok, bagaimana kondisi jun" tanya Dee terma sangat panik,


...----------------...


Dee terma sedang dibandara ingin melauncing buku terbarunya keluar kota, tapi tiba tiba telpon masuk dari adelia,


"Hiks hiks hiks"suara Adelia dalam rintihan pilu,


"Adelia ada apa!, Adel, del!" ucap Dee terma menyadarkan adelia untuk cepat memberitahunya .


"Kak , Jun dirawat dirumah sakit!" Adel menangis setelah memberitahu Dee terma, hanya dia orang dewasa yang dipikirkan Adelia.


...----------------...


"Nona siapa?" ucap dokter Agung Prastyo Hanggoro


" Pak dokter , saya krabat dekat jun, " ucap Dee terma


" Kondisinya seperti yang terlihat, dia belum sadar setelah operasi," ucap Dokter Agung Prastyo Hanggoro


"Baiklah, Apa ada yang harus saya urus dok" tanya Dee terma


"Silahkan nona , ke administrasi" ucap Doktor


"Hiks hiks hiks" tangis membasahi kaca mata, Heluos sangat merasa bersalah menyuruh jun menjadi penjaga gawang , hanya untuk keseruan semata, penyesalannya membuatnya tersungkur dibangku tunggu depan ruangan,


Adelia dan Ayah serta ibunya datang setelah mempersiapkan keperluan jun dirumah sakit,


"Heluos, hiks hiks, gimana jun?" ucap adelia kepada heluos , Ayah dan ibu adelia memperhatikan mereka sangat bersedih namun mereka menahan dan berpikir jernih, ibu adelia langsung memasuki ruangan membereskan keperluan Jun saat dirawat,


"Dia mati, hiks hiks hiks" ucap Heluos ,


"Hessssttttt" suara kesal pak Firman "Aish ni bocah, Jun hanya koma belum mati!" ucap pak firman.


Mereka terkejud dan dengan kesedihan dimuka mereka memandang ayahnya, pak firman berkata" Cepat masuk bantu ibumu membereskan keperluan jun dan cepat kesini adelia"


memandang heluos pak firman menenangkannya dengan merangkul disebalah tempat duduk heluos ,"Diam lah kau pikir ini dimana! anak ini" ucap pak firman


"iya pak" heluos mencoba untuk tenang.


sesaat kemudian peronika datang dan mendengar cerita pak firman beserta orang tua peronika,


Bersambung---