
Aku menyesal dulu telah membuka hati saat kamu datang mengaku sebagai obat, tapi ternyata tidak begitu kenyataan yang kamu lakukan terhadapku, kamu tau aku baru saja bangkit dari luka lama yang menghujamku, lantas mengapa kamu jatuhkan aku kembali?
Susah payah aku bangun, lantas dengan mudahnya kamu robohkan pijakkanku, aku sakit, apakah kau tau?
Ini karena aku yang bodoh atau jatah bahagiaku yang sudah habis? Entahlah yang pasti aku sangat kesakitan sekarang.
Belum sepenuhnya aku sembuh dari luka yang aku terima dari orang yang ku cintai dulu, lalu kamu datang menjadi penawar, tapi kini dengan seenaknya kamu masuk dan memberi luka yang baru dan yang bahkan lebih sakit dari yang ku rasakan dulu.
Rasanya aku masih bisa tetap berjalan, walaupun seperti tanpa raga, tanpa hati, dan perasaan sakitnya aku oleh satu orang tapi sakit hatinya aku kepada semua orang.
Puaskah kamu sudah membuatku kembali jatuh dalam luka yang sama, bahkan jauh lebih dalam dari lukaku yang pertama?
Dunia ini lucu yaa ...
Sesaat aku dipeluk, dicium, dimanja dan aku benar-benar merasa nyaman bersama kamu.
Tapi kemudian kau lepaskan lalu kau pula yang menghempaskan aku sampai dasar.
Hingga orang-orang pun sepertinya tidak ada yang peduli padaku.
Jika hilang membuat luka ini sembuh, aku memilih pasti untuk pergi dan pastinya tidak akan ada yang mencari sosok ku lagi.
Bukankah itu yang kau mau dariku?
Kau jauhi aku agar aku pergi darimu
Kau abaikan aku agar aku menghilang darimu
Okey, aku memang sudah lelah dengan semua kepura-puraan ini.
Aku tersenyum melihatmu bahagia bersamanya
Namun tak dapat aku pungkiri, hatiku hancur karenanya
Dulu kau sebut aku belahan jiwamu
Dulu kau bilang akan datang kembali membenahi hubungan ini
Dulu juga kau berjanji akan tetap menjadi seseorang yang memperhatikanku
Bohong...Itu semua ilusi
Sekedar omong kosong belaka
Bodohnya aku masih percaya dengan semua perkataanmu
Inilah diriku yang di katakan kuat, namun pada akhirnya kau ingin aku menyerah.
Aku ingin pulang namun arah pulangku aku sendiri tidak tau harus kemana, jalanku sempoyangan.
Mataku basah, beginikah dunia mempermainkan sosok wanita kuat?
Pada akhirnya aku kembali jatuh lagi
Kini aku berusaha bangkit sendirian seperti dulu, dan sekarang hanya bisa berharap semoga waktu bisa membantu menyembuhkanku.
Terimakasih ya . ...
Aku tidak keberatan kamu pergi walaupun hati ini tidak begitu ikhlas.
Aku memang tak pernah kau cintai selama ini, cintamu hanya untuknya, bukan untukku.
Aku yang murahan, telah dengan begitu percaya dan memberikan kamu segalanya.
Aku yang salah
Kamu yang pintar
Kau datang membawa warna dalam hidupku
Mengubah sendu menjadi rindu
Hingga sedih tak ku rasakan lagi
Kau sanggup obati luka ku di masa lalu
Kau ubah segalanya menjadi indah
Membuatku kembali merasakan gairah
Rasa rindu padamu semakin melemahkanku
Kau ibarat candu dalam hidup ku
Hingga aku tak bisa hidup tanpamu
Namun, saat jarak kau bentangkan
Kala gundah kau ciptakan
Tak ada lagi kata dan sapa yang biasa kau ucapkan
Kau menjauh tanpa alasan
Ingin ku bertanya padamu
Sengajakah kau melakukan ini padaku?
Apa salahku?
Tak ingatkah dulu ada janji yang pernah kau ucapkan padaku
Sampai detik ini aku masih memegang kata-katamu itu
Ingin aku membencimu
Namun rindu selalu mengalahkan ku
Sekuat tenaga ku coba melupakan semua
Tapi sialnya rindu itu tetap ada
Hingga kini aku masih disini
Sendiri di tempat yang pernah kau singgahi
Berjuang menyembuhkan hati
Yang entah sengaja atau tidak kau lukai lagi