Adelia

Adelia
Untuk Kamu


Seperti biasa Adelia kembali bersujud di atas sajadahnya, bulir bening selalu membasahi kedua pipinya yang semakin terlihat tirus.


"Entah apa yang kini harus aku langitkan, yang pasti aku minta semoga aku selalu baik-baik saja di sini. Aku tak lagi berdo'a untukmu, karena kamu memang sudah bahagia bersamanya, jadi untuk apa lagi do'a ku," gumamnya dalam hati.


"Sejak dulu yang aku minta hanya sedikit waktu dan secuil perhatian darimu, tak pernah aku meminta hal selain itu, tapi sepertinya itu terlalu mahal untuk wanita buruk sepertiku."


Hampir setiap malam Adelia tersiksa dengan rasa rindu yang masih terus memburu, bayangan sosok Revano Altar masih tetap utuh dalam hati dan fikirannya.


Kenangan-kenangan yang tetap melekat dalam ingatan wanita bertubuh mungil itu masih setia menemaninya dalam kehampaan dan kesendirian.


Lahiriahnya memang ia tak sendiri, banyak orang-orang yang mengelilinginya, namun semua seperti semu, karena hadir mereka hanya saat mereka membutuhkannya saja.


Adelia kembali kesepian, tak ada lagi teman yang selalu menyapanya setiap hari, tak ada lagi sahabat yang selalu memperhatikannya dari jauh, tak ada lagi orang yang dulu menyebutnya sebagai kekasih, tak ada lagi sosok yang dulu berhasil menghangatkan ketika hatinya membeku.


Kini, Adelia Putri kembali sendiri, memohon pada Tuhan agar dapat ikhlas menerima kenyataan ini.


Revano Altar yang dia banggakan


Revani Altar yang dia cintai


Revano Altar yang membuatnya bahagia


Sudah tak ada lagi


Sekarang Adelia kembali menutup hati


Dalam fikirannya hanya ada kenangan yang tak dapat ia lupakan seumur hidupnya


Janji yang Vano ucapkan dulu, mungkin sudah tak lagi berlaku


Adelia sadar, dia bukan wanita yang dicintai Vano


Vano hanya mencintai Angelina


Vano hanya milik Angelina


Adelia berfikir dia adalah wanita buruk yang hanya menjadi benalu dalam hidup Vano


Adelia kembali terpuruk, sama seperti saat dimana Geo menghancurkan semua harapan dan impiannya


Hati Adelia kembali mati


Bahkan sepertinya tak ada lagi rasa yang dulu pernah ada di dalam kalbunya


Tubuh mungilnya semakin kurus tak terurus


Dalam fikirannya hanya kedua buah hatinya


Kelak suatu saat, Adelia harus mencari pekerjaan untuk melanjutkan perjalanan hidupnya


Karena wanita ini tak pernah ingin dikasihani siapapun, dan pantang baginya untuk mengemis apapun pada siapapun


Adelia bertekad untuk suatu saat nanti dia harus kembali berjalan melanjutkan hidupnya sendiri, tanpa rasa tanpa cinta.


*****


Pesanku untukmu, nanti bila tak ada lagi aku yang menggangu harimu, tak ada lagi pesan yang menanyakan kabar, tak ada lagi ucapan ucapan yang membuatmu bosan, percayalah aku tak pernah berhenti mencintaimu, karena sampai kapanpun aku takan pernah mengingkari janjiku yang dulu.


Aku hanya mengganti caranya dengan berdoa, sekarang aku memahami doa adalah cara mencintai hal-hal yang mustahil termiliki.


Nanti bila kita sudah kembali asing, aku akan tetap bersyukur karena pernah diberikan kesempatan dicintaimu, pernah menjadi alasanmu tertawa, pernah menjadi pendengar cerita-ceritamu walaupun lebih banyak cerita tentang dia yang membuat aku cemburu.


Setidaknya aku sempat menjadi sesuatu dihidupmu meski hanya "sebatas diperlukan" bukan "diperlukan".


Dan nanti kamu akan kembali menemukanku sebagai seseorang yang lukanya telah sembuh, sebagai seseorang yang kepingan hatinya telah kembali, walaupun tak lagi utuh.


Akan ku ceritakan padamu betapa aku harus terlatih bangun dan berlari dari kejaran bayang bayanganmu, tentang betapa aku harus berdebat hebat dengan hatiku untuk terus melangkah atau menyerah, tentang betapa aku harus sanggup walau sebenarnya berat, tentang betapa aku tersiksa karena melihatmu menyusun bahagia bersamanya tanpa sedikitpun memperdulikan perasaanku, tentang betapa aku letih menunggu janji yang kau ucapkan, dan tentang kehancuranku yang lainnya.


Nanti kamu akan kembali menemukanku sebagai seseorang yang hatinya masih ada tapi rasa di dalamnya sudah hilang.


*****


Sampai bertemu lagi Kekasih...


Mungkin nanti sebelum aku mati, kamu akan menemukan ragaku, karena hatiku telah lama kau matikan.


Demikianlah kisah cinta seorang Adelia Putri kepada Revano Altar, yang pada akhirnya Adelia kembali menelan kepedihan dan kehancuran yang dibuatnya sendiri.