Adelia

Adelia
Bab 2


Sepulang sekolah Adelia, Safira, Friska, dan juga Kirana sedang berjalan menuju ke parkiran sekolah.


“ Del lo suka kan sama Haidar?” ucap Kirana


“Apaan sih kalian". Ucap Adelia dengan malu-malu.


“yah Adelnya malu” ucap Friska. Adelia menganggukkan kepalanya sebagai pertanda iya.


“ngapain malu, kitakan sahabat jadi jangan malu ketika mengungkapkan pendapat. Kata Safira


“iya Del, santai aja”. Ucap Kirana. Mereka pun tertawa bersama-sama.


Di parkiran


Adelia hendak naik ke motornya, tiba –tiba matanya tertuju dengan sosok pria tampan yang tak lain adalah Haidar. Adelia pergi mendekati Haidar dan berkata


“Hai Haidar, boleh ikut nebeng?" ucap Adelia


“Itu motornya mau diapain hah. Mau kamu jual disini? Siapa juga yang mau beli motor disini. Ini itu disekolah tahu”. Ucap Haidar tanpa memberi jalan Adelia untuk berbicara.


“Apaan sih kamu masa motor yang imut dan comel ini mau dijual sembarang. Gua juga tahu ini sekolah bukan pelelangan motor.” Ucap Adelia dengan nada kesalnya.


"Terus kenapa pake mau nebeng segala sama aku, kan kamu punya motor sendiri?". tanya Haidar yang hanya bisa membuat Adelia tidak bisa berkata-kata.


“ Kan tidak bisa jawab.” Ucap Haidar dengan tampang dinginnya.


"E-eh tidak kok cuma ngetes kamu doang". ucap Adelia dengan gugup.


"Mana ada orang ngetes pake nebeng segala".lagi lagi Haidar membuat Adelia tidak bisa berkata kata.


"ihhh apaan si". ucap Adelia dengan kesalnya.


"idihhhhh marah ". Ucap Haidar dengan tampang dinginnya. Walaupun di dalam hatinya ia merasa sangat bahagia telah mengerjai Adelia.


“Siapa juga yang marah, orang lagi bahagia kok.” Ucap Adelia dengan senyum manisnya.


Gadis aneh. Desis Haidar dalam hatinya.


“Biarin aku aneh.” Sambil memamerkan deretan giginya.


Hah bagaimana dia bisa tahu kalau aku sedang membicarakan dirinya? Ucap Haidar dalam hatinya lagi.


“Kamu bingung yah kenapa aku bisa tahu suara hatimu, walaupun aku tak mendengarnya?” ucap Adelia dengan senyumnya.


Kali ini Haidar benar-benar ingin menjawab “Ihhh apaan sih kamu norak banget sotoy lagi. Sadar ngga sih, kamu itu lagi ngehalangin jalan gue. Minggir sana.” Ucap Haidar dengan kesalannya. Namun Adelia tetap saja keras kepala. Ia merentangkan tangannya untuk menghalangi jalan Haidar. Haidar pun semakin kesal kepada Adelia.


“Kalau kamu nggak mau minggir dari jalanku, aku tabrak aja lo yah.” Ancam Haidar. Namun Adelia menggelengkan kepalanya dan tetap ingin menghalangi jalan Haidar. Akhirnya Haidar menyalakan mesin motornya dan menancap gas motornya. Dan akhirnya Adelia pun menghindar dan juga takut ditabrak oleh Haidar.


“Takut juga lo yah” kata Haidar sambil tersenyum.


Disisi lain


Adelia merasa sangat kesal karena kecuekan Haidar. Saking kesalnya ia pun berteriak kencang.


“Woeeee dasar pria dingin awas kamu yah. kamu hampir ngebunuh gue hah......” ucap Adelia dengan sangat kesal.


Semua orang memerhatikan Adelia yang bertingkah layaknya anak-anak.


"Dasar cewek aneh dia sendiri yang ngehalangin jalan Haidar kok yang dituduh Haidarnya sih hmmm". ucap salah orang yang berada di parkiran tersebut.


Dirumah Adelia


“Huh kesel banget deh.” Desis Adelia saat menjatuhkan dirinya disofa empuk ruang tamunya.


“Kenapa Del? Tumben pulang sekolah udah marah-marah aja, biasanya rumah ini cerah ceria loh saat kamu datang” Ucap ayah Adelia.


“Terus kesalnya dimana Del?”Tanya ayah Adelia. Ia bingung dengan anaknya yang seketika raut wajahnya yang berubah-ubah.


"aku tidak tahu ceritanya mulai mana ayah". tambah Adelia.


“Hmmm, lagian Haidar itu sangat jutek, dingin kayak es balok ayah.” Ucap Adelia saat mengingat kejadian diparkiran tadi. Seketika raut wajahnya menjadi cemberut lagi.


“Jangan gitu dong sayang."Ucap ayah Adelia sambil mengusap lembut puncak kepala anaknya.


“ iya ayah.” Kata adelia sambil tersenyum. Ayah Adelia hanya menganggukkan kepalanya. Karena sekarang anaknya sudah tumbuh dewasa dan dia berhak untuk melakukan dan menentukan semua keinginannya asal jangan terjerumus kedalam kegelapan.


Dirumah Haidar


Ia merasa sangat kesal karena sikap Adelia tadi, karena semua orang memperhatian mereka seolah olah merekalah yang menjadi pusat perhatian diparkiran tadi.


“Huh hari yang melelahkan.” Ucap Haidar sambil menjatuhkan dirinya dikasur saking lelahnya. Saat itu ia tidak sadar kalau bunda nya sedang berada di kamarnya.


“ Haidar kamu kenapa sayang? Gimana hari pertama disekolahmu, apakah sangat menyenangkan? Ucap Ratnasari dengan nada lembutnya.


“Pertanyaannya satu-satu yah bun hehehe.” Sambil memamerkan deretan giginya. Bunda Haidar hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tinggkah anaknya yang super tampan ini.


Haidar duduk dipangkuan bundanya dan mengusap lembut rambut anaknya.


“Tadi itu loh bun saat aku sampai disekolah, nah aku cari lagi ruang kepala sekolah, terus ada cewek yang aneh nabrak aku bun terus akunya yang diomelin kan dianya yang salah masa jalan malah fokus sama ponselnya lagi. Huh dasar cewek aneh.” Desis Haidar. Ratnasari hanya bisa tersenyum melihat anaknya yang sedang kesal.


“Mungkin dia jodohmu Haidar.” Ucap Ratnasari dengan bercanda.


“Apa sih bun jangan bicara aneh-aneh deh. Biar tuhan aja yang ngatur semuanya.” Ucap Haidar. Ratnasari hanya bisa tersenyum melihat tingkah anaknya. Beberapa saat Haidar pun tidur dipangkuan bundanya. Ratnasari keluar dari kamar Haidar secara perlahan.


Dikamar Adelia


Adelia sedang memandangi ponselnya yang selalu saja bergetar. Ia pun melihat apa yang membuat ponselnya rame. Dan ternyata grup ciwi-ciwi yang beranggotakan Safira,Friska,dan juga Kirana.


GRUP WhatsApp Ciwi-Ciwi


* “Gusy ke cafe yuk lagi bosen nih tinggal dirumah.” Pesan Safira.


* “Bagus tu, ke cafe yuk kebetulan gue lagi nggak ada kerjaan.” Pesan Kirana.


* “Otw guys.” Pesan Kirana.


* “Del loh harus ikut yah.” Pesan Friska.


* “Yah pasti dong.” Pesan Adelia


Adelia sedang bersiap-siap, ia menggunakan gaun hijau tua sampai lutut yang memiliki lengan yang pendek. Dengan lapisan make up tipis. Dan juga ia mengangkat rambutnya sehingga memperlihatkan lehernya yang mulus dan juga putih. Sehingga membuat dirinya terlihat tinggi dan juga sempurna.


“Perfect” ucapnya sambil mengacungkan kedua jempolnya.


Diruang tamu


Adelia berlari memeluk papanya dan berkata “pah aku ingin pergi ke cafe ama temen yah?


“Iya kamu hati-hati yah sayang. Jangan nakal-nakal yah.” Kata ayah Adelia


“Siap bos". sambil hormat kepada papa nya."Yaudah yah ayah Adelia berangkat dulu. Dadadah.” Sambil melambaikan tangan kepada ayahnya.


Didalam taxi


Adelia naik taxi online menuju ke cafe tempat mereka janjian. Diperjalanan Adelia tidak sengaja melihat Haidar sedang bersama seorang perempuan yang mungkin seumuran dengan mereka, yang pastinya perempuan itu bukan berasal dari sekolahnya. Adelia bertanya-tanya dalam hatinya.


Siapa perempuan itu? Apakah pacar Haidar? Turun nggak yah . Aduhhh pusing deh pikirnya. Adelia ingin sekali turun dari taxi tapi mengingat janji dengan teman-temannya sehingga ia mengurungkan niatnya untuk turun dari taxi.


Hai para pembaca Adelia. Ini adalah karya pertama saya jadi saya harap kepada para pembaca untuk dimengerti yah 🤗. Dan juga jangan lupa like, koment, and vote yah teman teman.🤗