Adelia

Adelia
Janji Hati


"Ngurusin anak dan rumah itu kewajiban elu, mikir dong!" ucap Geo dengan tatapan penuh kebencian.


"Gue ini udah cape kerja cari duit, apa gue juga yang musti momong anak dan beresin rumah? Otak lu dimana?"


Sebuah dorongan dari telunjuk besar Geo tepat pada kening istrinya.


Adelia hanya terdiam, kedua netra wanita itu sudah basah, air matanya tumpah mengalir dikedua pipinya.


"Apa selama ini aku nggak ngelakuin kewajiban aku?"


"Dari awal pernikahan yang ngerjain pekerjaan rumah itu aku, kalopun aku nyuruh orang, itu karena aku punya alasan yang kuat, kalo nyuruh orang juga aku yang bayar pake uang aku sendiri."


"Anak-anak aku titipin di ibu aku, toh beliau juga aku urus, nggak cuma sekedar nitipin doang, aku penuhin kebutuhannya."


"Jadi aku harus mikir apa lagi?"


"Kalo aku nggak punya otak, aku udah minta cerai dari dulu, sebelum ada Al."


"Aku emang udah nggak kuat hidup sama kamu, Geo. Aku nggak tahan sama sikap kamu yang selalu pengen bener sendiri."


Sayangnya seluruh perkataan itu hanya ada dalam batin Adelia, dia tak mengeluarkan suara, hanya tangisan saja.


"Kalo kamu fikir aku udah nggak becus jadi istri, ceraikan aku!" ucap Adelia seraya berdiri dan melangkahkan kakinya menuju rumah ibundanya.


Sampai disana dia tak banyak bicara, hanya mengambil Al dan kembali lagi ke rumah.


Geo sudah tak ada lagi di tempatnya, entah dia pergi kemana.


Adelia duduk bersama si bungsu Al yang sedang anteng dengan video kesukaannya, ibu tiga anak itu benar-benar merasa sudah hancur saat itu.


Tak ada lagi tempatnya mengadu, tak ada lagi kata-kata yang selalu menenangkannya, tak ada lagi orang yang dulu selalu membuatnya kembali tersenyum.


Wanita bertubuh mungil itu memeluk Al, anak itu menatap dan tersenyum. Tangis Adelia kembali pecah, kini kekuatannya hanya Al, anak kecil itu yang memberinya kekuatan untuk tetap bertahan mengarungi bahtera rumah tangga yang memang sudah tak ada bahagia di dalamnya.


Adelia hanya melaksanakan kewajibannya saja, dia tak pernah lagi meminta apapun, tidak banyak bicara, yang dia lakukan hanya untuk kebutuhan anak-anak dan rumah saja, suami, dia tak banyak berbuat jika tak diminta.


Hubungan intim mereka masih lakukan, tentunya sesuai permintaan dari Geo.


Seperti seorang babu dia bangun pagi dan menyiapkan segalanya hingga malam tiba.


Seperti layaknya seorang wanita bayaran, dia layani ***** suaminya tanpa cinta dan kasih sayang.


Adelia Putri yang disebut-sebut sebagai wanita tangguh oleh seseorang yang kini pergi menjauh.


Lihatlah dia yang sudah rapuh, dihancurkan oleh keadaan, ditinggalkan orang-orang yang dia sayang.


*****


Untuk kamu yang sudah menjauh...


Jangan sengaja menghilang, mengabaikan, atau berpura-pura sibuk, hanya untuk membuat orang yang menyayangimu ini pergi menjauh.


Bukan soal menguji seberapa jauh aku bersabar untuk bertahan, tapi sikapmu adalah perihal mempermainkan perasaan.


Bila sudah enggan bertukar kabar


Atau sekedar bercengkrama di dunia maya, lebih baik katakan saja yang sebenarnya


Tak usah banyak berencana yang memang tak pernah nyata dan tak pernah ada.


Semua itu hanya bujukanmu saja agar aku tetap mengharapkanmu bukan?


Jujurlah, kamu berharap aku pergi darimu


Kamu meminta aku pamit dari kisah kita


Begitukan maumu?


Kenapa tidak kau katakan saja berterus terang


Setidaknya itu langsung membuatku patah


Bukan perlahan mematahkanku