Adelia

Adelia
Bab 1


Pengenalan


Adelia Putri Arsawijaya


Dia siswi kelas 11 di SMA Tunas Bangsa, umurnya sekarang baru menginjak 17 tahun. Dia adalah seorang gadis cantik, berkulit putih, dan juga memiliki bola mata yang berwarna coklat. Dia juga biasa dipanggil dengan nama Adelia atau Adel. Dia anak pertama dari dua bersaudara.


Dia memiliki saudara laki-laki yang bernama Aditya Putra Arsawijaya yang sekarang umurnya sudah menginjak 13 tahun sekarang dia sekolah di SMP Taruna Bangsa.


Arsawijaya merupakan ayah dari Adelia yang sekarang ini sudah berusia 48 tahun. Beliau adalah seorang pengusaha sukses. Arsawijaya dikenal sebagai direktur yang tegas, tepat waktu, dan juga disiplin.


Sedangkan ibu Adelia bernama Elina yang berusia 47 tahun, beliau adalah sekertaris dari perusahaan Arsawijaya.


Adelia memiliki sifat yang keras kepala, cengeng, selalu memperjuangkan apa pun yang menjadi miliknya, dan juga masih bisa dibilang kekanak-kanakan, ia sering kali bertengkar dengan adiknya Aditya yang memiliki sifat yang sama keras kepala. Ayah dan ibu mereka sering kali memarahi mereka. Karena mereka hampir setiap harinya bertengkar.


Haidar Winata


Seorang pria yang berasal dari keluarga kaya. Rambut hitam, bola mata yang berwarna hitam, dan juga alis tebal yang biasa para gadis idamkan. Dia biasa dipanggil Haidar. Dia siswa baru kelas 11 di SMA Tunas Bangsa. Ia anak kedua dari dua bersaudara.Ia memiliki kakak perempuan yang bernama Keysa Winata. Dia mahasiswi semester lima.


Winata merupakan sosok ayah dari Haidar yang memiliki sebuah perusahaan yang sudah terkenal dimana-mana. Dan juga ibu Haidar yang bernama Ratnasari. Beliau bekerja sebagai sekertaris Winata.


Haidar yang memiliki sifat yang dingin, anti dengan para gadis-gadis, dan juga cerdas.


Itulah sedikit perkenalan antara Adelia, Haidar, dan juga keluarganya.


Di SMA Tunas Bangsa


Seorang pria tampan yang tak lain adalah Haidar yang sedang berjalan menuju ruang kepala sekolah. Akan tetapi ia tidak tahu dimana letak ruang kepala sekolah. Dan Adelia yang sedang fokus dengan ponselnya, tidak sengaja menabrak Haidar. Ponsel Adelia pun terjatuh.


“ Awww ponsel ku!. Kalau jalan liat-liat dong, kan ponsel ku jatuh gimana kalau nanti rusak hah?” ngoceh Adelia.


“ Yang seharusnya ngoceh itu saya bukan anda, udah tahu kalau jalan itu fokusnya ke jalan bukan ke ponselnya." tatap Haidar.


Adelia pun berdiri dan berbalik melihat siapakah pria yang sudah berani mengajarinya. Seketika raut wajah Adelia berubah yang tadinya kesal sekarang bertanya-tanya. Ia tidak pernah melihat Haidar sebelumnya.


"Hmm anda anak baru disini yah?. Karena saya baru pertama kalinya melihat anda. Tanya Adelia.


"Iya saya murid baru di sini. Dan saya sedang mencari ruang kepala sekolah. Apakah anda bisa memberitahukan dimana ruang kepala sekolahnya? tanya Haidar kembali.


"Disebelah sana" sambil menunjuk ke arah ruang kepala sekolah.


Dengan segera Adelia pun berlari ke kelasnya karena hampir bel pembelajaran dimulai.


Di kelas 11 IPA 2


“ Hay guys selamat pagi ” sambut Adelia dengan raut wajah yang sangat ceria seperti biasanya.


“ Pagi Del. Ceria banget ” ucap salah satu temannya yang bernama Safira.


Adelia memiliki tiga sahabat karib yaitu Safira, Friska, dan juga Kirana. Mereka baru kenal saat MPLS. Selama MPLS mereka selalu bersama.


“ Hmmm nggak kok, tadi aku kebetulan ketemu dengan murid baru dan tadi ponsel ku jatuh tapi untungnya tidak apa-apa kok.” Ucapnya dengan senyum manis.


“ Ohhh kirain apa.” Ucap Friska.


“ Eh udah denger nggak dikelas kita akan ada murid baru loh” ucap Kirana. Adelia yang dengan tampang bingungnya pun bertanya kepada Kirana.


“ Dari mana lo tau Ran”.


“ Tadi kebetulan aku lewat didewan guru, mereka membicarakan siswa baru itu dan ditempatkan dikelas kita.”


“ Ohhhh” ucap mereka bertiga secara bersamaan.


“ kok oh doang sih?” ucap Kirana dengan cemberut.


“ kan emang oh doang” Friska dengan tampang juteknya. Sedangkan Kirana mendengus kesal karena ketidakpeduliaan temannya itu.


“ hahahahaha” mereka bertiga pun tertawa saat melihat ekspresi temannya yang sangat kesal.


Ting ting ting


Kepala sekolah dan juga bu Evi wali kelas 11 IPA 2 menuju ke kelas 11 IPA 2 bersama dengan Haidar.


“ assalamualaikum wr.wb. anak-anak” ucap pak Adam kepala sekolah.


“ walaikumsalam wr.wb pak.” Ucap murid 11 IPA 2 secara bersamaan.


“ anak-anak dikelas kalian akan ada murid baru. Sini nak ayo masuk.” ucap pak kepala sekolah Haidar pun masuk ke kelas.


“ baik pak” ucap Haidar dengan nada lembut.


Seketika Adelia kaget saat pria yang ia tadi tabrak adalah murid baru di kelasnya. Raut wajahnya berubah menjadi gugup karena mengingat ia tadi memarahi Haidar padahal dirinyalah yang salah.


“ baiklah nak perkenalkan nama anda”


“ Perkenalkan nama saya Haidar Winta biasa dipanggil Haidar.”


"hai Haidarrrr" ucap satu kelas.


“baiklah anak-anak buatlah Haidar betah di kelas kalian, bapak permisi dulu yah anak-anak. Assalamualaikum wr.wb” ucap pak Adam sambil meninggalkan kelas tersebut.


“walaikumsalam wr.wb. pak” ucap semua murid secara bersamaan.


“ Haidar duduk disebelah Adelia yah”. Ucap bu Evi.


Kenapa harus dia yang duduk disebelahku?Masih mending aku duduk sendirian yang menjomblo disini. Gua nyaman menjomblo disini woee! Ucap Adelia yang hanya bisa berkata-kata sambil berteriak didalam hatinya. Dengan senyum paksa Adelia saat Haidar sudah duduk disampingnya.


“ Hay perkenalkan Adelia Putri Arsawijaya” sambil mengulurkan tangannya. Akan tetapi Haidar tidak membalas uluran tangan Adelia dan hanya bisa mengekspresikan tampang dinginnya. Adelia merasa sangat geram dengan tingkah Haidar.


Pria dingin, huh!. Kau sangat tampan aku menyukainya. Aku akan mengusahakan diri mu agar menjadi pacarku. Ucap Adelia didalam hatinya sambil tersenyum. Adelia memang udah sering pacaran tapi pacarannya tidak bisa bertahan lama paling lama pacarannya 3 bulan doang. Tapi saat bertemu dengan Haidar, entah mengapa Adelia sangat merasa bahagia dan juga nyaman saat melihat dan juga berada di samping Haidar.


Ting ting ting


Bel istirahat


Di kantin Adelia melihat Haidar sedang memesan bakso. Kemudian Adelia pun mencoba untuk mendekati Haidar.


“ Hai Haidar, pesan apa ?” dengan senyum manis Adelia.


“ Udah liat kan aku pesennya apa, pake nanya segala lagi.” Ucap Haidar dengan tampang dinginnya.


“ Dingin banget sih sama aku sama pak kepala sekolah aja tadi kamu bersikap lembut masa sama aku tidak sih.” sambil memamerkan deretan giginya.


“ Terserah gue.” tambah Haidar dengan tampang yang sama.


Setelah pesanan mereka jadi Haidar pun mencari tempat duduk. Dengan cepat Adelia menarik tangan Haidar untuk duduk didekatnya.


“ Duduk disini aja, kantin disini sudah penuh hanya tempat ku aja yang kosong.” Sambil memamerkan deretan giginya lagi. Dengan terpaksa Haidar pun makan bersama Adelia karena disana memang tempatnya sudah penuh.


Disisi lain


Safira, Friska, dan juga Kirana sedang menatap Adelia dengan kejauhan.


“ Gua bingung Adel tadi pagi sangat ceria deh, apakah mungki keceriaannya itu berasal dari Haidar? Apalagi tumben nggak gabung bareng kita?” ucap Friska yang tampak bingung


“ Mungkin Adel lagi jatuh cinta kali. Baru PDKTan gitu.” Sahut Kirana sambil tertawa melihat Adelia.


“ gua setuju dengan pendapat lo Ran temen kita lagi jatuh cinta kita tanyain aja nanti pas pulang sekolah.” tambah Safira. Mereka pun tertawa karena sahabatnya yang satu ini lagi merasakan jatuh cinta.


Karena tidak biasanya Adelia mendekati para cowok. Biasanya para cowok yang berusaha ngedeketin Adelia.


Hai para pembaca Adelia. Ini adalah karya pertama saya jadi saya harap kepada para pembaca untuk dimengerti yah 🤗. Dan juga jangan lupa like, koment, and vote yah teman teman.🤗