Nussa & Rara Get Married

Nussa & Rara Get Married
Bab 9


" Kamu cantik Ra.." Mama tersenyum puas memandangi Rara yang telah selesai dirias, dan air mata Mama menetes di pipi.


" Mama.. Kenapa menangis lagi? Rara akan sering - sering menginap dirumah Mama, jangan khawatir ya Ma, Rara gak bakal lupa kok Ma!"


" Assalamu'alaikum.."


" Kak Nussa..!" Rara memekik keras, seraya menghambur ke pelukan suara yang tiba - tiba muncul.


" Adiknya Kakak cantik ternyata.. Kakak kangen Ra.." Jawab si empunya, yang ternyata Nussa Kakaknya.


" Gaunmu kusut Ra, nanti makeup mu juga luntur, kalo nangis kek gitu. Kan Kakak sudah ada disini menepati janji Kakak yang akan hadir di pernikahan mu dan Erlangga."


Rara melepaskan pelukannya. " Kakak kenapa gak pernah kasih kabar! Kakak sibuk pacaran, Kakak ngak sayang sama Rara!" Rengek Rara manja.


" Huss.. Yang penting Kakak sudah ada disini kan ya..?"


***


" Gimana saksi?" Tanya pak penghulu dari KUA.


" Sah..!" Suara serentak mengema di gedung pernikahan.


Nussa melingkarkan cincin manis di jari Rara dengan lembut. Ada setitik air mata di pelupuk matanya Rara. Nussa menghela nafas pelan. Gak tahu harus bilang apa, harus kah sujud syukur, Rara sudah utuh menjadi miliknya, sebagai adik sekalian istri.


" Rara mengangguk pelan, mungkin sudah hampir habis air matanya karena menangis terus.


Erlangga menghilang begitu juga dengan keluarganya yang tidak muncul batang hidungnya, baik Papa atau Mama Erlangga yang telah dikenal baik sebagai sahabat Mama selama ini. Telepon nya bahkan tidak bisa dihubungi sama sekali.


Padahal semua persiapan sudah fix, tamu, saudara Rara dari pihak Mama dan Papa,teman dan para undangan yang akan menyaksikan ijab kabul pernikahan nya dengan Erlangga.


" Nussa.. Mama minta maaf dan meminta tolong, nikahilah Rara. Mama tahu kalian bukan saudara kandung, karena pernikahan ini sudah dipersiapkan, dan untuk menghindari kejadian yang memalukan ini. Mama memohon nikahilah Rara anak Mama!" Kata Mama Dina memohon dan bersimpuh di kaki Nussa.


Nussa dengan sigap ikut bersimpuh juga, menegakkan tubuh Mama. Posisinya bertukar tempat, Nussa lah yang jadi bersimpuh dihadapan Mama Dina.


" Ijinkan Nussa menikahi Rara Ma.. Nussa berjanji akan membahagiakan Rara lahir dan batin, Nussa berjanji tak akan menceraikan Rara sekalipun." Janji Nussa dihadapan Mama Dina.


Rara terpaku, air matanya menetes bahagia, ada perasaan haru, senang dan bahagia, meskipun ketidakhadiran Erlangga calon suaminya yang telah membuat nya bersedih tapi di sisi lain Rara merasakan bahagia, entahlah mengapa. Rara tak bisa menjelaskan.


" Tapi Kak! Bagaimana dengan Kak Niken?" Tanya Rara.


" Kakak nanti yang akan menjelaskan semuanya, tenanglah Ra, yang penting pernikahan ini tetap berjalan. Mengenai bagaimana - bagaimananya nanti dapat dibicarakan lagi, yang penting Kakak siap menggantikan Erlangga Ra."


Rara memasuki kamarnya, melepas gaun pengantin nya, membersihkan sisa makeup, dan memastikan dirinya dalam bathtub dengan berendam di dalam kamar mandi. Rasanya huru hara kejadian hari ini melelahkan pikirannya.


Entahlah Rara harus bagaimana, sedihlah atau bahagia menikah dengan Kakak, yang notabene hanya Kakak angkat saja, tidak ada ikatan darah sekalipun, jadi pernikahan ini sah dimata agama dan hukum yang berlaku di negara Indonesia. Akankah Rara memainkan perannya sebagai seorang istri atau tetap seperti biasa menjadi adiknya.