
Aussie
Seorang pria duduk di sebuah bar, dengan setengah mabuk. Beberapa kali tangannya menekan tombol handphone.
Seorang wanita cantik beberapa saat menghampirinya, wanita itu adalah Niken dan pria itu adalah Erlangga.
Mereka berdua asyik bercerita, dan terhanyut bersama minuman yang memabukkan.
Erlangga mengucek matanya yang masih agak mengantuk, sepertinya perutnya ada yang menindih terasa berat sekali.
Deg.. " Ada tangan melingkar !?" Erlangga buru - buru bangun dari tidurnya, penasaran dengan siapa yang telah melingkarkan tangan diperutnya.
" Niken..!?" Dilihatnya Niken yang polos tanpa selembar apapun, dan tidak jauh beda dengan dirinya yang juga polos.
Kepalanya berdenyut pusing, kenapa bisa begini, semalam mereka berdua kebanyakan minum, Erlangga mengingat dengan susah payah, Erlangga mengantar Niken ke apartemen nya, dan selanjutnya Erlangga tidak tahu apa - apa.
Ada darah segar telah mengering di sprei, itu artinya Erlangga orang pertama yang telah menodai kesucian Niken.
" Maafkan aku Niken" Seharusnya semalam aku menghabiskan malam pertama dengan Rara, Karena Erlangga melarikan diri, tidak datang pada pernikahan nya, karena yang Erlangga tahu, ternyata didalam buku harian Nussa yang tidak sengaja Erlangga temukan di kamar Nussa, ternyata Nussa sangat mencintai Rara.
Erlangga juga tahu sebenarnya Rara juga sangat mencintai Kakak angkat nya, itu Erlangga ketahui disaat Rara pingsan sehari setelah Nussa pergi ke Aussie, dan ber hari - hari Rara tidak sadar, dalam ketidaksadaran Rara selalu menyebut nama Kakaknya.
" Rara sayang sama Kakak, Rara cinta Kakak." Itu yang terdengar jelas di telinga Erlangga ketika Rara masih tidak sadar.
Erlangga sangat mencintai Rara dengan segenap jiwa, tapi Erlangga juga tak mau jahat, dan tak mau berpura - pura untuk tidak tahu dengan keadaan itu. Oleh karena itu Erlangga sengaja tidak menghadiri pernikahannya dengan kata lain sengaja menghilang, demi membuat Nussa dan Rara bersatu.
***
" Pulang jam berapa Ra?" Tanya Nussa singkat.
" Jam sebelas Kak!" Jawab Rara.
" Kakak jemput ya..?"
Dan kehidupan dua manusia itu yaitu Nussa dan Rara kembali pada kehidupan yang seperti dulu, saat mereka menjadi Kakak dan adik, mereka tetap tidur di kamar masing - masing walaupun status mereka sudah menjadi suami istri yang sah.
Rara juga masih berkuliah di semester akhir, Nussa sibuk memimpin usaha Mama Rara di kantor, sedangkan Mama Dina mama yang telah mengangkat Nussa sebagai anak dan juga sebagai mertua Nussa kini di Aussie melanjutkan proyek Nussa di Aussie yang belum selesai,dan akan pulang setelah proyeknya berakhir.
" Ra.. yang kemarin Kakakmu ya? Kata Agnes tiba - tiba.
" Iya.. kenapa Nes?"
" Kayaknya aku naksir deh.. Boleh ya aku dikenalin." Jawab Agnes merajuk.
" Kenalin aja lho.. Kakak aku dah nikah lho!"
" Serius Ra? Wah gagal deh.. Tak kirain belum punya istri, gak jadi deh Ra.."
Hmmm.. Rara bernafas lega, Taulah si Agnes cantik tapi kayak playgirl gitu. Pacarnya juga banyak gonta ganti lagi. Sebenarnya anaknya baik pintar lagi, masalah nilai selalu bersaing dengan Rara.
" Kayaknya aku bakalan setia deh Ra, kalau punya pacar kayak Kakakmu, sayangnya dia sudah ada yang punya. Kelihatannya bisa menjadi imam yang baik yang selama ini aku cari - cari." Guman Agnes sedih.
" Emang lu mau jadi pelakor, amit - amit deh Nes, cari imam yang lain yang masih menjomblo, jangan punya orang lu embat."