Nussa & Rara Get Married

Nussa & Rara Get Married
Bab 7



Nussa mengusap keningnya yang tiba - tiba berkeringat, terlihat di status WhatsApp Erlangga memperlihatkan foto yang memperlihatkan jemari Erlangga dan Rara adiknya yang saling bertautan dengan sepasang cincin di jari masing - masing.


"Ra.. Kakak kangen.." Batinnya sedih dalam hati, sesakit inikah mencintai seseorang tapi tak bisa mengungkapkannya, betapa sesak dada ini.


" Permisi.. Pak di luar ada nona Niken." Ucap sekretaris Evy.


" Ok, persilakan masuk Evy !"


Niken adalah perempuan yang energik, dia teman kuliah Nussa dan Erlangga, mereka sama - sama mengambil jurusan yang sama. Nussa tahu bahwa Niken memiliki perasaan kepada Nussa, tapi selama ini sikap Nussa biasa aja, mungkin terkesan jahat hanya memanfaatkan sebagai pengalihan perasaannya kepada Rara.


Nussa bahkan membiarkannya bersikap seperti layaknya seorang kekasih, Niken kerap memanggil sayang, bahkan tak sungkan - sungkan menyuapi Nussa, padahal Nussa sendiri tak pernah menyatakan cinta dan sebaliknya Niken juga tak pernah menyatakan cinta. Seperti itulah keadaan berjalan dengan sendirinya.


Bahkan Niken kerap membuat status di WhatsApp nya semua kebersamaan dengan Nussa, dan Nussa hanya diam saja tidak protes ataupun memberi komentar, Nussa sudah lelah dengan kekalutannya, perasaan rindunya yang semakin membuncah, membuatnya lemah tak berdaya.


" Nussa, kau pingin makan apa? Ayo kita makan diluar, ke restoran tempat biasa makan steak ya.." Rengek Niken manja.


" Terserah kau saja Ken !" Sahut Nussa tak bersemangat, bayangan jari jemari Erlangga dan Rara menari - nari di pelupuk matanya.


" Beberapa hari lagi Rara akan menikah, harusnya kau senang kan ya? Apa kau tak suka atau tak setuju Erlangga menikahi Rara?"


" Kenapa kau berpikir sejauh itu?" Protes Nussa cepat. " Sebagai kakak aku bahagia melihat adiknya akan menikah, apalagi Erlangga kita semua sudah tahu, apa yang mesti harus diragukan lagi dengan. Erlangga !"


" Mungkin murung mu menandakan kau sedih sebentar lagi Rara tidak akan tinggal lagi di rumah itu, Erlangga pasti akan membawa Rara ke rumah yang baru dibangunnya, rumah impian seperti yang dia bagi di status WhatsApp nya tempo hari kan Nussa?"


Nussa hanya mengangguk lemah tak bersemangat, sebenarnya dia tak enak hati, dengan sikap cueknya akan menyakiti perasaan Niken, perempuan yang telah rela bersabar mesti Nussa terkadang acuh dingin.


" Oh ya Nussa, antar aku beli kado buat Erlangga dan Rara. Sepertinya aku tak bisa hadir, di tanggal itu, kebetulan adik bungsu Papa akan menikah, jadi aku hanya bisa menitipkannya padamu. Kamu kan tahu kesukaan Rara seperti apa, nanti aku pilihkan ya kado buat Rara yang pantas mana."


Nussa mengangguk pelan, tangan Niken telah bergelayut manja di tangan Nussa mesra, begitulah Niken, orang yang melihat mungkin akan menyangka mereka sepasang.


Niken memilih gaun cantik dan sederhana namun kelihatan elegan, dan itu adalah pilihan Nussa. Niken ngotot supaya Nussa lah yang memilihkannya.


" Kapan rencanamu terbang pulang ke Indonesia Nussa?" Tanya Niken tiba - tiba.


" Aku pulang di hari H tepat pernikahan, ada yang penting yang gak bisa aku tinggal, yang penting 2 jam sebelum akad nikah aku sudah sampai dirumah. Dan itupun aku juga sudah booking tiket langsung untuk balik ke Aussie lagi." Nussa menjawab dengan agak setengah enggan berbicara.