Nussa & Rara Get Married

Nussa & Rara Get Married
Ekstra Part


" Ra ! Kenapa senyum - senyum ? Hmm.."


Nussa memeluk Rara dari belakang dan bertanya setengah berbisik di telinga Rara.


Jantung Rara seakan berdesir, berdetak tak karuan, meskipun mereka sudah making love beberapa kali bahkan sekarang sedang ada baby di perut Rara tapi berasa seperti baru pacaran saja, Rara sering salah tingkah, pipinya merah merona, dan itu yang disuka dari Nussa, ketika Rara tersipu malu.


" Izz.. Kakak ni.. Suka bikin orang kaget ya? Suka banget bikin Rara kayak gini." Protes Rara.


" Apa yang lucu Ra? Ceritain gih.." Nussa merajuk sambil menciumi pipi Rara dan tangannya mengelus - Elus lembut perut Rara.


" Hm.. Aku lucu saja si Kak.. Lihat tingkah Kak Niken yang masih kolokan dan manja."


"Kapan kamu ketemu Niken?" Nussa jadi penasaran.


" Tadi pagi di klinik, dia pasien pertama dokter Amel, awalnya aku ngak ngeh kalau itu Kak Niken sama Kak Erlangga. Soalnya mereka tertutup memakai masker semua, jadi aku lihatnya sambil lalu Kak. Tapi tiba - tiba Kak Erlangga memanggil namaku Kak! Akhirnya aku bawa mereka keruangan ku Kak."


Tiba - tiba Nussa mengendong Rara ke tempat tidur. Rara kaget tapi tak memprotesnya, mungkin Nussa tau Rara kecapaian dengan posisi berdiri di balkon.


" Aku meminta penjelasan pada Kak Erlangga Kak, dan aku sudah merasa puas dengan penjelasan Kak Erlangga. Kita berhutang dengan kemurahan hati Kak Erlangga lho Kak!"


" Sejak kapan Kakak memiliki perasaan cinta sama aku?" Kata Rara cepat.


" Sejak dulu sayang.. Sejak Rara kecil yang sering diajak Mama ke panti. Kakak kan dulu sering menghibur Rara kalau Rara kecil rewel. Entahlah ada perasaan Kakak ingin selalu melindungi dan mendampingi Rara selamanya. Kakak waktu itu hendak jujur mengenai perasaan Kakak, tapi tiba - tiba Erlangga datang ke kantor dan memohon untuk membujukmu agar menerima cintanya, Kakak mesti bilang apa Ra, seperti hati yang tercabik - cabik Ra, tapi Kakak sadar akhirnya mengiyakan, mesti berat."


" Tapi Kakak kan juga pacaran kan dengan Kak Niken?"


" Kakak tidak pernah pacaran dengan Niken, dan Kakak tak pernah menyatakan cinta padanya, tapi Kakak membiarkan Niken seolah - olah Kakak kekasihnya, kasihan dia, betapa jahatnya Kakak hanya mempermainkan perasaannya saja, sesungguhnya Kakak sudah mengatakan kalau Kakak tidak punya perasaan sedikitpun tapi dia tetap seperti itu." Nussa menjelaskan panjang lebar.


" Lalu apa yang membuatmu senyum - senyum ?"


" Kak Niken mengancam ku Kak, untuk tidak bertingkah macam - macam, dia takut Kak Erlangga berpaling karena Kak Erlangga masih belum begitu move on padaku, dan lucunya dia bergelayut manja persis seperti yang dia lakukan kepada Kakak dulu." Bibir Rara tersungging membayangkan kejadian itu lagi.


" Salahku juga Kak, aku terima Kak Erlangga karena Kakak tiba - tiba dekat dengan Kak Niken, aku menyangka kalian pacaran, karena Kak Niken nempel Kakak terus. Izz.. aku cemburu sama Kak Niken Brati ya..?" Kak Erlangga jadi pelarianku saja."


Nussa memeluk erat tubuh Rara.


" Syukurlah kita bisa bersatu sekarang Ra, mulai sekarang kita harus sama - sama terbuka agar tidak ada orang lain yang tersakiti."