Nussa & Rara Get Married

Nussa & Rara Get Married
Bab 4


Rara meraba - raba sprei di kasur Kak Nussa, melihat bantal dan gulingnya, membayangkan jika Kakaknya sedang tidur disitu. Badan Rara semakin demam saja, entahlah tiba - tiba perut Rara mual, nafas Rara juga terasa sesak. Rara kembali menangis sedih.


Rara terbangun, sepertinya tangannya ada yang menggenggam, bingung dimana ini, seingatnya terakhir dia berada di kamar Kak Nussa, dimana ini, dilihatnya seorang berambut cepak, laki - laki sedang tidur di samping tempat tidurnya, menelungkupkan wajahnya, Rara semakin bingung saja.


Dilihatnya seperti suasana pagi, tepat di depannya jam dinding menunjukkan pukul 6, ini berarti jam 6 pagi, tunggu.. tangannya dipasangi selang infus, bahkan ruangannya seperti di rumah sakit. " Apa aku di bawa ke rumah sakit, terakhir memang aku merasakan demam" batin Rara.


" Kamu sudah sadar Ra? Bagaimana keadaanmu, masih sakit?"


Dan ternyata dia adalah sesosok Erlangga, lelaki yang sebentar lagi jadi suaminya.


" Kenapa aku ada disini Kak?" Tanya Rara.


" Dua hari Ra, kamu ngak sadarkan diri, badanmu panas, kamu terkena sakit tipes kata dokter. Aku bergantian jaga dengan Mama Dina. Dan semalam aku yang jaga."


" Terimakasih Kak! Maaf jadi merepotkanmu."


" Sudahlah yang penting kamu harus sembuh, bentar lagi kita menikah."


Rara mengangguk sedih, bisa - bisanya tidak sadar selama dua hari pikir Rara mengeleng - gelengkan kepalanya.


" Aku panggilin perawat ya Ra." Ujar Erlangga membuyarkan lamunannya.


Dan Rara mengangguk.


" Mama sibuk apa si? Kenapa tadi ngak ada di rumah sakit Ma? Aku sudah pulang pun Mama ngak ada di rumah." Rara akhirnya menelpon Mamanya.


" Maaf Ra, Mama sibuk sekali, kebetulan hari ini ada tamu penting Ra, jadi Mama ngak bisa nemenin kamu. Mama juga sudah pesan sama Erlangga untuk menemani kamu."


" Kasihan kan Ma, Kak Erlangga, dia juga mesti berangkat kantor Ma.." Protes Rara.


Erlangga tiba - tiba memeluk Rara dari belangkang, sambil membisikkan sesuatu di telinga Rara.


" Aku lagi ngak sibuk sayang... Lagian kamu kan calon istri aku, kenapa sungkan - sungkan si?" Erlangga mempererat pelukannya. Dan Rara sedikit risi.


" Kak Er, Rara kan belum mandi, bau lho!" Rara berusaha melepas pelukan Erlangga calon suaminya.


Erlangga tersenyum kecut, selama berpacaran dengan Rara, tak pernah dia dan Rara romantis seperti layaknya sepasang kekasih. Rara sangat menjaga dirinya, dia berpegang teguh dengan agamanya, gadis cantik yang selalu tertutup pakaiannya, selama ini pun tak pernah ada yang namanya berciuman, hanya sekedar pipi aja susah.


Pernah dulu Erlangga mencuri cium kening Rara, tapi Rara marah setengah mati, bahkan Rara mengancam putus apabila Erlangga melakukan lagi, Rara berjanji baru setelah menikah Rara akan memberikan semuanya.


Dan satu hal unik tentang Rara calon istrinya adalah seorang wanita yang sangat jago karate tapi juga dia juga pandai sekali dalam memasak, masakannnya super lezat, sehingga Mama dan Papanya kepincut menjodohkannya, hanya karena tak sengaja memakan masakan Rara ketika bertandang ke rumah Rara yang notabene Mama Dina adalah sahabat Mama dan Papa Erlangga.


Gadis cantik berkulit putih, berhidung mancung, wajah imut dan berlesung pipit dan Rara baru genap berumur 20 tahun, dan masih menjadi mahasiswa sekolah keperawatan, yang sebentar lagi lulus.