Nussa & Rara Get Married

Nussa & Rara Get Married
Bab 13


Rara melihat ada panggilan telpon dari Niken, Rara menatap Kakaknya, sekilas Nussa melirik layar handphonenya.


" Angkat saja telponnya dan dijawab Rara sayang... hmm..."


" Haa.. Kakak bilang sayang ya" Pipi Rara kayaknya jadi merona ni.."


" Assalamu'alaikum, iya Kak Niken, maaf Kakak sedang menyetir jadi gak bisa menjawab telpon."


" O iya sampaikan ke Nussa, ada hal penting, aku harap Kakakmu bisa terbang ke Aussie. Terimakasih Rara sudah membuat impian Kak Niken berantakan."


Rasanya dada Rara sakit seperti ada palu menghantam. Ucapan Kak Niken menusuk sekali di hati. Nussa menepikan mobilnya, karena dia juga ikut mendengarkan ucapan Niken.


" Gak usah didengerin ucapan Niken, mungkin nanti sore Kakak akan terbang ke Aussie, dan akan langsung pulang setelah bertemu dengan Niken. Kamu gak papakan Ra?"


" Rara gak papa Kak! Rara juga kasihan sama Kak Niken, sebagai sesama seorang wanita Rara bisa merasakan sakitnya. Sampaikan pesan maaf untuk Kak Niken ya, apa Kakak ceraikan Rara saja dan Kakak bisa kembali ke Kak Niken."


Nussa menahan mulut Rara untuk berbicara lagi.


" Sst stt.. Kakak tidak akan pernah menceraikan Rara, seperti janji Kakak kepada Mama."


Nussa berujar mantap, dan memberikan ciuman hangat di kening Rara.


Dan malamnya Nussa tidak pulang, seperti yang Nussa bilang bahwa sore akan terbang ke Aussie. Rara liat ada jadwal penerbangan malam jam 8. Sampai sana tengah malam tidak mungkin mereka bertemu, paling tidak Kak Nussa akan pulang ke rumah di Aussie, dan disana bisa bertemu Mama.


Mungkin baru esoknya Kak Nussa dan Kak Niken baru bisa bertemu. Rara jadi kangen sama Mama, lama Mama gak memberi kabar, Rara pun lupa untuk menanyakan kabar.


Rasa haus tiba - tiba datang, Rara males keluar kamar, jam menunjukkan jam satu malam. Rara menyeret langkahnya keluar kamar.


" Huh lega rasanya sudah minum" Batin Rara.


" Haus Ra..?" Suara khas Kak Nussa ditelinga. Rara tersenyum lega.


" Kakak mengagetkan ku saja!" Jawab Rara sewot, Nussa mempererat pelukannya dan Rara diam menikmati.


" Kok cepat sekali Kakak pulang dari Aussie? Aku pikir besok Kakak baru pulang."


" Selepas mengantar mu ke klinik Kakak langsung ke bandara Ra, kan Kakak sudah bilang akan pulang setelah urusan selesai Ra."


" Kakak sudah makan atau belum? Kalau belum Rara buatin makanan ala kadarnya ya?"


" Kakak bikinin mie kuah yang segar, seperti yang biasa Rara buat, rasanya lama Ra kamu gak bikin itu."


Nussa mengecup kening Rara, melepaskan pelukannya memberi kesempatan Rara untuk memasak mie kuah.


Kakak mau membersihkan badan, mengganti baju dulu Ra, rasanya gerah."


" Terimakasih Rara, rasanya segar banget, mantap pedasnya, jadi byar mata Kakak gak ngantuk lagi."


" Kalau ngantuk kan ya wajar Kak! Inikan sudah malam, jamnya orang tidur, Kakak juga seharian capek, ya Kakak mesti tidurlah. Rara juga mau melanjutkan mimpi Rara lagi di tempat tidur."


" Selamat tidur Kakak.. Semoga mimpi indah ya.. Eh salah mimpi Niken! Kok Indah si .?". Canda Rara, ketika Rara telah sampai di depan kamarnya, karena duluan kamar Rara daripada kamar Nussa.


Nussa tersenyum, rambut Rara diacak - acak.


" Kamu berani ya godain Kakak Ra! Hmm.."


.