Nussa & Rara Get Married

Nussa & Rara Get Married
Bab 14


Rara terbangun, sepulang dari klinik Rara berasa capek, banyak pasien hamil hari ini, seperti dua kali lipat dari hari biasa, padahal Dokter Amel sudah menyuruh Rara istirahat, gantian dengan perawat lain,tapi Rara menolak. Mungkin Dokter Amel gak enak, karena Rara si empunya klinik. Tapi Rara gak mau, Rara hanya mau profesional dalam bekerja.


" Huff jam empat sore ternyata" Guman Rara, Dan beranjak menyambar jubah kamar mandi, menuju kamar mandi.


Rara keluar kamar, sudah wangi rapi dan cantik.


" Aku berasa masih sendiri seperti belum nikah dan masih gadis perawan."


" Iyalah aku kan masih virgin Kan.. Kak Nussa aja belum sentuh aku." Rara berkomunikasi sendiri dalam hati.


" Ngomong - ngomong Kak Nussa udah pulang belum ya?" Rara melenggang ke kamar Nussa.


" Kak.. Kakak.. Tok tok tok." Ga ada sahutan.


Rara menekan gagang kunci kamar Kakaknya.


" Ceklek!" Ternyata kamar Kak Nussa zonk, brati Kak Nussa masih di kantor.


Rara hendak keluar kamar, ketika suara khas Kakaknya memanggil nya.


" Eh putri tidur sudah bangun!" Kata Nussa cepat, Nussa hanya memakai handuk saja, badan Kakak putih bersih atletis.


Rara jadi malu menunduk, " Ih Kakak kirain belum pulang, taunya gi mandi, ya udah Rara mo keluar dulu."


" Ngapain malu - malu kek gitu Ra, kalau mau gak usah keluar, nungguin Kakak ganti baju juga boleh."


" Ih.. Kakak !" Rara berlari keluar.


" Ra, ada undangan di dari Tante Dita, anak Tante Dita si Rere mo nikah lho. Kakak kelupaan, mo ngasih tahu kemarin. Ayo Ra ganti baju kita ke Bogor."


" Asyik.. Mumpung besok libur, bisa nginep ni dirumah Tante!"


" Ok, siap Kakak !" Rara segera bergegas ke kamar.


" Ra.. Kok diam aja?" Nussa menggenggam tangan kiri Rara, Deg.. Jantung Rara berdetak kencang.


" Izz.. Kakak nih, ngagetin Rara aja, Kan Kakak gi nyetir, udah konsen sama setir bundarnya aja.. Rara berasa ngantuk lagi Kak, tau ni tadi di klinik rame banget pasiennya, jadi berasa capek ni badan."


" Pantesan Ra, tidur mu sudah kayak pules gitu, dibangunin gak melek- melek, ngowoh lagi Ra."


" Ye... sendirinya juga suka ngowoh kok! Kakak ni suka isengin Rara tidur, awas ya ntar kalau Kakak tidur, aku kasih garam mulut ngowohnya."


***


" Tante Dita..! Rara kangen.." Rara memeluk adik Mama, si Rere ceriwis juga, cubit - cubit pipi Rara.


" Sakit Re, pipimu chubby enak dicubit, pipi aku kek gini Yo tambah sakit kan ya!"


" Ra, critain doank nikah itu gimana, terutama malam pertamanya Ra?"


Rara mendelik, melirik Nussa disebelah nya jadi gak enak, si Rere mah gak ada malu - malunya ya."


" Rahasia doank.. Sabar Napa Re, besok malam kan kalian sudah sah. Pamali nanya kek gitu.. Ih udah ni geli ,biasaan ya kamu suka pegang - pegang perut! Pingin ya perut langsing kek gini..?" Kata Rara pasang wajah sebel sama Rere.


" Ngomong - ngomong perutmu udah ada debaynya belum Ra? Kalau kamu hamil, trus aku menyusul hamil, anak kita seumuran ya Ra! Kayak kita seumuran..!"


" Rara jadi tersipu lagi, udah kayak kepiting direbus aja muka Rara.


" Doain aja Re.. Cepat dikasih." Jawaban bijak Kak Nussa.


" Kamarnya udah Tante siapin Ra, bawa tasmu masuk ke dalam gih.. Istirahat dulu, kalian kan habis perjalanan jauh.