Nussa & Rara Get Married

Nussa & Rara Get Married
Bab 3


" Kak Nussa.. Aku ajarin pr matematika, ni agak susah, guru yang biasa kebetulan sedang sakit dan dirawat di rumah sakit, ni penggantinya ngak enak jelasin materinya Kak!" Rengek Rara.


Kak Nussa saat itu sedang tiduran di tempat tidur, alhasil mereka belajar di atas tempat tidur. Hampir dua jam mereka berkutat dengan rumus matematika, Rara benar - benar capek, tapi Kak Nussa benar - benar pandai, yang tadinya ngak paham jadi paham. Sedetik kemudian Rara menguap.


Tepat jam 11 malam Rara terbangun, Rara kaget ternyata disebelahnya Kak Nussa juga tertidur, dipandangnya Kakak angkat nya itu, hati Rara tiba - tiba berdetak tak karuan. Perasaan apa itulah merayap dan tiba - tiba muncul.


Lama Rara memandang Kakaknya tidur, betapa tampan dan tenang pembawaannya, Rara merasa damai melihat Kak Nussa tidur. Ingin sekali Rara mengecup keningnya. Tapi Rara malu, Rara sekarang bukanlah Rara kecil yang dulu, sekarang mereka sudah sama sama beranjak dewasa, apalagi status Kak Nussa bukan saudara kandung, Sekarang agak risih, meski kadang Rara masih manja.


Pelan - pelan Rara membereskan buku - bukunya yang berantakan, hati - hati Rara mengumpulkan alat - alat tulisnya. Kasihan takut Kak Nussa bangun.


" Ups.. pena Rara jatuh di dekat tubuh Kakak, bagaimana ini, Rara bergerak pelan mengambilnya, pikirannya konsentrasi untuk meraih benda itu tanpa menimbulkan berisik supaya Kakaknya Nussa tidak terbangun.


" Ra.. Kamu lagi ngapain ? " Tiba - tiba Nussa terbangun


Rara yang tidak menyangka Kak Nussa jadi terbangun, Rara terlonjak kaget, dan ' Brug" tubuh Rara jatuh tepat di atas tubuh Nussa.


Hanya sekian detik mereka saling berpandangan. Tangan Nussa mengusap lembut rambut Rara, hawa dingin AC dan kesunyian kamar, menambah suasana syahdu. Mereka saling bertatapan, Jantung Rara berdetak kencang tak karuan.


.


" Maaf Kak, aku ketiduran di kamar kakak, dan aku sedang membereskan semua alat tulisku, tapi pena aku jatuh di dekat tubuh Kakak, dan kakak tiba - tiba bangun, aku kaget Kak, maaf karena kaget aku terjatuh menimpa tubuh Kakak." Rara berangsur turun dari tubuh Kak Nussa dengan kikuk.


" Jam 11 an Kak! Terimakasih ya Kak sudah mengajari pr, aku yang sulit, aku mau balik ke kamar dulu ya.. Dah Kakak.. Selamat tidur." Terang Rara.


" Iya Ra.." Jawab Nussa.


***


" Non.. Non Rara makan non !" Suara ketokan pintu diluar dan suara bik Yen membuyarkan lamunan Rara. Dan Rara bergegas turun, Rara ngak enak hati, sudah berapa kali bik Yen bolak - balik ke kamarnya, segera Rara bangun dari tempat tidur dan membuka pintu.


" Bentar bik, bentar lagi aku turun ke bawah." Jawab Rara pelan.


Rara mengambil nasi hanya sedikit, itupun susah payah Rara berusaha menelannya. Rasanya benar - benar malas. Ditambah tubuhnya agak demam.


Rara perlahan menaiki tangga menuju kamarnya, dilihatnya kamar Kak Nussa disamping kamarnya yang sekarang pintunya tertutup. Rara membuka kamar Kak Nussa pelan.


Meja belajar Kak Nussa juga rapi, disitu ada pigura foto dirinya dan Kak Nussa sedang berswafoto berdua di Mall, waktu itu mereka iseng mencoba foto box yang ada di Mall. Layaknya seperti foto sepasang kekasih saja batin Rara. Kenapa foto dengan Kak Niken ngak ada ya? Pikir Rara mencoba mengingat.


Kamar Kak Nussa terlihat rapi, bau aroma tubuh dan wangi khas parfum Kak Nussa menambah kerinduannya. Rara duduk di tepian kasur, terbayang olehnya biasanya Kakak Nussa tidur disini.