Nussa & Rara Get Married

Nussa & Rara Get Married
Bab 6


" Kamu cantik sekali Ra, gaun itu cocok dipakai kamu sayang.." Puji Erlangga cepat, matanya berbinar bahagia.


" Kak Er, biasa aja kok! .. Basi ah.. Rayuan pulau kepala niye.." Ledek Rara.


" Gemas aku Ra, rasanya pingin cepat - cepat nikah deh, masih ada dua Minggu lagi ya Ra..?"


" Waduh calon menantu Mama cantik sekali.." Puji Mama Erlangga kepada Rara.


" Biasa saja kok Tante.." Jawab Rara tersenyum simpul.


" Kamu ini Ra, masih panggil Tante terus, kapan panggil Mamanya!" Protes Mama Erlangga.


" Iya Ma, Rara mencoba belajar ni.."


" Coba Ma, minta tolong difotoin kita berdua."


Mama Anita menggambil beberapa foto Rara dan Erlangga dengan baju yang sedianya akan dipakai di acara pernikahan nanti.


" Oh ya Ra, nanti aku ijin masuk kamar Nussa, ada beberapa dokumen penting yang akan aku pinjam, kemarin aku sudah minta ijin untuk meminjamnya Ra."


" Ya udah Kak, setelah ini kita langsung pulang."


Mobil Erlangga memasuki parkiran rumah Rara, dan Rara sudah terlebih turun.


" Kak Er.. Aku tinggal dulu ya? Ak ganti baju dulu dan setelahnya aku akan ke ruang keluarga, ada beberapa tugas kuliah yang belum aku selesaikan. Sore ada satu mata kuliah Kak!"


Rara sengaja tidak menemani Erlangga masuk ke dalam kamar Nussa, sedih rasanya, sudah hampir dua Minggu Kakak Nussa tidak memberi kabar, sekedar kirim wa saja tak ada. Sedangkan kebersamaan dengan Niken dengan Nussa selalu dia lihat dari update status Kak Niken. Entah itu makan bersama, jalan bersama, momen Kak Niken memfoto Nussa sedang di kantor, di pantai. Rara merasakan sesak melihatnya. Sedangkan Kakaknya Nussa tak pernah pasang status apa pun.


Rara pun enggan untuk say hello sekedar chat dengan Kakaknya Nussa, rasanya males saja, liat status Kak Niken ada sedikit cemburu.


" Aku pulang sendiri dengan temanku juga tak apa kok Kak! Kan Kakak sibuk mau langsung ke kantor."


" Aku mau ajak kamu nonton film Ra, sekali - kali lah Ra, lama kan kita gak liat film di bioskop."


Rara mengangguk - angguk " Ok Kak jemput aku jam lima ya."


Mobil Erlangga melaju menjauhi area kampus, Rara masuk ke tempat perkuliahannya. Kuliahnya hanya satu jam saja, biasa dosen satu ini selalu seperti ini, dan beliau juga sudah pernah bilang untuk mengingatkan bahwa kalau sudah satu jam boleh bilang untuk waktunya telah selesai.


" Kita mau lihat film apa Ra?" Erlangga menyentuh tangan Rara pelan, melihat


Rara tidak menjawab pertanyaannya.


Rara terkesiap kaget " Terserah Kak! Misteri atau yang bau - bau romantis atau petualangan ya terserah Kak Er." sahut Rara cepat.


Lampu di bioskop sudah dimatikan, sebagian kursi sudah agak penuh. Erlangga menggenggam tangan Rara, kemudian mengecupnya perlahan. Ditatapnya manik mata Rara dalam.


" Aku sudah tak sabar Ra, menunggu hari itu terasa lama . Kamu sudah siapkah menjadi nyonya Erlangga? "


Rara tersenyum manis, dan mengiyakan pertanyaaan Erlanga.


" Kakak kenapa akhir - akhir ini menjadi amat lebay si?"


Rara melepaskan tautan tangan Erlangga


" Aku mau minum dulu Kak !" Alasan Rara, dan memang Rara menancapkan sedotan pada air mineral yang dibelinya tadi di loby cafe bioskop. Rara tersenyum getir dalam hatinya, waktunya tinggal sedikit lagi menjelang hari pernikahannya.