Nussa & Rara Get Married

Nussa & Rara Get Married
Bab 18


Tok - tok " Permisi.." Selamat Pagi..


Rara terlonjak kaget, terdengar suara ketukan pintu. Dimana ini..? Ternyata disebelahnya Nussa suaminya,masih tertidur, segera Rara berjingkrak bangun.


" Maaf ibu, sudah saatnya Pak Nussa dimandikan."


" Terimakasih Pak, nanti saya sendiri yang akan memandikan suami saya."


" Kenapa ditolak Ra, kan Kakak bisa dimandikan sama perawat itu."


" Kakak mau dimandikan sama perawat cewek? Ntar Rara panggil lagi deh lewat telpon."


" lho kayaknya tadi suara laki - laki kan Ra? Kok jadi perempuan yang mau mandiin aku?"


" Emang yang ngasih tau itu laki- laki tapi yang eksekusi mandiin Kakak perempuan."


"Gak mau ah Ra, Kakak malu, mending minta mandiin istri Kakak saja."


" Mau mandi sekarang Kak? Kayak kemarin pake washlap atau mau langsung dikamar mandi?"


" Kayaknya Kakak pingin di kamar mandi Ra, pingin beneran mandi."


" Ok.. Siap Kakak!"


Nussa sudah polos duduk di atas tutup toilet, Rara jadi malu,pipinya merah merona,di kamar mandi suasananya menjadi canggung menurut Rara.


"Ra.. Kamu jadi mandiin Kakak gak? Kok ragu - ragu kek gitu."


" Eh iya kak !"


" Kamu lucu Ra, kalau lagi malu gitu, kayak kepiting rebus. Katanya udah jadi istri Kakak ngapain malu lihat tubuh Kakak? Ntar gantian lho Kakak lihat punya Rara."


" Hii.. apaan si Kak! Orang lagi sakit pikiran nya kotor banget."


" Emang gak boleh ya ngomong kek gitu sama istri ?"


" Iya istri berasa adik ya Kak?"


Tepat jam sepuluh Mama datang menjenguk.


" Udah Ma.. Bagaimana kabar Mama? "


" Mama juga sehat, proyek kita Alhamdulillah berhasil, nanti malam Mama balik lagi ke Aussie, satu bulan lagi disana, baru pulang ke Indo, Mama berharap Rara sudah hamil, ada calon cucu Mama di perut Rara. Biar tambah ramai rumahnya."


" Nussa tersenyum " Insya Allah Ma, semoga dalam waktu dekat ini Rara segera hamil. Aamiin..


" Rencana setelah Mama pulang dari Aussie Mama pingin istirahat, semua Mama serahin ke kamu Nussa, dan juga kamu Ra. Mama sudah capek berasa sudah tua, Mama udah pingin punya cucu, ntar Mama yang jagain anak kalian dirumah, jangan pernah tinggalin Mama sendirian di rumah, karena rumah itu terlalu besar untuk ditinggali Mama sendiri.


" Iya, Mama sayang.. Rara kan menikah sama Kakak, suami Rara juga anak Mama, jatuhnya ya tetap disitu juga Ma. Sesuai keinginan Mama kan Rara tetap dirumah Mama."


Rara memeluk Mama, Nussa juga, ketiga orang itu saling berpelukan.


" Tok - tok - tok " Tiba - tiba ada suara orang mengetuk pintu, Rara segera bangkit dan membukakan pintunya.


Seorang yang dia kenal dan seorang lelaki


" Maaf non Rara, perkenalkan ini suami saya dan saya Marina. Saya juga minta maaf tempo dulu tidak mengenal non Rara."


Rara bernafas lega, ternyata wanita sekretaris Kakaknya di kantor sudah memiliki suami. Suaminya juga tak kalah handsome dari Kak Nussa. " Tapi masih handsome Kak Nussa si, kulit Kakak lebih bersih, kalau suami nona Marina kulitnya gelap."


" Haiss kenapa jadi melantur"


" Oo.. Tak apa nona Marina, saya maklum kok, nona Marina orang baru ya?"


" Bagaimana keadaan Pak Nussa? Tempo dulu Pak Nussa langsung turun ke bawah ketika saya menceritakan ada perempuan yang menitipkan kotak makanan, hanya melihat kontak makanan itu, Pak Nussa langsung filling banget yang datang istrinya."


" Siapa Ra?" Tanya Mama dari dalam.


" Eh silakan masuk!" Rara membukakan pintunya lebih lebar.


" Oalah kamu Marina ! Lama tidak bertemu."


" Lho Mama sudah kenal juga? Tak kiraain karyawan baru Ma!"


" Kamu yang kebangetan Ra! Sama sekali - kali gak mau tenggok kantor.