Nussa & Rara Get Married

Nussa & Rara Get Married
Bab 5


Aussie


Pukul delapan pagi di Aussie, Nussa berjalan dengan gaya khasnya yang cuek, tatapan elangnya yang menjadi ciri khas Nussa, sebenarnya tampak tak seperti kelihatannya, padahal sesungguhnya Nussa orang yang ramah dan hangat.


Sudah dua hari kemarin setelah kepergiannya dari Jakarta, gelisah dan tak bisa tidur, yang ada hanya bayang - bayang adiknya Rara di Indonesia, semoga adiknya baik - baik saja.


Jujur Nussa amatlah bersedih, kepergiannya ke Aussie amatlah terpaksa demi menghindari pernikahan adiknya yang amat disayang juga dicintai sebagai seorang laki - laki. Perasaan cinta itu sudah lama dimiliki Nussa semenjak Nussa bertemu pertama kali dengan Rara kecil, dan memang mereka sama - sama masih kecil.


Karena suatu keadaan, Nussa tidak bisa mengungkapkan isi hatinya kepada Rara, salah satunya adalah perasaan tak enak hati karena kebaikan Mama Dina yang telah mengangkatnya menjadi anak, membesarkan Nussa, menyekolahkan sampai lulus, dan apalagi sekarang Nussa telah bekerja menjadi pimpinan di salah satu perusahaan Mama Dina.


Dan satu hal lagi adalah karena Rara telah dijodohkan dengan Erlangga teman dekat Nussa semasa di panti asuhan, ketika Nussa masih tinggal di panti. Melalui Erlangga lah Nussa diperkenalkan dengan Rara, berkat Erlangga Nussa akhirnya diangkat anak angkat oleh Mama Dina.


Nussa ingat di suatu hari di kala Nussa sedang berada di kantor Mama Dina dan saat itu Nussa sedang sibuk meneliti laporan keuangan. Tiba - tiba sekretaris nya memberitahukan ada tamu mencarinya, dan ternyata Erlangga. Kala itu Erlangga dilanda bingung.


" Bagaimana ini Nussa, Mama dan Papa menjodohkanku dengan adikmu Rara? Mereka terkesan dengan kepribadian Rara, aku bingung, aku sendiri ada perasaan sama dia, tapi aku tak tahu dengan adikmu Rara. Menurutmu bagaimana Nussa? Apakah Rara mau menerima perjodohan ini ngak ya? "


Nussa terdiam seperti ada palu besar menghantam tubuhnya. Pertanyaan semacam ini seperti sedang memakan buah simalakama.


" Bantulah aku Nussa, untuk aku supaya adikmu Rara mau menerima perjodohan ini." Erlangga mengharapkan bantuan Nussa.


" Aku tidak janji Er, dan aku juga tak bisa memaksakan Rara untuk menerimamu, itu semua terserah Rara. Tapi aku akan berusaha mempengaruhinya untuk menerima perjodohan ini." Kata Nussa lirih tak bersemangat.


Rara sendiri juga sibuk diajak pergi Erlangga, kedua orang tua Erlangga juga beberapa hari yang lalu datang ke rumah Mama Dina.


Dan keputusan Rara akhirnya dia mau menerima dijodohkan dengan Erlangga.


***


Badan Nussa agak sedikit demam, sudah beberapa hari Nussa enggan makan, rasanya tak selera. Apalagi kerjaan kantor sedang menumpuk, Nussa seperti agak sedikit terhibur dengan kesibukannya.


Asisten rumah tangga Mama Dina sudah berulang kali menyuruh Nussa makan, tapi Nussa hanya menjawab "sebentar lagi bik"


Maklum asisten rumah tangganya di Aussie adalah orang asli Indonesia yang sengaja dibawa Mama Dina untuk mengurus rumah keluarga di Aussie.


" Den Nussa sudah malam, apa mau makan sekarang? Kalau mau sekarang, bibik panasin lauknya ya?"


Bibik mengetok - ngetok pintu ruangan kerja anak angkat bosnya. Dengan perlahan handel pintu diturunkan ke bawah.


" Lho.. Den Nussa..!" Teriak bibik keras.