
"Mohon Maaf Kanjeng Ratu, keluarga mbah Sosro Suwiryo yang masih memiliki anak perempuan tinggal cucunya yamg sekarang tinggal di Bandung. Kabarnya anak perempuan satu satunya gagal menikah," Pak Diman Abdi Dalem Kesulthanan menjelaskan hasil pencarian keluarga mbah sosro suwiryo pada Kanjeng Ratu.
Kanjeng Ratu yang dari tadi sibuk dengan laporan kegiatan sanggar berhenti sejenak memperhatikan penjelasan Pak Diman.
"Baiklah Diman, kamu cari info dimana mereka tinggal. Kalau sudah ketemu kita harus segera melakukan lamaran. Untuk meningkatkan citra kesulthanan di masyarakat pernikahan ini harus segera dilakukan," Kanjeng Ratu menerawang masa depan kesulthanan yang akan semakin dicintai rakyatnya jika mengangkat menantu dari rakyat biasa. Apalagi jika menantunya adalah cucu mbah sosro suwiryo, salah satu tokoh masyarakat yang dulu sangat disegani masyarakat yogyakarta.
" Mohon Maaf Kanjeng Ratu, putri tersebut menurut informasi sedang melarikan diri ke wilayah kita. Nama putri tersebut Hanida Syahrani, lulusan Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2018," Pak Diman membacakan hasil temuan anak buahnya kepada Kanjeng Ratu.
"Baiklah, segera temukan anak itu dan atur pertemuan makan malam bersama jika sudah ketemu anaknya," Dengan wajah tegas dan dan penuh penekanan agar Pak Diman segera menemukan anak itu.
"Baik Kanjeng Ratu," Pak Diman berlalu meninggalkan ruangan kanjeng ratu.
Sepeninggal Pak Diman Kanjeng Ratu memandangi foto dan biodata yang diberikan Pak Diman.
"Cantik dan Bersih sepertinya juga memiliki sopan santun yang tinggi, cocok untuk pangeran," Kanjeng Ratu tersenyum sumringah memperhatikan foto yang diberikan Pak Diman.
"Pangeran kamu harus segera pulang, betapa senangnya kamu akan memiliki istri dari kalangan rakyat jelata, bukankah itu cita cita kamu nak. Bunda kangen sama Kamu," Mata Kanjeng Ratu berkaca kaca, merindukan putra pertamanya yang sudah satu tahun ini belum berkunjung ke kesulthanan.
"Kamu harus kembali pangeran, kembali ke kesulthanan, rakyat sangat membutuhkanmu. sudah cukup kamu menikmati kebebasanmu saat ini," Kanjeng Ratu kembali bergumam
********
"Kakak senior perkenalkan ini teman baru saya yang akan membantu saya mengajar tari di Sanggar, " Lani memperkenalkan Hanida kepada kakak kakak senior sanggar tari.
Hari ini hari pertama Hanida membantu Lani mengajar tari di sanggar. Perasaan deg deg kan bercampur bahagia hinggap di hati Hanida. Dia sudah terbiasa dengan menari tetapi mengajar tari bukan hal yang mudah.
Hanida menangkupkan tangannya sambil memperkenalkan diri
"Hallo semuanya, nama saya Hanida, saya sangat senang bisa bergabung di sanggar ini. Mohon bantuan dan kerja sama dari kakak kakak semua," Hanida tersenyum manis menyapa semua orang yang ada di sanggar.
"Ayuni, kenapa kamu terlihat ga suka melihat Hanida ? " Salah satu kakak senior bertanya pada Ayuni.
"Cihh..ngapain aku ga suka apa hubungannya sama aku. Toh, dia baru masuk ga ada pengalaman apa apa kenapa aku mesti khawatir ?, " Ayuni mengelak perkataan temannya walaupun dalam hatinya dia syirik sama Hanida.
"Oke semuanya sudah cukup perkenalan anggota baru kita, hari ini kita persiapan atas kunjungan Kanjeng Ratu hari ini. Kita tunjukkan tari terbaik untuk Beliau," Kak Hesti senior tertua di Sanggar memberikan instruksi kepada semua anggota.
Hari ini ada kunjungan Kanjeng Ratu, kunjungan rutin kanjeng ratu ke sanggar setiap 1 bulan satu kali untuk melihat kemajuan sanggar atau ketika ada event event besar yang diselenggarakan kesulthanan.
Beberapa Jam Kemudian
Kanjeng Ratu dengan sanggul rapi, kebaya berwarna merah dikombinasikan dengan jarik dengan batik parang menunjukkan ketegasan dan kelembutan yang membaur menjadi satu berjalan memasuki sanggar tari.
Kanjeng Ratu tersenyum menyapa seluruh anggota sanggar, para senior berdiri dan berjajar rapi menyambut Kanjeng Ratu sementara siswa siswi berbaris membentuk satu peleton tari menghadap menyambut Kanjeng Ratu.
" Baiklah anak anakku, hari ini tunjukkan tarian terbaik yang sudah kalian pelajari kepada saya," Kanjeng Ratu memberi intruksi.
Pasukan Tari mulai bersiap menari, suara musik mengalun mengiringi setiap gerakan mereka.
Sambil menikmati tarian anak-anak di sanggar, mata Kanjeng Ratu menangkap sesosok wanita yang dia lihat pada foto kemaren.
"Alhamdulillah, tak kusangka kita bertemu disini anak manis. Tak perlu jauh jauh aku mencarimu," Kanjeng Ratu berkata dalam hati dan tersenyum puas.
Kanjeng Ratu mengambil handphonenya dan menekan salah satu kontak di hpnya.
"Diman, aku sudah menemukannya. Atur makan malam dengannya dan pastikan pangeran juga hadir dalam makan malam tersebut. Apa pun lakukan agar pangeran mau datang," Kanjeng Ratu tersenyum bahagia.