My Prince My Husband

My Prince My Husband
Menikmati Malam Bersama


Acara hari ini sangat melelahkan bagi Hanida dan Satrio, ribuan tamu harus mereka salami dan berikan senyuman,akhirnya sekarangb kedua insan ini terlentang di ranjang dengan menikmati nikmatnya rebahan. Keduanya menatap dinding dinding langit kamar, sambil menarik napas sedalam dalamnya.


"kamu ga mandi mas?"


"Hum..masih males,masih enakan gini, capek banget rasanya"


"ehmm,tadi katanya ada yang janji mau mijitin,kayaknya yang punya janji uda teler duluan"


"Ya..ya...nanti malam lah aku mijitinnya,masak sekarang, mandi aja juga belum,uda gih kamu mandi sana duluan"


"Okelah, ga dipijitin ga apa ap sih, asal aku diceritakan tentang cerita cinta Mas Satrio,hehehe," Hanida berlalu meninggalkan Satrio menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah terasa lengket. Setelah mandi, Hanida menyiapkan air untuk Satrio,air hangat lengkap dengan aroma terapy.


"Mas,airnya sudah siap,cepetan mandi,bau tu",


"emang bisa kecium baunya?"Satrio menggoda Hanida,


"Ihhhh.....," Hanida segera mengambil mukena untuk melaksanakan shalat ashar. Satrio segera memasuki kamar mandi karena dicuekin sama Hanida.


🌺🌺🌺🌺


Setelah makan malam bersama dengan keluarga besar kesulthanan, Hanida dan Satrio menuju kamar mereka. Mereka menghabiskan malam ini di kamar mereka


"Mas,,,,"


"Iya,,,,,"


"siapa Rengganis?"


"Oh,dia teman dan sahabatku sejak kecil. kita sudah sering bersama sejak kecil,hingga akhirnya kita berpisah setelah rengganis melanjutkan kuliah ke luar negeri,kita ga pernah bertemu dan bertemu ya pas hari ini"


"Koc bisa? Emang kuliah ga ada liburnya?masak ga bisa bertemu?"


"Kamu kepoo bangets,soalnya mas juga keluar dari kesulthanan, kuliah di bandung dan merintis beberapa usaha di sana. Jadi ga pernah ada waktu meski hanya sekedar komunikasi"Ada beberapa bagian yang tidak mungkin Satrio ceritakan ke Hanida,khususnya tentang perasaannya ke Rengganis.


"Ooo...mas suka sama Rengganis"


"Hum..hum...itu dulu, dan sekarang ga tahu perasaan ini untuk siapa. mungkin saja untuk kamu", Satrio mencoba menggoda Hanida


"Gombal, kita kan baru beberapa kali bertemu ga mungkin mas jatuh cinta aku secepat itu",


Satrio tidak menanggapi kata kata Hanida malah menatap langit langit kamar seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kalau Kevin?"


"kok bisa gagal?"


"Ih,kepoo...ya karena awalnya nenek ga setuju dengan hubungan kita,karena aku hanya dari keluarga rendahan sedangkan mereka keluarga kaya raya. sampai pas hari H pernikahan nenek mengalami serangan jantung dan Kevin memutuskan hubungan kita" wajah sedih Hanida mengingat kejadian waktu itu. "Akhirnya aku kabur ke Jogja lagi,malu sama tetangga"Hanida melanjutkan ceritanya.


"Trus sekarang nenek sudah baik dan setuju, Kevin minta balikan?"masih saja Satrio bertanya sambil memandang langit langit kamar dan dari nada bicaranya sepertinya Satrio tidak menerimanya.


"Iya,tapi aku menolaknya,lebih memilih kamu mas"


"Kenapa?"


"Ga tahu, aku ga mau aja jadi orang jahat, aku pernah diputus di malam sebelum pernikahan mana mungkin aku melakukan hal yang sama kepadamu mas"


"Hmmm...maksih ya Hanida walau kita sekarang belum saling mencintai tetapi kita akan belajar untuk mencintai dan menerima satu sama lain"


"Iya mas,"


Tiba tiba Satrio memiringkan badannya dan menatap Hanida.


"Nid,maukah kita belajar mulai malam ini?"


"Iya mas"


"Boleh?"


"boleh apa mas?"


"boleh seperti ini," Satrio mengecup bibir Hanida. Hanida hanya melotot kaget dengan ciuman tiba tiba dari Satrio. Hingga akhirnya Satrio melepas kecupan tiba tiba itu.


"Ajari aku ya mas,aku paling bodoh tentang masalah ini" Hanida tersipu malu,pipinya mulai kemerah merahan.


"Okay Honey,kita lakukan malam ini, biar cinta semakin tumbuh untuk kita"


Satrio memandangi wajah cantik Hanida,dia kecup lama kening Hanida. Dia ajak Hanida duduk dan mengucapkan doa sembari meletakkan tangan Satrio di atas ubun ubun istrinya.


Satrio menyibakkan helain rambut yang menutupi wajah Hanida, dia kecup kening Hanida lagi, berlanjut turun ke mata, ke pipi,ke hidung kemudian lanjut ke bibir Hanida. Rasa. manis bibir Hanida membuat Satrio semakin terbuai, sifat kelakiannya seakan terbangkit dan ada sengatan listrik seperti tiba tiba memasuki tubuhnya. Satrio menambah dalam ciumannya, walau Hanida masih kaku karena dia masih polos.


Hingga akhirnya mereka menikmati semua sentuhan hangat dan melebur menjadi satu merasakan nikmat syurga yang akhirnya mereka putuskan mereka ambil walau cinta belum tumbuh sempurna di hati mereka. tapi tanpa mereka sadari benih benih cinta begitu subur tumbuh setelah penyatuan tubuh mereka, cinta dari Allah yang dianugrahkan pada pasangan yang sudah halal.


Dan Satrio seakan lupa dengan segalanya, bersama Hanida dia lupa akan cintanya dan sekarang dia sudah tidak tahan menahan gejolak yang beberapa hari ini mereka rasakan. Akhirnya dia memintanya kepada Hanida.


🌺🌺🌺🌺🌺🥰🥰🥰🥰🥰