
Pagi ini Hanida terbangun di atas bus jurusan bandung jogjakarta. Semalem rencana mau naik kereta, tapi sudah tengah malam tidak ada kereta rute bandung jogjakarta akhirnya Hanida memutuskan naik Bus. Dia melihat sekeliling, kebanyakan penumpang juga masih tertidur pulas, tidak tahu Hanida harus merasa seperti apa. Tetapi setidaknya dia terbangun, melihat orang dan riuhnya jalan raya hatinya sudah tidak terlalu sakit. Dia memandangi hamparan sawah yang menghijau dan sinar mentari yang menerpa wajahnya, dia hirup udara sedalam dalamnya, sesak itu sedikit menghilang.
Dengan begini Hanida akan baik baik saja, seiring berjalannya waktu, mungkin benar keputusan Hanida untuk meninggalkan rumahnya, meninggalkan kenangan pesta pernikahannya yang gagal, meninggalkan kenangan sosok Kevin yang beberapa tahun ini telah mengisi hari harinya.
Tetapi, pikiran kacau kembali menghinggapi Hanida, kemana dia akan pergi setelah turun dari Bus ini ?
"Ahh, mungkin aku bisa ke kost kostanku waktu kuliah dulu. Setidaknya ada tempat tinggal sementara sebelum aku.mendapatkan pekerjaan" , senyum Hanida kembali mengembang, sambil membayangkan dia akan bertemu ibu kost dan mungkin juga teman temannya yang masih setia di Jogja, kerja di kota jogja.
"Permisi mbak, ....," seorang laki laki bertopi hitam, berperawakan tinggi, sekitar 175 cm, hidung mancung, mata coklat dan teduh, bibir tipis tiba tiba membuyarkan lamunan Hanida.
" Eh, iya ada apa mas ? " Hanida tergagap kaget dengan situasi yang tiba tiba ada di depan matanya. Jujur Hanida sedikit terpesona dengan sosok yang memanggilnya, kayak bertemu pangeran berkuda putih, batin Hanida.
" Mbak, bisa minta air minum. Haus saya," laki laki itu meminta dengan dinginnya sambil memegang tenggorokannya.
Hanida juga sedikit jengah,hanya bisa membatin "ganteng ganteng kok dingin, GGD. Minta tolong bukannya dimanis manisin, malah pakai tampang dingin".
Hanida menyodorkan sebotol air minumnya tanpa berkata sepatah kata pun.
Laki laki itu menerimanya dan langsung menenggak habis minuman Hanida.
Hanida hanya bisa melotot
"koc dihabisin, aku minum apa ??, "hanida membatin dan meringis sambil melihat tingkah laki laki itu.
"Thanks Mbak," sambil berlalu meninggalkan bangku Hanida dan duduk kembali ke bangkunya melanjutkan tidurnya.
"Ni orang terbuat dari apa ya hatinya,,,,gitu aja bilang makasihnya. Ga tanya apa gitu, nama atau apalah,huff...", hanida tersadar kok malah dia pengen kenalan sama tu cowok. Hadew...
Hanida senyum senyum sendiri sambil mengingat kejadian tadi. Sekarang Hanida kembali fokus mau berbuat apa dia di jogjakarta.
Sambil menikmati perjalanannya Hanida melirik sedikit ke arah laki laki tadi, dilihatnya laki laki itu memejamkan matanya sambil memakai earphone di telonganya.
Hanida mau tidak mau juga menikmati wajah tampan itu ketika matanya terpejam.
"Ish, apa yang kamu lihat Hanida, jangan terpesona dengan sesuatu yang bukan milikmu nanti kamu bisa patah hati dua kali, " suara mistis di telinga Hanida membuyarkan lamunannya, segera dia mengalihkan pandangannya ke arah jendela melihat hamparan sawah dan perumahan yang berjajar rapi.
"Kamu pikir aku tak tahu kau terpesona dengan wajahku," senyum sinis Laki laki itu
"Kayaknya kamu wanita yang menarik," senyum smirk laki menghiasi wajah tampan laki laki itu
Laki laki itu terus memandangi Hanida dan melihat tingkah Hanida yang terkantuk kantuk kepalanya hampir membentur jendela kaca samping tempat duduknya.
Sampai tiba tiba reflek laki laki itu mengulurkan tangannya akan menolong kepala Hanida, tapi laki laki itu akhirnya tersadar dia terlalu jauh dari Hanida
Akhirnya laki laki itu duduk di samping Hanida, memberikan pundaknya tempat bersandar Hanida.
*****
"Hoam,,,masih kantuk aja padahal sudah mau sampai", Hanida tiba tiba terbangun.
Seketika Hanida kaget ketika laki laki itu tiba tiba berada di sampingnya.
"Ngapain kamu berada disini ? "Hanida berteriak kepada laki laki itu.
"Hhh....", laki laki itu memicingkan matanya
"harusnya kamu berterimakasih padaku kamu tidak jatuh saat tidur. aku dah baikan loh meminjamkan pundakku sama kamu," dengan santainya laki laki itu menjawab.
"Apa ??? ", Hanida menutup mulutnya tiba tiba, dia khawatir bagaimana kalau dia ngiler di pundak laki laki itu. Hanida mengendus endus tubuhnya takut ada bau iler di tubuhnya.
"kamu kenapa gitu ?? " laki laki itu tersenyum geli melihat tingkah Hanida.
Karena malu Hanida langsung bergegas turun dan bahkan lupa berkenalan dengan laki laki tadi. Idih malunya...
Laki laki itu tadi hanya tersenyum geli
#hayoo siapa ya laki laki itu
#maaf banyak typo