My Prince My Husband

My Prince My Husband
Kevin


Setelah mendapat telp dari nenek Kevin, Hanida seolah tidak bisa berbuat banyak selain menuruti permintaan neneknya. dia berjanji ini terakhir kalinya aku bertemu dengan Kevin. Aku harus bisa menyadarkannya kalau kita memang tidak berjodoh.


Hanida akhirnya pergi ke rumah Kevin, dia naik ojek agar bisa sampai ke kediaman Kevin. Rumah mewah yang berada di perumahan elit berdiri kokoh di depan Hanida. Rumah itu terdiri dari 3 lantai, dengan nuansa putih dan halaman depan yang begitu luas.


Agak canggung Hanida memasuki rumah itu, terakhir kali Hanida ke rumah ini adalah ketika Kevin memperkenalkannya kepada neneknya. Hanida memencet tombol yang ada di gerbang rumah itu. seorang lelaki tinggi besar keluar membukakan pintu gerbang untuk Hanida.


" ada yang bisa dibantu Nona?"


"saya ingin bertemu dengan Tuan Kevin"


"Dengan Mbak Hanida?"


"Iya benar," darimana pak satpam ini tahu namaku


"Mari masuk Mbak,nenek sudah menunggu dari tadi"


Hanida dengan canggung memasuki pelataran rumah Kevin yang luas dengan bunga bunga warna warni di sepanjang jalan masuk ke rumah. Pak Satpam membukakan pintu rumah untuk Hanida dan mengantarkannya bertemu dengan Nenek Safitri.


"Assalamu'alaikum. Nek..."Hanida mencium tangan nenek


"Waalikumsalam Hanida...."Nenek tiba tiba memeluk Hanida dan meneteskan air mata.


"Maafkan Nenek Hanida,semua ini salah nenek,kalau nenek tidak melarang pernikahan kalian. pasti kalian sudah bahagia bersama."


"Kevin kemana nek?"


"Kevin pagi tadi pergi ke luar negeri, padahal badannya sedang sakit sejak 2 hari yang lalu. nenek sudah melarangnya, tetapi dia bersikeras berangkat"


"Memang Mas Kevin ke kuar negeri urusan apa nek?"


"Dia akan menetap disana untuk waktu yang lama, dia menyusul Ayah dan Mamanya disana. Aku tahu pasti cucuku sedang patah hati, tidak bisakah kau menerimanya kembali Nak?"


" Maaf Nek, apakah Kevin sudah cerita sama nenek?"


"Cerita apa nak, yang jelas sejak pulang dari rumahmu Kevin selalu murung dan sedih"


" Maaf Nek, tetapi semua sudah terlambat. Hanida akan menikah beberapa hari lagi." Hanida terisak di pelukan nenek.


"Ya Allah Nak, maafkan nenek...ini semua salah nenek,pasti cucuku sangat terpukul mendengar ini"


"Maafkan Hanida nek, tapi Hanida juga tidak bisa mundur dari pernikahan ini. Hanida tidak ingin memalukan keluarga Hanida untuk kedua kalinya"


" Nenek tahu Nak, semoga Kevin bisa segera sadar dan mampu melupakanmu nak. sekali lagi maafkan nenek, tunggu sebentar Hanida"


"Bi Suti, tolong ambilkan paper bag yang ada di meja makan itu "


"Ini Nyonya"


"Hanida, ini hadiah dari nenek untuk pernikahanmu, semoga kamu bahagia dan jangan lupa doakan Kevin agar dia juga bahagia, maafkanlah dia, jangan pernah dendam padanya. Ini semua salah nenek, nenek minta maaf"


Hanida hanya bisa mengangguk dan meneteskan air mata. sungguh andai dia belum menerima lamaran Satrio, dia akan memaafkan Kevin dan menikah dengannya. tetapi memang sepertinya kita tidak berjodoh mas Kevin, Hanida mencoba menghibur dirinya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sementara itu di pesawat Garuda rute Indonesia-London, tampak lelaki tampan dengan kemeja yang digulung setengah lengan, rambut acak-acakan terlihat memandangi awan dengan wajah sendunya.


Sesekali dia menyeka air matanya, bagi yang melihat lelaki itu tentu semua akan bilang dia lelaki cengeng.


yah, lelaki itu Kevin....


patah hati membuatnya menjadi sosok lelaki yang lemah.


*seharusnya aku tidak menuruti permintaan nenek saat itu, toh nenek akhirnya juga merestui. aahhh...


ini semua salahku, sekarang dia menjadi milik orang lain. oh, Hanida....aku mencintaimu tanpa lelah tanpa henti. kutitipkan cinta ini pada awan awan kelabu ini*....


Kembali air mata menetes dari mata Kevin.


Selamat tinggal Hanida, aku akan pergi jauh dari tanah ini agar tak bertemu denganmu. semoga kamu bahagia bersama suamimu


Hanida, aku mencintaimu...


Kevin memejamkan matanya, mengingat semua kenangan saat bersama Hanida.


bagaimana pertama kali dia bertemu dengan Hanida, perempuan cantik dan sederhana.


"Kenalkan namaku Hanida, senang bertemu denganmu" senyum sumringah tersungging di wajah Hanida yang tiba-tiba mampu menggetarkan dada Kevin.


sejak saat itu, dia tidak pernah bisa melupakan senyum itu, bahkan Kevin rela setiap minggu menjenguk Hanida ke Jogja hanya demi melihat senyum manis gadis itu.


Kevin tersenyum sebentar membayangkan senyum Hanida, setelah itu Ia bersedih kembali.


Kevin tidak tahu bisakah menemukan pengganti Hanida yang mampu menguasai seluruh hatinya, karena sepertinya hati dan pikirannya sudah penuh dengan nama Hanida.


#maaf banyak typo


#Jangan lupa Like dan Comentnya yaaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°