XELYNE (My Destiny)

XELYNE (My Destiny)
Sedikit menguping


"Kak Christyn!" Ucap seling menghamburkan pelukkan kepada Christyn yang tengah terduduk.


"Adikku yang sibuk ini sudah datang, sesibuk apa kamu sampai tidak memberi kabar?" Ucap Christyn menjitak kepala Xelyne.


"Aunch.. sakit.." Keluh Xelyne sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit. "Tidak sibuk jika kakak ingin bertemu denganku.."


"Benarkah? kalau begitu kita habiskan malam ini bersama" Ucap Christyn meyakinkan ucapan Xelyne sambil menuangkan bir ke gelas kecil dan memberikannya pada Xelyne.


"Ahh.. aku tidak bisa minum kak" Ucap Xelyne menolak gelas yang Christyn berikan namun Christyn tetap memaksa agar Xelyne meminumnya.


"Jangan menolaknya, kamu harus menemaniku minum malam ini!" Ucap Christyn membuat Xelyne pasrah dan akhirnya meneguk segelas bir.


"Heumh.. rasanya tidak enak, aku tidak mau meminum ini lagi.." Ucap Xelyne saat merasakan bir itu.


"Kalau begitu kamu bisa pesan yang lain.." Ucap Christyn.


"Baiklah.. aku ingin ke kamar mandi dulu" Ucap Xelyne beranjak dari ruangan itu.


Ia pergi ke kamar mandi, namun tanpa ia sadari ada seorang wanita yang juga masuk kekamar mandi. Wanita itu terdengar sedang berbicara dengan seseorang dari telfon. Xelyne yang sedang berada di dalam kamar mandipun, mendengarkan percakapan itu hingga akhir, meski ia tak berniat untuk mencuri obrolan mereka tetapi suara wanita itu terdengar sangat jelas di telinganya.


"Jalankan rencananya! Aku tidak ingin tahu kita harus bekerjasama dengan perusahaan GBX itu! meski harus menggunakan cara kotor seperti ini!" Ucap Wanita itu membuat Xelyne tertegun dibuatnya.


"Apa yang dia rencanakan? Bukankah ia sedang menbicarakan kerja sama dengan perusahaan Bryan?" Guman Xelyne, yang kini timbul banyak pertanyaan.


Xelyne keluar dari kamar mandi, membuat wanita itu kaget dan langsung menutup panggilan telponnya.


Xelyne berdiri disampingnya, berpura-pura sedang merapihkan rambut dan pakaian yang barusaja ia ganti.


Setelah Wanita tadi keluar kamar mandi, Xelyne juga ikut kembali menemui Christyn yang sudah menunggunya lama.


"Apa yang kamu lakukan dikamar mandi? Lama sekali, hingga aku pikir kamu salah masuk ruangan" Omel Christyn yang kesal menunggu Xelyne.


"Maaf, tadi aku mengganti pakaianku.. pakaian tadi rasanya tidak nyaman untuk aku kenakan." Jawab Xelyne duduk di samping Christyn.


"Eoh.. pakaian apa yang kamu kenakan? Dress itu sangat cocok untukmu tapi terlalu minim.." Ucap Christyn yang memerhatikan Xelyne dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Tidak mengaca!" Cibir Xelyne.


"Jangan katakan itu! Ucapanmu bisa jadi kenyataan!" Ucap Xelyne.


"Jangan sampai.." Ucap Christyn yang langsung menarik kembali ucapannya barusan. "Kamu ingin menari? Ayo kita bergabung dengan orang diluar" Ajak Christyn.


"Tapi aku tidak bisa menari"


"Tidak apa, aku akan mengajarimu.." Christyn menarik Xelyne ketengah kerumunan orang dan mengajaknya menari. Xelyne sungguh tak bisa menari, ia memutuskan untuk menepi.


Namun saat ia sedang berjalan ketepian, ia tak sengaja menabrak seorang lelaki membuat minum yang lelaki itu bawa tumpah mengenai bajunya.


"Maaf.. saya tidak sengaja!" Ucap Xelyne sambil nembungkukkan badan.


"Kalau jalan liat-liat! Lihat, pakaianku jadi kotor!" Ucap Lelaki tersebut dengan sangat kesal.


"Aku akan menggantinya!" Ucap Xelyne.


"Bagaimana caramu menggantinya! Pakaian ini sangat mahal!" Ucap Lelaki tersebut terdengar meledeknya.


"Aku tau pakaian ini sangat mahal, tapi akukan sudah bilang akan menggantinya! Aku juga sudah meminta maaf!" Ucap Xelyne dengan tegas. "Aku akan memesankan pakaian seperti ini untuk anda" Lanjutnya membuat lelaki itu bertambah marah.


"Apa kamu sedang merendahkanku?!"


"Tidak! tapi kamu lah yang mempermalukan dirimu sendiri hanya karna sebuah ketidak sengajaan" Jawab Xelyne dengan sopan.


"Kau!" Tanpa aba-aba lelaki itu langsung menarik tangan Xelyne menjauh dari kerumunan, menuju sebuah ruangan.


Xelyne yang kaget, langsung meronta meminta dilepaskan, "Apa yang anda lakukan! Lepaskan tangan saya!" Bentak Xelyne yang mencoba melepaskan genggaman lelaki asing tersebut.


"Kau harus mendapat pelajaran! Aku ingin lihat sikapmu setelah ini seperti apa!" Ucap lelaki itu. "Masuk!" Perintah lelaki itu kepada Xelyne yang menahan dirinya agar tidak masuk kedalam ruangan tersebut.


"Tidak! Saya tidak akan menuruti perintah orang seperti anda! Orang yang sama sekali tidak mengerti sopan santun!" Ucap Xelyne dengan tegas.


"Kamu terlalu keras kepala, jangan sampai aku melakukannya disini!" Ucap Lelaki tersebut.


"Saya bukan wanita seperti itu!" Bentak Xelyne.