XELYNE (My Destiny)

XELYNE (My Destiny)
Penculikan Kyra


*** 10 tahun kemudian


Semenjak Kyra keluar dari rumah orang yang menolongnya dan memilih untuk tinggal sendiri di apartemen yang sudah ibunya persiapkan untuknya, Kyra melewati kehidupan yang kurang menyenangkan. Ia menjalani kehidupan sendiri dan enggan untuk meminta bantuan kepada orang lain lagi dikarenakan ia tak enak hati untuk menyusahkan orang lain.


Brrakk!


"Maksud lo itu apa! Lo mencoba mengadukannya! memang lo siapa?!" Ucap seseorang sambil menggebrak meja milik Kyra.


"Aku tidak melakukan apapun" Ucap Kyra sambil menundukkan kepala


"Ck. Masih ngga mau ngaku!" Ucap perempuan itu menyiramkan air ke wajah Kyra. "Lo pikir gw ngga bisa bales perbuatan lo hah! Liat aja pembalasan gw nanti!" Lanjutnya sebelum beranjak pergi dari tempatnya.


Setelah kepergian perempuan itu, seorang teman Kyra datang menghampirinya. "Ra, kamu ngga apa? Ayo kita bersihin dulu.." Ucap Christyn sambil mengelap bagian yang basah dengan tisu.


"Aku ngga apa, aku ingin pulang duluan.." Ucap Kyra membereskan buku-bukunya dimeja. "Kamu hati-hati saat pulang nanti.." Ucap Kyra sebelum beranjak pergi.


"Ra.. aku antar ya! Aku khawatir mereka mencegat kamu dijalan.." Ucap Christyn mengikuti Kyra.


"Tidak perlu, aku tidak apa-apa" Ucap Kyra menolak ajakan Christyn.


Christyn tak bisa memaksa Kyra untuk menerima ajakannya, dia sudah menebak kalau Kyra akan menolak ajakannya karena ini bukan kali pertama Kyra menolak ajakannya. Christyn lebih memilih mengikuti Kyra diam-diam dan memastikan bahwa Kyra sampai dengan selamat.


Kyra berjalan kaki menelusuri jalan pulang ke apartemennya, namun sayang nasib baik tak berpihak kepadanya. Saat ia sedang berjalan sendiri, sebuah mobil hitam berhenti dan dua orang memakai masker turun dan menangkap sambil membungkam mulut Kyra. Kyra terus memberontak mencoba melepaskan diri, namun tenaga nyak tak lebih kuat.


"KYRAA!! HEI LEPASKAN TEMANKU" Ucap Christyn yang sendari tadi mengikuti Kyra dari belakang.


Namun saat mendengar teriakan Christyn, Kyra buru-buru dibawa pergi oleh mereka. Tentu saja itu membuat Christyn khawatir. Ia tak tau harus berbuat apa.


Christyn mengambil hp nya yang berada di tas, dan mencoba menelpon seseorang. "Siapa yang harus aku telpon?! Apakah aku harus menelpon Bryan?!" Ucap Christyn sambil mencari salah satu kontak telpon yang bisa ia hubungin.


Ia sungguh menelpon temannya yang bernama Bryan, ia terus mencoba agar telponnya tersambung.


"Tolong aku!! temanku diculik oleh orang! tolong selamatkan dia!!" Ucap Christyn dengan panik saat telponnya tersambung dengan milik Bryan.


Tak lama, mobil berwana hitam berhenti di tepi jalan, dan Christyn langsung masuk kedalam mobil tersebut.


"Apa kamu tau mereka siapa?" Tanya Bryan sambil mengemudikan mobil.


"Aku.. aku tak tau.. mereka tiba-tiba membawa temanku, wajah mereka tertutupi masker.. tapi aku mengingat plat mobilnya!" Jelas Christyn dengan jujur tentang apa yang ia lihat.


"Kalau begitu, kita akan melacak nya" Ucap Bryan melajukan mobilnya dan mereka berhenti sejenak untuk melacak keberadaan Kyra.


"Apa kamu yakin?" Ucap Bryan kepada Christyn dan Christyn menjawabnya dengan anggukkan. "Gudang tua pinggiran kota?!" Ucap Bryan.


"Apa Kyra berada disana?! Ayo kita kesana! Aku takut terjadi sesuatu padanya.." Ucap Christyn yang tampak terlihat sangat panik.


"Baiklah.." Ucap Bryan merapihkan barang miliknya dan melajukan mobil dengan cepat. "Sebenarnya ada masalah apa temanmu itu?" Tanya Bryan


"Aku tidak tau pasti, tetapi tadi ia didatangin oleh Lilian dan mengancam temanku.. Aku yakin pasti itu perbuatan Lilian.." Jelas Christyn kepadan Bryan. "Kumohon cepat sedikit, aku takut penyakitnya kambuh saat ia panik.." Lanjutnya saat mengingat Kyra mudah panik dan memiliki asma.


Disisi lain..


Terlihat Kyra dengan penampilan berantakan dan memar dibeberapa bagian tubuhnya sedang tergeletak di lantai.


"Kenapa harus ada orang sepertimu didunia ini?! Sungguh menjijikan!" Ucap seseorang yang tak lain adalah Lilian.


"Kenapa kamu membenciku?!" Lirih Kyra.


"Kenapa aku membencimu?! Tentu saja karena aku tak menyukai kehadiranmu! Sejak kedatanganmu aku sudah sangat membencimu! Aku hanya ingin menghancurkanku!" Jelas Lilian yang memang sudah sejak lama tak menyukai Kyra.


"Bunuh saja aku sekarang! Kamu membenciku kan?! Bunuh saja aku!" Ucap Kyra, tak tau kenapa air matanya kini membasahi pipinya.


"Membunuhmu?! Aku tak ingin membunuhmu! tapi aku ingin menghancurkan hidupmu!" Jelas Lilian dengan lantang. "Bawa dia dan lakukan seperti yang aku mau! Jangan lupa ambil beberapa foto untukku!" Ucap Lilian memerintahkan anak buahnya sebelum pergi


"Lepaskan aku!! Aku tak ingin ikut dengan kalian!" Teriak Kyra meronta ingin melepaskan diri. Namun apadaya dirinya yang lemah tak bisa melawan anak buah Lilian dan membawanya ke dalam suatu ruangan di gedung itu.