XELYNE (My Destiny)

XELYNE (My Destiny)
Penyelamatan Kyra


Disaat yang bersamaan, Bryan dan Christyn kini sudah sampai di depan gedung tua. Mereka menunggu anak buah Bryan datang, karena baru saja dipintu masuk gedung penjagaannya sudah ketat.


"Kita harus masuk sekarang!!" Ucap Christyn yang mencoba keluar dari persembunyian mereka.


"Jangan gegabah! Jangan membuatku mati konyol karena mu!" Ucap Bryan menahan Christyn agar tidak keluar dari persembunyiannya.


Christyn menuruti apa yang Bryan ucapkan. Benar apa yang diucapkan Bryan.. Jika ia keluar sekarang, itu akan membuatnya dalam bahaya. Karena tak mungkin Lilian hanya memerintahkan dua atau tiga anak buahnya tanpa ada penjagaan yang ketat.


Tak lama anak buah Bryan datang dan langsung mengepung Gedung tua tersebut. Bryan masuk kedalam gedung tua tersebut dengan diikuti Christyn dan beberapa anak buahnya.


Brakk!!


Pintu masuk berhasil ia dobrak, dan membuat orang yang didalamnya kaget dan waspada.


"Siapa disana? Siapa yang berani masuk kedalam sini?!" Tanya salah seorang anak buah Lilian yang berjaga.


"Aku!" Jawab Bryan dengan lantang.


"Siapa kamu?! Cepat pergi dari sini!" Ucapnya mengusir Bryan dan Christyn untuk pergi dari gudang tua itu.


Bryan mengode anak buahnya untuk menangkap semua anak buah Lilian termasuk Lilian. Tentu itu itu membuat suasana menjadi tambah gaduh dan semua saling menyerang sedangkan Lilian yang sudah pergi sendari tadi tak mengetahui keadaan gudang tua sekarang.


Bryan membuka satu persatu ruangan untuk mencari keberadaan Kyra. Sedangkan Kyra yang kini terpojok dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.


"Sepertinya ada kegaduhan diluar, coba kamu lihat!" Ucap salah satu orang yang ada diruangan itu.


"Biarkan saja! Kita harus menikmati gadis ini terlebih dahulu" Ucap yang lain melihat kearah Kyra yang menangis.


"Lepaskan aku!! Pergi!! Jangan mendekat.. hiks.." Bentak Kyra saat orang-orang tersebut mendekat padanya dan ingin menarik bajunya. "Tidakk!! Jangan mendekatiku.." Kyra terus memberontak.


"Gadis manis.. menurutlah, mari kita bersenang-senang.." Ucap laki-laki tersebut membelai rambut milik Kyra dan mencoba menciumnya.


Kyra mendorong lelaki tersebut dan terus memberontak. "Hiks.. jangan mendekatiku" Ucap Kyra sambil menangis tersedu-sedu.


"Beraninya kamu menolakku!!" Ucap lelaki itu yang mulai marah, ia menarik rambut Kyra. Ia mendekat pada Kyra dan menciumi leher Kyra.


"Lepaskan akuu hiks.. hiks.." Tangisan Kyra semakin pecah, badannya bergetar ketakutan.


Tiba-tiba saat pria itu ingin melepas baju milik Kyra, pintu ruangan terbuka dan Bryan masuk dengan paksa. Ia memukul orang-orang yang menghalanginya.


"Beraninya kamu menggangguku!!" Ucap Lelaki itu yang mulai menyerang Bryan namun nasibnya malah buruk, Bryan menghajarnya habis-habisan pria itu.


"Dasar ka**rat!! Br**gsek!! Beraninya mengganggu wanitaku!" Ucap Bryan meluapkan amarahnya. Ia benar-benar tak berani memikirkannya kalau ia tak datang apa yang akan terjadi selanjutnya pada Kyra.


"Kyraa.. maafkan aku.. aku terlambat datang!!" Ucap Christyn mencoba memeluk Kyra, namun ia malah didorong kebelakang.


"Jangan mendekatiku!! Aku sangat menjijikan.. hiks.. Aku sangat menjijikan.." Bentak Kyra sambil terus menangis. Ia sangat trauma kepada apa yang ia alami barusan.


"Ini aku Christyn.. aku temanmu.. kamu sama sekali tidak seperti itu" Jelas Christyn mencoba menenangkan Kyra.


"Aku tidak memiliki teman! Semua orang membenciku.. hiks.. hiks.. hidupku sudah hancur.." Ucap Kyra mengingat masalalunya. "Pergii! Aku membenci semua orang!"


"Kyra sadarlah.. Aku temanmu, ingatlah saat pertama kali kita bertemu.. aku sama sekali tidak membencimu" Jelas Christyn mencoba menyadarkan Kyra. "Ayo kita pergi.. kita keluar dari sini" Ucap Christyn mencoba membangunkan Kyra. Namun Kyra tak ingin ada yang menyentuhnya.


"Christyn.. Kamu cari Lilian saja, biar aku mencoba membujuknya.." Ucap Bryan dengan penampilan yang sudah berantakan.


"Percayakan sahabatmu kepadaku, aku akan mencobanya.. kamu carilah orang dibalik semua ini.." Ucap Bryan dan Christyn menurut.


"Kyra.. aku akan mencari Lilian dan membalaskan perbuatannya terhadapmu.." Ucap Christyn memeluk Kyra sebelum pergi.


Setelah kepergian Christyn, Kyra masih tetap menangis dan meratapi nasibnya sekarang, "Aku sangat menjijikan.. semuanya akan lebih menyiksaku sekarang.." Lirih Kyra terus menerus.


Bryan melepaskan jaketnya dan mencoba mendekati Kyra, namun saat ia melangkahkan kakinya Kyra membentaknya. "PERGII! JANGAN DEKATI AKU!! hiks.. aku sangat menjijikan.."


"Tenanglah.. aku hanya ingin menolongmu" Ucap Bryan.


"Menolongku?! Kamu berbohong! Kamu pasti salah satu dari mereka! Kamu akan menyakitiku seperti yang mereka lakukan padaku.." Jelas Kyra mengingatnya yang terjadi kepadanya tadi


"Apa yang mereka lakukan kepadamu? Katakan padaku, aku akan membunuh mereka" Ucap Bryan yang tak habis pikir kalau perempuan didepannya sangat trauma tentang apa yang ia alami. Apakah sangat buruk? sampai-sampai ia mengusir sahabatnya sendiri.


"Mereka... mereka sangat menjijikan sepertiku.. kenapa tidak membunuhku saja.. hiks.." Jelas Kyra mengelap lehernya yang diciumi oleh lelaki tadi.


Kini posisi Bryan sudah berada didepan Kyra, ia mengangkat dagunya dan menatap Kyra. "Tatap aku.." Ucap Bryan saat Kyra mencoba mengalihkan wajahnya. "Kamu tidak menjijikan.. kamu sangat cantik dan bersih, tak ada orang yang akan menyakitimu lagi dan menyentuhmu lagi.. aku akan melindungimu seperti yang christyn lakukan.. Kamu sangat sangat bersih, jadi jangan berpikir seperti itu lagi.." Jelas Bryan mencoba menenangkan Kyra.


"Tapi mereka membuatku menjadi gadis yang menjijikan.. mereka sembarangan menyentuhku.." Ucap Kyra memeluk badannya sendiri dan meremas lengannya.


"Aku akan memotong tangan mereka, ayo ku antarkan kamu pulang" Ucap Bryan memakaikan jaketnya pada Kyra, lalu ia menggendong Kyra dan membawanya keluar dari gudang tua tersebut. "Tutup matamu dan jangan melihat kearah manapun.." Bisik Bryan kepada Kyra, ia tak ingin Kyra melihat apa yang ia lakukan kepada anak buah Lilian, ia takut itu akan membuatnya menjadi tambah trauma.


.


.


.


Beberapa minggu kemudian..


"Bagaimana keadaan Kyra?" Tanya Christyn yang barusaja sampai di Apartemen Kyra.


"Sudah lebih membaik dari sebelumnya, tetapi sepertinya kejadian itu membuatnya sangat trauma.. Saya harap jangan biarkan dia sendirian, saya takut ia nekat menyakiti dirinya sendiri.." Ucap seorang psikiater kepada Christyn. "Jangan lupa agar ia meminum obatnya teratur dan sesuai dengan dosisnya" Lanjutnya sebelum pamit.


"Baik, terimakasih sudah datang.." Ucap Christyn mengantarkannya keluar.


Setelah mengantarkan keluar, Christyn masuk ke dalam kamar Kyra, terlihat Kyra sedang terduduk diatas ranjangnya.


"Christyn" Lirih Kyra menatap Christyn.


"Kyra, aku sangat sangat merindukanmu.. bagaimana keadaanmu?" Ucap Christyn memeluk Kyra dengan hati-hati.


"Kita baru bertemu tadi pagi dan keadaanku baik-baik saja.." Jawab Kyra tersenyum kepada Christyn.


Christyn yang melihatnyapun sangat kaget, karena Kyra jarang tersenyum kepadanya. "Kau tersenyum kepadaku?" Tanya Christyn dan Kyra mengangguk. "Ayo tersenyum lagi! Kenapa senyumanmu sangat indah bagaikan bunga yang baru saja tumbuh!" Ucapnya sangat terkejut.


"Apa aku terlalu kasar kepadamu dulu?" Tanya Kyra dan Christyn menggelengkan kepala.


"Tidàk! tapi kamu sangat pelit senyuman! setiap kali tersenyum itu senyuman masam atau terpaksa! ternyata senýumanmu seindah ini, pokoknya jangan tersenyum seperti ini kepada siapapun!" Ucap Christyn sangat heboh hanya karna Christyn tersenyum kepadanya.


"Kalau begitu aku tak akan tersenyum kepadamu lagi" Ucap Kyra.


"Terkecuali aku!" Bantah Christyn dan Kyra terkekeh melihat tingkah laku Christyn.