XELYNE (My Destiny)

XELYNE (My Destiny)
Hari Baru


"Nona Xelyne! Anda sudah kembali? Hey kalian ayo berkumpul dan sambut kedatangan nona Xelyne" Tanya seorang pengurus keluarga Valendra melihat kedatangan nona muda yang menghilang.


Seketika semua pengurus rumah keluar dan langsung berbaris rapih menyambut kedatangan Xelyne. "Selamat datang kembali, nona muda.." Ucap mereka membungkukkan badan untuk memberi hormat


"Terimakasih, kembalilah bekerja.." Ucap Xelyne dengan dengan ramah.


"Nona, kenapa anda tak menghubungi saya terlebih dahulu agar saya bisa menyambut anda.." Ucap Lian.


"Paman Lian, Aku sudah besar dan bisa sendiri.." Ucap Xelyne sambil berjalan memasuki rumah.


"Tapi tetap saja, non.. dan lihat sepertinya keadaan anda tidak baik.." Ucap Lian melihat wajah Xelyne yang pucat.


"Tak perlu memikirkan keadaanku.. Apa kamu sudah mendapat kabar dari ibu?" Ucap Lyne secara mendadak. Ia sudah lama mencari keberadaan ibunya, karena sejak kejadian itu ia tak dapat menemukan keberadaan ibundanya. Layaknya ditelan bumi meskipun ibundanya sudah menginggal seharusnya ada sedikit informasi tentang keberadaannya.


"Maaf nona, saya sudah mengerahkan orang untuk mencari keberadaan nyonya, namun hasilnya masib nihil.. tak ada jejak sejak saat kejadian waktu lalu.." Jawab Lian dengan menundukkan badan.


"Baiklah aku sudah menduganya, bagaimana dengan perusahaan?" Ucap Xelyne duduk disofa.


"Berkembang sangat baik.. Banyak perusahaan yang ingin bekerjasama dengan anda dan mereka berharap bisa bertemu dengan anda secara langsung" Jawab Lian mengeluarkan berkas berkas dan menyerahkannya pada Xelyne.


"Sepertinya ada banyak tugas yang harus ku kerjakan.." Adu Xelyne sambil menghembuskan nafas. "Siapkan mobil, kita pergi ke perusahaan.." Perintah Xelyne langsung dilaksanakan oleh Lian.


Xelyne kembali keperusahaannya, semua karyawan menyambut dengan bahagia atas kembalinya pemilik serta ahli waris perusahaan Valendra yang menduduki peringkat kedua. Kabar ini pastinya menjadi trending topik di internet dan khayalak ramai, karena Xelyne yang sangat misterius bagi semua orang kini muncul dikhayalak ramai.


Xelyne turun dari mobilnya dengan sangat anggun, semua mata tak berhenti menatap kecantikannya meski tertutup masker, sudah banyak karyawan wartawan yang menyambut kedatangannya dan pastinya banyak pertanyaan yang terlontar dari karyawan tersebut.


"Maaf saya tidak dapat menjawab kalian satu persatu, yang pasti saya akan kembali memimpin Valendra Group dan saya ucapkan terimakasih untuk kalian yang sudah datang untuk menyambut saya.." Jawab Xelyne dengan ramah dan lembut.


"Saya hanya merindukan masa kuliah dan hidup menjadi orang biasa, jadi saya meluangkan waktu untuk merasakannya.. saya juga mendapat sebuah pengalaman yang tak terlupakan dari itu.." Jelas Xelyne menginga yang ia alami dimasa lalu membuatnya meneteskan air mata.


"Nona, anda baik-baik saja?"


"Saya baik-baik saja, saya hanya merasa terharu kalian menyambut kedatangan saya.. saya merasa sangat bahagia.." Ucap Xelyne menghapus air matanya. "Sepertinya saya harus masuk kedalam, sampai jumpa semua.." Ucap Xelyne sebelum masuk kedalam perusahaannya.


Sikapnya yang selalu sopan kepada semua orang, dan selalu menghargai orang-orang membuatnya jadi kesayangan semua orang dan tentu menjadi incaran banyak pria lajang. Sudah cantik, sukses, pintar, dan memiliki tata krama yang baik siapa yang tidak menginginkan pasangan sepertinya.


Kini Xelyne sudah berada di ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya. "Darimana hadiah-hadiah ini?" Tanya Xelyne yang tertutup oleh tumpukan kado dan karangan buka di mejanya.


"Saya akan memindahkannya.." Ucap Lian dan langsung memindahkan barang-barang itu.


"Pelan-pelan mindahinnya.." Ucap Xelyne membantu memindahkan hadiahnya. "Banyak sekali.."


"Semua hadiah ini diberikan oleh para karyawan dan beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan.." Ucap Lian.


"Kirimkan ucapan terimakasih kepada mereka semuanya, dan naikkan gaji karyawan 10% dari gaji awal mereka.." Ucap Xelyne diangguki Lian. "Dan tolong untuk membawakan dokumen yang perlu ku tanda tangani.."


Xelyne sungguh disibukkan oleh pekerjaan hingga malam, ia tak bisa meninggalkan tempatnya sama sekali dan menunda pekerjaannya.


"Nona, sudah waktunya makan malam.." Ucap Lian.


"Sebentar lagi selesai, aku ingin makan dirumah saja.." Jawab Xelyne yang masih fokus pada layar komputer.


"Baik.." Ucap Lian dengan senang hati menunggu Xelyne.