XELYNE (My Destiny)

XELYNE (My Destiny)
Masa lalu


"Ayah... Ibu....." Teriakkan anak kecil. "Jangan tinggalin kyra.. hiks.. hiks..." Ucapnya sambil menangis.


"Sayang, pergilah ke tempat ini, bersembunyilah disana... Saat umurmu 20 tahun pasti akan ada orang yang datang menolongmu... jika orang itu datang, balaskan dendam orang tuamu nak.. Ugh..." Ucap ibunya yang menahan sakitnya sambil memberikan sebuah alamat dan kunci.


"Ibu... huhuhuu..." Tangisan kyra.


"Yuhu... Dimana kamu kyra..." Ucap seseorang.


"Cepat pergi nak... Datanglah lagi dan balaskan dendam ibu..." Ucap ibunya menyuruh kyra untuk pergi.


"Tapi.. bu..." Ucap kyra


"Pergi lah nak.... Cepat..." Ucap ibunya


"Kyra... kamu dimana ? Ucapnya...


"Ibu sayang kyra, cepat pergi..." Ucap ibunya


"Kyra juga sayang ibu, Kyra janji akan balasin dendam untuk ayah dan ibu... hiks.. hiks.. kyra pergi dulu ya bu...." Ucap kyra sebelum pergi.


Kyra berlari secapat mungkin, disetiap langkahnya bertetesan air mata yang tak terhenti, ia berlari keluar mencari seseorang untuk dimintai bantuan. "Ayah.. ibu.. kyra akan datang untuk kalian.. hiks.. hiks... aku mohon selamatkan ibuku" Batinnya.



Dia terus berlari sambil tak henti menangis, sampai kyra tidak memperhatikan jalannya dengan benar. Tanpa ia sadari, tiba-tiba dia menabrak seorang anak laki-laki hampir seumuran dengannya mungkin lebih tua beberapa tahun darinya.


*Brak...


"Maaf maafkan.. aku... aku tidak sengaja.." Ucap kyra yang terjatuh sambil tersedu-sedu.


"Ah.. iya.. tidak papa.." Ucap laki-laki itu membantu Kyra membereskan barang yang Kyra bawa. "Apa kamu tidak apa-apa?" Tanya lelaki itu lagi sambil membantu Kyra berdiri


Kyra berdiri dengan bantuan lelaki itu dan terus menunduk tak menatap lelaki tersebut. "Aku tidak apa, Aku pergi dulu.. terima kasih" Ucap Kyra mencoba menyamarkan tangisannya.


"Tunggu!" Ucap laki-laki itu sambil memegang lengan Kyra dan ia berdiri di depan Kyra. Lelaki itu memperhatikan tingkah laku Kyra yang terlihat sangat gelisah. "Kamu kenapa? Coba bilang padaku.. Siapa tau aku bisa membantumu.." Ucap Lelaki itu mencoba menatap wajah Kyra yang berantakan karna tangisannya yang tak bisa berhenti.


Kyra memalingkan mukanya, ia tidak ingin orang melihatnya sedang menangis. "Aku tidak papa..." Ucap kyra tersedu-sedu.


Lelaki itu menuntun kyra duduk di kursi taman "Benarkah ? Apa aku dapat membantumu atau kamu ikut aku menemui ibuku dia sedang berada di dekat sini?" Ucap lelaki itu melihat wajah kyra.


"Tidak.. terima kasih.. Tapi aku harus pergi sekarang..." Ucap kyra berdiri dari tempat duduk dan beranjak pergi.


Saat dia ingin pergi, tangannya di pegang oleh lelaki itu. Lalu lelaki itu memeluk kyra sambil mengusap punggung kyra dengan pelan. "Kamu tidak perlu takut denganku, Aku akan membantumu... menangislah jika ingin menangis" Ucap lelaki itu.


"Hiks.. kenapa kamu membantuku... se-semua orang kenapa jahat padaku! mengapa mereka tak mau membantuku untuk menyelamatkan ibuku... kenapaa??!! Sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi.. aku harus bagaimana??" Tangisan kyra pecah takala lelaki itu bersikap lembut padanya, ia menceritakan apa yang sedang terjadi padanya, apa yang sedang dialaminya


"Aku tak ingin merepotkanmu.. ku mohon jangan mèmbuatku bergantung kepada orang.." Ucap Kyra melerai pelukannya dan beranjak pergi, namun tenaganya terkuras karena ia menangis sendari tadi, dan itu membuatnya pusing.


"Kamu kenapa? Ayo ikut denganku.." Ucap lelaki itu yang melihat Kyra sempoyongan. Ia memapah Kyra dan membawa Kyra pulang ke rumahnya.


.


.


.


Sudah beberapa bulan ia tinggal ditempat lelaki itu bersama kedua orang tua. Setiap kali ditanya apa yang terjadi, Kyra tak bisa menceritakan apa yang ia lihat pada saat itu, namun semua orang dirumah itu menerima Kyra dan ia mendapat kasih sayang disana.


"Non, biar saya aja yang ngerjain ini, non istirahat saja.." Ucap seorang wanita yang tengah membujuk Kyra agar tidak melakukan pekerjaannya.


"Tidak apa, kata ibu didunia ini tidak ada yang gratis, jadi Kyra tak mau hanya tinggal dan duduk diam tanpa melakukan apapun, Kyra ingin membantu meringankan pekerjaan kakak.." Ucap Kyra yang sedang memanen sayuran dibelakang rumah.


"Ya ampun Kyra, kamu sedang apa disitu?" Ucap seorang wanita cantik yang barusaja pulang.


"Nyonya" "Tante.." Ucap Kyra dengan senyuman bersamaan dengan ART yang tampak ketakutan.


"Kyra sedang memanen sayuran, biar kak lala ngga perlu bolak balik buat manem sama masak.." Jelas Kyra.


"Nyonya, saya sudah melarang non Kyra namun ia enggan untuk mendengarkan ucapan saya.." Jelas ART yang bernama Lala itu.


"Kyra sayang, biar kak lala saja yang melakukan itu.. Kyra ikut tante sini.." Ucap Wanita itu.


"Siap tante sebentar Kyra bersih-bersih dulu.." Ucap Kyra memberikan keranjang hasil panennya kepada Lala. "Kak lala, Kyra tinggal dulu ya.." Ucap Kyra beranjak dari tempatnya.


Kyra membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya yang kotor terkena tanah dengan pakaian yang baru. Setelah itu ia menemui orang orang di bawah.


"Sini duduk, Nak.." Ucap wanita tadi yang kini sudah duduk di sofa. Kyra menurut dan duduk di samping wanita itu. Wanita itu menggenggam kedua tangan Kyra. "Kamu yakin ngga mau tinggal lebih lama lagi disini? Tante sudah anggap kamu seperti anak sendiri" Ucap Wanita itu nampak muram.


"Iya, Kyra tak ingin merepotkan kalian lagi.. Apa lagi Kyra sudah sangat-sangat merepotkan kalian dengan Kyra yang sakit ini.." Ucap Kyra tersenyum pada Wanita itu.


"Jangan merasa tidak enak, kami malah senang dengan kedatangan kamu dirumah ini... kamu sudah menjadi bagian keluarga kami.." Ucap seorang Pria yang duduk berhadapan dengan Kyra.


"Terimakasih om tante, tapi Kyra tidak bisa tinggal lebih lama lagi disini.." Ucap Kyra.


"Lalu kemana kamu akan pergi?" Ucap Wanita itu.


Kyra mengeluarkan kertas yang pernah Ibunya berikan terakhir kali. "sebelum Ibu menyuruh Kyra kabur, ibu memberikan Kyra ini.." Ucap Kyra memberikan kertas tersebut kepada wanita yang berada disebelahnya.


Wanita itu melihat nya dan menunjukkan pada suaminya. "Kami akan mengantarkanmu kesana..."