
"Ya, dia perempuan yang kutemui tadi" Jawab Richard.
"Masalah tadi kita lupakan saja.." Ucap Bryan.
"Tidak! Aku tak ingin mengingkari ucapan yang sudah ku buat! Jangan bilang anda ingin mengingkarinya!" Bantah Richard.
"Tapi dia saudariku, kakak Bryan.." Ucap Xelyne.
"Tanpa ada pengecualian bukan?" Ucap Richard menagih janji.
"Janji ya janji! menikah ya menikah! Tadi tanpa pengecualian bukan? Aku bukan orang yang ingkar janji, tapi kamu harus meminta restu orang tuaku" Ucap Bryan membuat Xelyne dan Christyn bingung.
"Apa maksudnya?" Tanya Christyn yang tak mengetahui apapun.
Belum sempat Bryan menjawab Richard beranjak dari tempatnya. "Aku akan meminta restu sekarang! Siapa yang akan menolak gadis secantik saudarimu ini?! Ku anggap kalian merestuiku! Aku pergi dulu" Ucap Richard menggenggam tangan Christyn dan membawanya keluar .
"Tunggu! Janji? Menikah? Restu?!" Pikir Christyn dan membuatnya menyadari sesuatu. "BRYAN XELYNE!! BERANINYA KALIAN MENJADIKANKU TARUHAN!!" Teriak Christyn terdengar sampai Ruangan.
"Apa kamu yakin Bryan?" Tanya Xelyne masih tak percaya.
"Ya.. aku tau Richard bisa menjaga Christyn dengan baik, dan bisa menangani sikap Christyn yang ceroboh.." Jawa Bryan merasa lega. "Apa yang kamu takutkan?" Tanyanya.
"Aku hanya tak percaya, Richard berani membawa saudarimu pergi" Ucap Xelyne bersender pada Bryan.
"Orang tuaku bukanlah orang yang mudah ditangani, jika Richard berhasil menghadapi orang tuaku berarti aku memang tak salah memberikan Christyn padanya.." Jelas Bryan.
"Lalu bagaimana dengan kita?" Tanya Xelyne.
"Kamu juga ingin menikah? Aku akan menikahimu saat kamu bertemu ibumu" Ucap Bryan
"Kalau tidak bertemu, kita tak menikah?"
"Kita akan tetap menikah, aku akan meminta restu kepada ayahmu saja" Ucap Bryan dengah kekeh.
"Kalau takdir tak berpihak?"
"Aku akan membuat takdir berpihak pada kita, karena aku hanya ingin bersamamu membuat sebuah keluarga kecil dan menua bersama.. hanya bersamamu nona Xelyne!" Ucap Bryan dengan posesif.
"Aku menyayangimu Bryan" Ucap Xelyne memeluk erat Bryan.
Christyn yang masih bingung dengan keadaanya sekarang, ia tak paham apa maksud dari semuanya.
"Apa orang tuamu menyukai ini?" Tanya Richard yang masih sibuk memilih barang.
"Mereka tak memerlukan apapun.. Kamu bawakan yang wajar sudah membuat mereka senang" Jawab Christyn asal, ia masih bingung dengan situasinya saat ini.
Christyn berjalan mengitari swalayan mengambik barang asal dan menaruhnya ke keranjang yang Richard bawa. Richard hanya bisa memperhatikan sikap Christyn yang mengambil asal barang yang ada di swalayan.
"Apa semua ini diperlukan nona?" Tanya Richard pada Christyn.
"Tuan Richard, aku ingin bertanya kepada anda.. apa boleh?" Ucap Christyn secara tiba-tiba.
"Sure, why not" Ucap Richard. "Tapi setelah kita membayar barang yang kamu ambil, kita akan berbicara di mobil.." Ucap Richard mempeesilahkan Christyn untuk jalan terlebih dahulu.
"Baiklah" Christyn jalan menuju kasir dan menyerahkan belanjaan mereka lebih tepatnya Christyn ke kasir. Setelah itu Richard membayarnya dan membawa barang belanjaannya.
"Cemilannya berikan padaku" Ucap Christyn mengambil kantong yang berisi cemilan, lalu masuk kedalam mobil terlebih dahulu. Christyn tak bisa menahan laparnya lagi, ia langsung membuka dan memakan satu persatu cemilan itu.
Richard yang sudah berada di sebelahnya hanya bisa menggelengkan kepala, gadis yang akan ia nikahi sangat malang dan terlihat sangat kelaparan. "Apa kamu mau mampir ke tempat makan dulu?" Tanya Richard.
"Hum? Oiya, untuk apa kamu ingin menemui orang tuaku? Dan apa maksud Bryan tadi? Apa aku sedang dijadikan bahan taruhan.." Tanya Christyn beruntun membuatnya terlihat seperti anak kecil, sangat lucu dimata Richard.
"Ya.. bisa dibilang begitu, tap.."
"Aku tak ingin menjadi bahan taruhan! Sama saja aku menjual diri!" Bantah Christyn.
"Dengarkan aku dulu nona" Ucap Richard menenangkan Christyn.
"Tuan Richard, anda orang yang hebat, mapan, dan dikagumi banyak orang.. tolong cari yang lain saja" Ucap Christyn membuat Richard merasa tak percaya.
"Tidak tidak.. Aku tak akan mempermaikan mu nona, terlebih lagi soal pernikahan.. dan keputusanku sudah bulat, aku memilihmu untuk menjadi pasanganku seumur hidupku.. Aku akan melakukan apapun agar kamu percaya adaku dan menerimaku" Jelas Richard sudah pasti dengan ucapannya. Ia akan menikahi gadis didepannya.
"Kalau begitu aku akan memberimu 3 hari untuk menakhlukkan hati kedua orang tuaku" Ucap Christyn terlihat seperti tantangan bagi Richard.
"Baik! Aku akan mengambil hati mertuaku untuk mendapat restu untuk menikahimu!" Ucap Richard dengan percaya diri.
"Ck. sangat sombong" Gumam Christyn.