
Cukup lama Xelyne dikamar mandi, membuat Bryan takut terjadi sesuatu dengannya. Bryan mengetuk pintuk kamar mandi beberapa kali.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Bryan.
"Ya!"
"Apa yang kamu lakukan didalam sampai selama ini?"
"Aku lupa bahwa aku tak memiliki baju ganti!" Jawab Xelyne dari dalam membuat Bryan hanya bisa terkekeh.
"Kenapa tidak bilang dari tadi, keluarlah dan ambil bajumu" Ucap Bryan menaruh paperbag yang berisi pakaian ganti untuk Xelyne lalu kembali duduk di sofa mengecek kabar terbaru.
Xelyne membuka pintu kabar mandi dan mengambil paperbag yang terletak di bawah, lalu langsung menutupnya kembali dan memakai pakaian yang diberikan Bryan. Setelah itu ia keluar mengenakan baju yang terlihat sangat cocok untuknya.
Bryan berdiri menghampiri Xelyne. "Ternyata bajunya pas denganmu, tak salah aku memilih.." Ucap Bryan.
"Kau yang memilih?" Tanya Xelyne mengingat saat pakaian dalamnya juga sangat pas ia kenakan. Bryan mengangguk untuk memberikan jawaban dari pertanyaan Xelyne. "Dasar mesum!" Guman Xelyne.
Bryan hanya diam saat dirinya dikatakan mesum oleh Xelyne, ia berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket.
Xelyne mengambil hpnya dan duduk diatas ranjang, ia terdiam melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Lian dan chat yang masuk. Dengan cepat ia langsung menelpon kembali Lian.
Terdengar Lian sangat panik, karena Xelyne tidak pulang ke hotel dan tidak memberinya kabar.
Dengan tenang Xelyne menjawab, "Aku baik-baik saja, kamu jangan memikirkanku aku hanya sedang bersama.." Belum sempat Xelyne menyelesaikan ucapannya, Bryan keluar dari kamar mandi dengan handuk melingkar dipinggangnya membuat Xelyne melonjak kaget dibuatnya membuatnya refleks menutup mata dengan sebelah tangan. "Kenapa kamu keluar dengan seperti itu, cepat pakai bajumu!" Ucap Xelyne membuat orang sebrang telefon bertanya-tanya.
"Aku memanggilmu dari tadi untuk mengambilkan bajuku, tapi kau malah asik menelpon disini.." Jawab Bryan berjalan mengambil paperbag yang berisi baju gantinya lalu masuk lagi kekamar mandi.
"Oiya!" Xelyne yang tersadar bahwa sambungan teleponnya masih terhubung dengan Lian langsung menjelaskannya agar tidak ada kecurigaan untuk Lian, "Maaf Lian tadi ada kesalahan, aku baik-baik saja kamu tenang saja dan nikmati liburanmu" Ucap Xelyne kepada Lian.
...
"Tidak seperti yang kamu bayangkan!" Ucap Xelyne yang tiba-tiba wajahnya memerah.
...
Bryan yang barusaja keluar kamar mandi dan melihat Xelyne salah tingkahpun langsung menghampiri Xelyne, Ia duduk disamping Xelyne dan merangkul pundaknya. "Kenapa wajahmu merah padam? Dan siapa yang menelponmu sayang?" Goda Bryan kepada Xelyne.
Xelyne yang menyadari keberadaan Bryan disampingnya langsung mengakhiri panggilan telefonnya. "Apa yang anda lakukan?! Aku sedang mengabari sekertaris saya dan tolong panggil aku sewajarnya!" Ucap Xelyne yang terlihat kesal.
"Maaf tapi ekspresimu sangat lucu dan aku sangat menyukainya, sayang" Ucap Bryan jujur.
"Panggil namaku!" Pinta Xelyne membereskan barangnya.
"Tidak! Aku akan memanggilmu sayang karena mulai hari ini kamu pacarku!" Ucap Bryan membuat Xelyne kaget.
"Jangan bercanda Bryan! semalam hanya kesalahan!" Ucap Xelyne.
"Aku tidak bercanda! kalaupun kau memintaku untuk menikahimu sekarang aku akan melakukannya!" Ucap Bryan berjalan mendekati Xelyne.
"Aku tidak berpikiran sejauh itu.."
"Kalau gitu kamu memikirkan kalau kita akan bersama bukan?" Tanya Bryan yang kini memeluk Xelyne dari belakang.
"Tolong jangan begini, tolong pikirkan perasaan orang lain!" Ucap Xelyne mengingat kedekatan Bryan dan Christyn. Ia melepaskan pelukan Bryan dan duduk di samping ranjang.
"Orang lain? Siapa yang kamu maksud?" Tanya Bryan namun Xelyne hanya terdiam mengacuhkannya dan memilih merapihkan rambutnya. Bryan berpikir sejenak siapa orang yang Xelyne maksud. Lalu Bryan teringat sesuatu, "Kamu sudah cantik, untuk apa mengaca lagi" Ucap Bryan.
"Jangan pedulikan aku!"
Bryan terbungkuk menyamakan tinggi dengan Xelyne dan ia meraih tangan Xelyne lalu menggenggamnya. "Apa ini bentuk cemburumu?"
"Aku tidak cemburu!"
"Oh ayolah.. Christyn itu saudara kandungku, kami tak memiliki perasaan apapun selain kasih sayang layaknya kakak dan adik.. aku hanya menyukaimu, hanya kamu yang selalu menghantui pikiranku selama ini... Aku tak bisa jauh lagi darimu, karena hatiku sudah terikat denganmu.." Jelas Bryan membuat Xelyne tertegun dan meneteskan air mata membjat Bryan kaget. "Hey.. kenapa menangis? Apa kamu tidak menyukainya?" Tanya Bryan menghapus air mata perempuan yang berada didepannya.
"Apa kamu sedang menyatakan perasaanmu?" Tanya Xelyne menatap Bryan sendu.