XELYNE (My Destiny)

XELYNE (My Destiny)
Rumor


"Sedang membicarakan apa kalian? Seasik itu?" Ucap Bryan yang tiba-tiba datang dengan membawa makanan ditangannya.


"Wih.. sejak kapan kamu datang?" Tany Christyn.


"Baru saja.." Jawab Bryan meletakkan makanan yang ia bawa dimeja. "Lain kali pintunya dikunci, jangan dibiarkan begitu saja.." Ucap Bryan duduk di sofa.


"Oiya.. maaf aku lupa!" Ucap Christyn sambil menepuk jidat.


"Sudah ayo makan.." Ucap Bryan menata makanan yang ia bawa diatas meja, sedangkan Christyn membantu Kyra untuk ikut duduk di sofa bersamanya dan mengambilkan makanan milik Kyra


"Terimakasih sudah merawatku.." Ucap Kyra kepada Christyn dan Bryan.


"Jangan canggung dengan kami! Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri tau.." Jelas Christyn kepada Kyra.


"Jangan sungkan untuk meminta tolong kepada kami.." Ucap Bryan.


Mereka berbincang sambil makan bersama, teelihat Kyra sudah lebih baik dari sebelumnya, ia tampak lebih bahagia dan senyum terukir diwajahnya.


"Aku besok ingin keluar untuk mengumpulkan Skripsi.." Ucap Kyra meminta izin kepada temannya.


"Kamu sudah menyelesaikannya?! Sejak kapan?!" Tanya Christyn yang terkejut.


"Sudah lama sebenarnya, namun aku mengeceknya  lagi agar tidak ada yang terlewat.." Jawab Kyra.


"Aku akan meluangkan waktu untuk mengantarmu besok.." Ucap Bryan angkat bicara.


"Tidak perlu.. aku bisa sendiri"


"Jangan menolak Kyra, besok aku tidak bisa menemanimu jadi biarkan Bryan menggantikanku.." Ucap Christyn meyakinkan Kyra. "Aku tak tenang jika kamu sendirian diluar.."


"Tapi aku sungguh-sungguh ingin datang sendiri.." Ucap Kyra dengan nada memohon.


"Siap bos!" Ucap Kyra yang tampak senang.


* Keesokan harinya..


Kyra mengawali paginya yang indah dengan bersenandung ria, sudah cukup lama ia bersangkar di kamar apartemennya dan kali ini dia bisa keluar rumah untuk menyapa orang-orang.


Kyra keluar memakai sweater dan celana jeans, rambut yang ia ikat serta wajah yang tertutupi oleh masker. Ia melangkahkan kakinya menelusuri jalanan, taman kampus, lorong kampus menuju ruang dosen.


Hari ini dia akan mengumpulkan tugas skripsinya di semester akhir, betapa bahagianya ia saat skripsi yang ia buat diterima dan ia akan lulus mendapat gelar sarjana.


Namun, kebahagiaan Kyra mendadak luntur takala ia menjumpai foto tak pantas miliknya yang diambil saat ia diculik. Foto itu ditempelkan di mading kampus, dimana semua orang dapat melihatnya.


Dengan cepat ia mengambil foto-foto itu dan menyobeknya. Sayangnya semua penghuni kampus sudah melihat foto-foto tersebut dan gosip tentangnya sudah tersebar luas.


"Kamu sudah melihat vidio itu? itu sangat menjijikan.."


"Aku tidak menyangka gadis yang terlihat polos malah seperti itu.."


Gosip dari orang-orang yang lewat dihadapanna. Untung saja wajah Kyra tertutupi oleh masker, jadi tidak ada yang dapat mengenalinya dengan baik.


Kini Kyra sudah tak berada dilingkungan kampus lagi, ia berjalan ditaman kota dengan tatapan yang kosong. Ia merasa dirinya sangat hina, suara yang menjijikan itu terus terngiang-ngiang dikepalanya.


"Aku sangat menjijikan.. Aku tak pantas ada didunia ini.." Gumam Kyra terus menerus. Air matanya terus membasahi pipinya.


Langkahnya kini berhenti di tepi danau, dengan tatapan yang kosong ia menatap dalam air danau tersebut. Seakan ada yang menghasutnya untuk masuk kedalam danau tersebut dan telinganya menuli tak terdengar suara orang yang menghalanginya. Tanpa aba-aba..


byuurr...


'D**ikehidupan selanjutnya aku pasti akan membalaskan dendam untuk kematian orang tuaku dan untuk penghinaan yang aku dapat saat ini!'