XELYNE (My Destiny)

XELYNE (My Destiny)
Rencana Xelyne


Kini Richard sudah sampai di kantor milik Bryan, ia langsung menuju ruangan Bryan. Disana sudah terdapat Bryan dan Xelyne yang sudah menunggunya.


"Selamat siang Tuan Bryan, Xelyne.." Sapa Richard ke Bryan dan Xelyne.


"Silakan duduk.." Ucap Xelyne meminta Richard duduk dengan Xelyne, Richard menatap Bryan meminta persetujuan darinya, karena ia tahu tak mungkin langsung duduk.


"Duduklah.. jangan sungkan dan panggil aku dengan biasa.." Ucap Bryan mengerti maksud tatapan Richard.


"Terimakasih.." Richard duduk dan langsung mengeluarkan apa yang ia dapat selama ini. Xelyne memeriksanya dengan detail.


"Apa kamu yakin ini perbuatan mereka?" Tanya Xelyne dan Richard mengiyakan.


"Tentu, alasan mereka melakukannya tidak lain untuk mendapatkan posisi kedua dari jejeran perusahaan tertinggi, dan Vania tidak menerima atas perlakuan ayahmu tuan Valendra yang menolak kerjasama.." Jelas Richard.


"Anak maupun Ibu sama saja! Licik dan menjijikan!" Ucap Xelyne meremas kertas yang ia pegang.


"Tenangkan dirimu, kita pikirkan caranya untuk membalas dendam" Ucap Bryan memberikan Xelyne minum.


"Aku sudah memikirkannya! Aku akan membuat perusahaannya bangkrut secara perlahan dan menghancurkan keluarganya!" Ucap Xelyne lalu menceritakan rencananya.


"Apa kamu yakin?" Tanya Richard.


"Kamu sudah memikirkan konsekuensi dari rencananya?" Tanya Bryan.


Mereka berdua tak percaya dengan rencana Xelyne.


"Tentu! Aku sudah memikirkan semua ini jauh jauh hari" Jawab Xelyne.


"Maksudku rencana menghancurkan keluarganya, apa kamu benar-benar akan melakukannya?" Tanya Bryan lagi.


"Apa yang kamu pikirkan hm?" Tanya Xelyne tak percaya apa yang ditanyakan Bryan.


"Tidak, aku hanya takut kamu melakukannya" Ucap Bryan yang takut kalau Xelyne akan melakukan rencana buruk nya hanya untuk menghancurkan keluarga Vania.


"Bukan aku yang akan melakukannya, tetapi aku sudah membayar seseorang untuk melakukannya.." Ucap Xelyne menggenggam tangan Bryan. "Aku tak akan melakukan hal tersebut, apa kamu pikir aku akan menyerahkan harga diriku hanya untuk membalas dendam?" Tanya Xelyne.


Bryan memeluk Xelyne, "Maaf.. aku tak berpikir seperti itu.. aku hanya mengkhawatirkanmu.." Ucap Bryan menjelaskan perasaan yang ia rasakan


Richard yang merasa bahwa ia dijadikan nyamukpun merasa canggung, ia bingung harus bagaimana. "Ekhem.. saya masih disini." Ucap Richard.


Bryan melepas pelukan Xelyne dan meminta maaf kepada Richard atas ketidaknyamanan yang Richard rasakan.


"Setelah urusan Bryan disini selesai dan kami kembali ke negara Y, aku akan langsung memulai rencananya.." Jawab Xelyne yang merasakan nyaman dengan belaian Bryan berikan.


"Kenapa aku harus datang langsung kesini?! Aku benar-benar menjadi nyamuk disini, pemandangan ini sangat menyakitkan mata" Batin Richard merutuki takdirnya.


"Jadi apa yang harus ku siapkan?" Tanya Richard.


"Aku membutuhkan lebih banyak informasih tentang perusahaan VAC, bisakah kamu menyiapkannya untukku Richard?" Ucap Xelyne dianggukin Richard. "Dan tolong buatkan aku identitas samaran yang baru.." Lanjut Xelyne.


"Aku akan menyiapkannya.." Ucap Richard membereskan barangnya. "Kalau tidak ada lagi aku izin pamit" Ucap Richard.


"Jangan terburu-buru.. duduk dulu kita obrolin yang lain, masa baru dateng langsung pergi sih.." Ucap Xelyne yang masih bersender di tubuh Bryan.


"Duduklah.. beristirahat sebentar disini" Ucap Bryan.


"Maaf sebaiknya say.." Sebelum melanjutkan ucapannya Richard memutuskan untuk duduk karena ia mendapat tatapan mematikan dari Xelyne dan Bryan. "Kalian menjebakku! Menyuruhku untuk singgah sebentar tetapi tujuan sebenarnya hanya untuk melihat kemesaraan kalian berdua!" Omel Richard yang kesal karena dirinya tertahan, sedangkan Xelyne dan Bryan terkekeh melihat Richard yang marah, mereka sangat puas mengerjai Richard.


"Tampangmu saja yang oke, tapi pasangan saja tak ada!" Ledek Xelyne.


"Mari taruhan, Aku akan menikahi siapapun yang masuk ke ruangan ini hari ini juga! kalian akan menjadi saksi!" Ucap Richard menantang Xelyne.


"Tanpa terkecuali?" Tanya Xelyne.


"Tentu! Mau itu cewe atau cowo, bawahanmu atau keluarga dan clienmu, aku akan menikahinya!" Ucap Richard dengan yakin.


"Silakan saja.. aku tak masalah, lagipula semua yang yang ada disini masih single.." Ucap bryan menyetujui tantangan Richard.


"Baik! Deal ya!"


Terdengar dari luar suara gaduh orang ribut, tiba-tiba Christyn masuk kedalam ruangan Bryan dengan amarah.


"Kalian berdua menyiksaku! Aku hampir mati kelaparan karena kalian!" Bentak Christyn membuat Xelyne dan Bryan tersentak kaget.


"Apa yang kamu lakukan disini!" Tanya Bryan dan Richard secara bersamaan. Tak lama seorang karyawan masuk.


"Maaf, tuan.. saya tak bisa mencegah nona Christyn" Ucapnya.


"Kamu keluarlah, aku yang mengurusnya" Ucap Xelyne kepada Karyawan itu dan ia menuruti perintah Xelyne. "Kamu mengenalnya Richard?" Tanya Xelyne.