XELYNE (My Destiny)

XELYNE (My Destiny)
Kesibukan


Xelyne sepertinya benar-benar dimanjakan oleh kesibukkannya, tiada hari tanpa ia menginggalkan pekerjaannya. Ia harus bolak-balik keluar negeri untuk melakukan menjalin kerjasama dengan negara tetangga, sambil mengawasi kinerja para karyawannya.


"Terimakasih atas waktu yang anda luangkan, Nona Xelyne.. Suatu kehormatan bagi saya untuk bekerjasama dengan perusahaan anda.."


"Terimakaaih kembali, selamat bekerja sama.." Ucap Xelyne dengan tersenyum ramah. "kalau begitu saya permisi terlebih dulu.." Ucap Xelyne sebelum pergi.


Xelyne dan Lian kembali ke hotel yang ia pesan. "Nona, besok pagi kit.." Sebelum Lian melanjutkan ucapannya, Lian tak melanjutkan ucapannya karena melihat Xelyne tertidur.


"Siapkan penerbangan untuk besok, kita pergi ke negara K untuk mengecek kantor cabang.." Ucap Xelyne dengan mata yang masih tertutup.


"Eh.. baik, Non.." Ucap Lian mengiyakan ucapan Xelyne meski ia tahu kalau Xelyne terlihat sudah sangat lelah.


* Keesokan Hari..


Xelyne dan Lian terbang ke negara K. Sesampainya dinegara K, mereka memutuskan untuk memesan dan beristirahat di hotel.


"Lian, ambillah.. dan nikmati liburan disini" Ucap Xelyne memberikan sebuah kartu hitam kepada Lian.


"Nona, saya.." Lian mencoba menolaknya.


"Ambil dan bersenang-senanglah.. aku tau kamu pasti lelah menemaniku selama satu minggu ini.." Jelas Xelyne.


"Terimakasih nona, tapi siapa yang akan menjaga anda nanti?" Tanya Lian yang masih belum menerima penuh.


"hahah.. kamu menghawatirkanku ternyata.." Tawa Xelyne. "Sudah berapa lama aku tinggal diluaran dan kamu masih menghawatirkanku? lucu sekali..." Lanjut Xelyne. "Bersenang-senanglah, aku memberimu hari libur selama satu minggu.. untuk urusanku itu aku bisa mengurusnya sendiri.."


"Aku.. Saya... ya tapi masih tetap saja!"


"Sudah terima saja.. aku bisa sendiri kok.." Ucap Xelyne meyakinkan Lian. "Beristirahatlah.. Aku juga ingin kembali ke kamarku.." Lanjut Xelyne sebelum keluar dari kamar Lian.


Xelyne kembali ke kamarnya dan terduduk diatas kasur. Ia meraih hpnya dan membuka medsosnya. Banyak sekali like dipostingan yang barusaja ia posting dan chat dari pengikutnya.


"Huft.. tak ada hal baru.." Adu Xelyne.


Tak lama Hpnya berdering dan sebuah panggilan telfon masuk.


"Ada apa? kamu menemukan sesuatu?"


...


...


"Aku akan mengeceknya" Ucap Xelyne lalu mematikan telponnya lalu mengecek fimail nya. Ia membuka berkas yang barusaja dikirimkan barusan.


"Aku akan menghancurkanmu secara perlahan, seperti orang tuamu lakukan.." Batin Xelyne menaruh kembali HP nya diatas nakas.


Ia merebahkan badannya diatas kasur yang empuk dengan selimut yang menutupi setengah badannya dan menatap langit-langit kamar.


"Kenapa tiba-tiba aku memikirkan orang itu?!" Batin Xelyne yang tiba-tiba teringat Bryan. Ntah kenapa Xelyne ingin menemui Bryan, tetapi ia lah yang memutuskan untuk menjauh.


Tiba-tiba lamunannya buyar karena HP nya berbunyi. Ia meraih hpnya dan menekan lambang telpon berwarna hijau lalu mendekatkan ditelinga.


"Hallo.." Sapa Xelyne dengan lirih. Namun ia langsung menjauhkan telponnya dari telinga karena dari ujung seseorang menggunakan nada tinggi, dan sepertinya ia kena marah orang tersebut.


...


"Kak, pelan-pelan.. tarik nafas yang panjang.. lalu buang.." Pinta Xelyne. "Bicaralah..."


...


"Tapi aku sedang di kota K.."


...


"Benarkah? Kakak sedang ada dimana? Ayo bertemu!" Ucap Xelyne merasa senang.


...


"Baik, aku akan kesana!" Ucap Xelyne lalu mematikan telpon.


Xelyne langsung bangun dari tempat tidur dan mengganti pakaiannya. Setelah itu ia pergi dari hotel menuju sebuah club night. Xelyne memasukki gedung yang berisik itu, ia pergi ke sebuah ruangan VVIP yang telah dipesan.


"Xelyne!" Panggil seseorang membuat Xelyne berlari kecil menuju orang tersebut.