
"Ya, aku akan mengatakannya ribuan kali kalau aku sangat mencintaimu!" Jawab Bryan.
"Aku terlalu banyak kekurangan untukmu, aku bukanlah perempuan yang baik, dihatiku hanya dipenuhi oleh dendam, aku sangat kotor! Kau pasti tak akan menyukainya!" Jelas Xelyne.
Bryan duduk disamping Xelyne, menggenggam tangannya, mereka berdua saling menatap, "Dengarkan aku.. aku mengetahui itu semua, aku mengerti dirimu dan aku menerimamu apa adanya.. Menurutku kamu itu sempurna, kamu bukan wanita diluaran sana, kamu berbeda, kamu spesial!" Jelas Bryan membuat tangisan Xelyne menjadi-jadi.
"Jangan berbohong padaku Bryan.. jangan mengucapkan kata kata itu.. itu sangat menyakitkan untukku.." Ucap Xelyne sambil menangis.
"Maaf tapi aku tidak berbohong, aku mengucapkan yang sejujurnya.." Ucap Bryan memeluk tubuh Xelyne dan mencoba menenangkannya. "Kumohon jangan menangis"
"Aku takut kamu akan pergi meninggalkan ku seperti orang orang" Ucap Xelyne menangis dipelukan Bryan.
"Aku berjanji tak akan meninggalkanmu.. aku tak akan pergi meninggalkanmu, itu tidak akan pernah terjadi.." Ucap Bryan mengeratkan pelukan.
"Terima kasih.." Ucap Xelyne memeluk erat Bryan.
"Jangan menangis lagi oke.." Ucap Bryan mengecup kedua mata Xelyne lalu keningnya. "Kita keluar sekarang oke.." Lanjutnya mengambil tas milik Xelyne dan membantu Xelyne berdiri.
"Baiklah.."
Mereka berjalan beriringan keluar dari hotel sambil berbincang seperti biasa tanpa mereka ketahui seseorang memotret mereka diam-diam.
"Apa ada yang tertinggal?" Tanya Bryan.
"Tidak, tapi bagaimana dengan pakaianku?" Jawab Xelyne memeluk lengan Bryan.
"Itu biar Joe yang mengurus.."
"Tapi ada pakaian dalamku! bagaimana jika ia melihatnya?!"
"Itu tidak akan terjadi, kamu kan sudah menaruhnya dengan benar.. aku sudah menimbunnya dengan pakaianku jadi dia tak bisa melihatnya.." Ucap Bryan.
"Kamu melihatnya?!"
"Sedikit"
"Dasar mesum!" Ucap Xelyne mencubit pinggang Bryan.
"Hahahaa.. bercanda sayang" Ucap Bryan memegangi pinggang yang dicubit oleh Xelyne.
Mereka pergi dari hotel menggunakan mobil milik Bryan, tanpa memikirkan seseorang masih tertinggal di hotel.
"Kemana mereka?! Apa aku ditinggal oleh mereka?!" Ucap Christyn mencari keberadaan Xelyne dan Bryan.
.
.
.
Kini mereka sedang sarapan berdua di sebuat resto yang cukup terkenal di negara K.
"Aku akan kembali ke negara Y besok.." Jawab Xelyne.
"Apa tidak bisa diundur? menetaplah beberapa hari.." Tawar Bryan.
"Aku tak memiliki pekerjaan lagi disini dan ada pekerjaan yang sudah menungguku.." Ucap Xelyn menyudahi sarapannya dengan meminum jus yang ia pesan.
"Hanya beberapa hari saja.." Ucap Bryan yang masih memohon. "3 hari saja.."
"Akan ku pertimbangkan.. dan menghitung kerugian yang ku dapatkan.." Ucap Xelyne.
"Aku akan mengganti kerugianmu asal kau tetap tinggal denganku" Ucap Bryan membayar makanan pesanan mereka dan mereka keluar dari resto tersebut.
"Aku pegang ucapanmu" Ucap Xelyne menggandeng tangan Bryan.
"Kamu sangat perhitungan sayang.." Ucap Bryan mengecup ujung kepala Xelyne.
"Biarkan saja, pacarku sorang pengusaha nomor satu, mana mungkin aku melewatkan kesempatan seperti ini.." Ucap Xelyne dengan bangga.
"Aku akan memberikan seluruh hartaku hanya untukmu dan anak anak kita nanti, jadi jangan takut.." Goda Bryan.
"Terlalu jauh kamu berangan-angan!"
Bryan dan Xelyne melewatkan waktu berdua selama seharian mengunjungi berbagai tempat dan mengabadikannya sebagai cerita awal dalam hubungan mereka. Hingga malam tiba, mereka memutuskan untuk menginap di hotel yang berbeda dan memesan kamar yang paling bagus pemandangannya jika dilihat dari balkon.
"Apa kamu serius mempubliknya?" Ucap Bryan memeluk Xelyne dari belakang.
"Kamu lihat kedepan sana.." Ucap Xelyne menunjuk kearah depan mereka. "Sangat luas dan indah bukan?" Lanjutnya dan Bryan mengangguk. "Itu dunia kita, sangat luas, jika kita menyembunyikan sekecil apapun kebohongan maka tak lama kebohongan itu akan terkuak, seperti jika kita menyembunyikan hubungan kita, semua orang juga akan tahu nantinya.." Jelas Xelyne lalu berbalik mengalungkan tangannya dileher Bryan. "Apa kamu tak suka jika orang tahu hubungan kita?" Tanya Xelyne menatap Bryan.
"Kamu berbeda, aku sangat menyukaimu.. awalnya kupikir kamu akan menyembunyikan semuanya dan kita akan menjalani hubungan diam-diam.. tapi ternyata kamu diluar dugaanku" Jelas Bryan membelai wajah Xelyne.
"Aku tak akan melakukan itu, menyembunyikan sebuah hubungan adalah hal bodoh yang membuat masalah.. dan aku tau itu sangat tidak nyaman bagi kita, apapun pendapat orang aku tak akan mendengarnya, karena aku yakin kamu adalah orang yang paling tepat untuk kupilih.. kamu yang selalu datang disaat kumembutuhkan seseorang yang bisa menenangkanku, melupakan mimpi burukku.. aku adalah perempuan yang sangat sangat beruntung mendapatkanmu.." Jelas Xelyne menatap lekat kedua mata Bryan.
"Terimakasih sudah memilihku.. Kamu sangat berharga dimataku, aku tak akan menyia-nyiakanmu.. apapun kekuranganmu aku akan tetap menerimamu, aku akan terus berlari mengikutimu sekalipun itu menuju bahaya aku tak akan berhenti.. Aku akan selalu menjagamu dan disampingmu.." Jelas Bryan memeluk erat tubuh Xelyne.
"Aku.. mencintaimu tuan Christian Bryan William.." Ucap Xelyne.
"Aku juga mencintaimu nona Xelyne Valendra!" Jawab Bryan langsung mencium bibir Xelyne dan mendapat balasannya.