XELYNE (My Destiny)

XELYNE (My Destiny)
Sebuah Kesalahan


Disisi Lain Bryan yang sedang disebuah ruangan, ia sedang melakukan rapat dengan cliennya merasa terganggu dengan suara gaduh diluar.


"Tuan, kita minum terlebih dahulu sebelum memulai membicarakan kerjasamanya.." Ucap seorang wanita menyodorkan segelas minuman kepada Bryan.


"Tunggu, suara apa itu? Bising sekali.." Ucap Bryan.


"Coba kamu cek!" Perintah Wanita itu kepada sekretarisnya.


"Lepaskan saya! Saya tidak mau!" Ucap seseorang dari luar.


Bryan yang merasa mengenal suara tersebut langsung berdiri dari tempat duduknya. "Biar saya saja yang mengecek.." ucap Bryan melangkahkan kaki menuju pintu diikuti Joe sekretarisnya.


Bryan keluar dari ruangan tersebut dan mencari sumber suara, terdengar dari kamar sebelah seorang wanita yang berteriak meminta tolong. Dengan cepat Bryan langsung mendobrak pintu yang terkunci itu. Terlihat seorang perempuan yang sudah terlihat berantakan menangis tersedu-sedu yang tak lain adalah Xelyne dan seorang lelaki yang terlihat sangat marah.


"Siapa yang berani menggangguku!" Bentak seorang lelaki yang berada didalamnya. Bukannya mendapat jawaban, lelaki tersebut malah mendapat tonjokan diwajahnya membuat bibirnya pecah dan mengeluarkan darah. "Apa yang kamu lakukan!" Bentak lelaki tersebut yang merasa tak teriman.


"Seharusnya saya yang bertanya, apa yang anda lakukan kepadanya?!" Ucap Bryan yang berdiri tegap dihadapan pria tersebut. Auranya tampak menakutkan membuat orang disekitarnya pun merinding.


Xelyne yang mendengar suara Bryan pun langsung menatap kearanya. "Bryan.." lirih Xelyne membuat pria yang sedang menahan amarahnya pun menengok kearahnya dan langsung menghampirinya, sedangkan lelaki tadi dibuat takut saat mendengar nama orang yang Xelyne panggil.


"Kamu tidak apa?" Tanya Bryan melihat memar dipergelangan tangannya membuat Bryan ingin memukul lelaki tadi namun Xelyne menahannya.


"Bawa aku keluar.." Lirih Xelyne, tubuhnya masih bergetar ketakutan. Bryan melepaskan Jas yang ia kenakan dan memakaikannya pada Xelyne, lalu menggendong Xelyne ala Bridal Style menuju keluar ruangan.


"Joe, bawa orang itu ke kamar sebelah!" Perintah Bryan kepada Joe. Joe hanya menurut pada perintah Joe.


Bryan masuk kedalam kamar sebelah dengan membawa Xelyne, terlihat clien wanita yang sedang menunggu Bryan itu malah dibuat kaget dengan kedatangan Xelyne.


"Tuan Bryan.." Panggil Wanita.


Xelyne yang tak ingin melepaskan pelukannya pun, memutuskan duduk diatas Bryan sambil membenamkan wajah'nya dileher Bryan.


"Untuk kerjasama dengan perusahaan anda sepertinya saya tak ingin melanjutkannya lagi.." Ucap Bryan membuat wanita dihadapannya kaget.


"Apa maksud anda, Tuan? Anda tidak mungkin membatalkan kotrak ini.." Ucap Wanita itu yang tak percaya dengan ucapan Bryan. "Saya mohon pertimbangkan lagi tuan, bagaimana kalau anda minum dahulu baru memutuskannya lagi.." Lanjut wanita itu.


Xelyne yang mengenali suara wanita ini pun langsung tersentak. "Jangan meminum air yang ada digelas itu.." Bisik Xelyne semakin mengeratkan pelukan.


Bryan yang mendengar ucapan Xelyne hanya bisa mengelus punggung Xelyne dengan lembut.


"Tuan.." ucap Wanita yang berada didepan Bryan.


"Tolong pikirkan sekali lagi.. Kerjasama ini sangat menguntungkan bagi anda" Ucap Wanita itu yang masih terus memohon.


"Itu tak sebanding dengan apa yang adikmu lakukan kepada pacarku!" Ucap Bryan membuat orang yang ada di dalam ruangan itu kaget.


"Apa maksud anda!" Tanya wanita itu merasa tak percaya.


Tak lama Joe masuk dengan membawa lelaki tadi, Wanita itu sunggu tak percaya, jika orang yang dibawa joe itu benar-benar adiknya.


"Tanyakan saja pada adikmu!" Ucap Bryan.


"Mungkin ini sebuah kesalahan! Adik saya tidak mungkin melakukan hal yang seperti itu, bisa saja pacar anda duluanlah yang memulainya!" Ucao Wanita itu malah balik menuduh Xelyne, membuat Bryan dan Xelyne semakin marah.


"Tutup mulut anda! Jangan lancang, nona Vani!" Bentak Xelyne. Xelyne menatap tajam Vani, "Apa anda pikir saya sama seperti kalian yang tidak memiliki attitude sama sekali?!" Tanya Xelyne dengan tegas.


Vani tertegun melihat wanita yang duduk dipangkuan Bryan, ia meneguk ludah kasar.


"Kalian berdua sama-sama menjijikan! terlalu menggunakan kekuasaan kalian dan melakukan berbagai hal untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan!" Ucap Xelyne.


"Nona, apa maksud anda? Jangan asal menuduh!" Ucal Vani.


"Aku berkata sejujurnya! Anda menukar minuman ini dengan minuman yang mengandung alkohol tinggi, sedang anda tahu bahwa Bryan tidak bisa meminum alkohol.." Jelas Xelyne membuat Vani kaget.


"Apa yang anda katakan? Sa saya tidak melakukannya!" Ucap Vani merasa gugup.


"Oh benar kah?" Ucap Xelyne mengoyangkan gelas milik Bryan lalu menghirupnya. "Bau alkoholnya saja tercium sangat pekat digelas ini.." Ucap Xelyne mencicipi minuman itu membuat Bryan langsung mengambil gelas itu dan menaruhnya. "Rasanya sangat memabukkan, Sa.. yang...." Ucap Xelyne membisikkannya pada Bryan.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Bryan pada Xelyne yang kini wajahnya mulai merona.


"Ku peringatkan padamu nona vani! Jangan coba-coba lakukan hal licik kepada pacarku! Atau aku tak segan-segan membuat perusahaan kalian gulung tikar!" Ancam Xelyne.


"A apa?!" Ucap Vani merasa tak percaya. "Mana bisa anda melakukannya! Lihat saja, aku akan memberi perhitungan kepada kalian!" Lanjutnya sebelum keluar kamar itu diikuti sang adik dan sekretaris.


Setelah kepergian mereka, kini hanya tersisa 2 orang, Bryan menyuruh Joe untuk kembali menemui Christyn yang masih asik menari.


Sedangkan Xelyne, kini ia terlelap dipangkuan Bryan. Bryan yang menyadarinyapun mengangkat tubuh Xelyne dan menempatkannya diranjang yang tak jauh dari tempat duduknya.


Bryan menatap wajah Xelyne yang sangat membuatnya tenang setelah menghadapi wanita licik seperti Vani. Terlebih lagi Xelyne memerankan peran pacar untuknya dengan sangat baik.