XELYNE (My Destiny)

XELYNE (My Destiny)
Perjuangan Richard 1


Kini Richard sudah duduk menghadap orang tua Christyn. Ia sangat gugup namun mencoba memasang muka tenang, rasanya ia sedang melamar pekerjaan tetapi lebih menegangkan.


"Apa maksud kedatangan anda kemari, tuan Richard?" Tanya Anna Ibunda dari Christyn.


"Maaf kedatangan saya kemari mendadak, maksud kedatangan saya.. saya ingin meminta restu dari kalian untuk menikahi putri anda, Nona Christyan.." Jawab Richard dengan tenang.


"Apa anda yakin dengan permintaan anda tuan? Karena saya tak akan menyerahkan putri saya kepada sembarang orang, Ia sangat berharga bagi kami" Ucap William Ayahanda dari Christian.


"Tentu saja saya yakin dengan permintaan saya, saya akan melalukan apapun untuk mendapatkannya" Ucap Richard mengumpulkan rasa percaya dirinya.


"Apa kamu siap menyelesaikan 3 tantangan dari kami? Hanya tiga saja seharusnya anda bisa tuan Richard" Ucap Anna menunjuk tiga jari.


"Siap! Saya siap melakukan perintah anda" Jawab Richard percaya diri.


"Baik, anda sudah menjawabnya mari ikuti saya" Ucap Anna menuju halaman belakang diikuti Richard dan Christyn dari belakang.


"Mah.. kita mau apa ke kebun herbal?" Tanya Christyn kepada Anna.


"Diam kamu dan jangan coba membantu dia! Dasar anak nakal" Bukannya mendapat jawaban dari ibundanya ia malah kena omel. "Keluarkan barang-barang yang kamu bawa dan berikan kepada putri ku" Perintah Anna kepada Richard.


Tanpa ragu ia langsung mengeluarkan Hp , Dompet, Kunci mobil dan melepas kalung kesayangannya lalu memberikannya pada Christyn.


"Penurut juga anda" Puji Anna dan Richard memberikan anggukan. "saya menanam banya tanaman herbal di sini, saya memerintahkan anda untuk mencari 10 tanaman herbal yang langka di halaman ini dan anda harus dapat menjelaskan manfaatnya.." Ucap Anna dan Richard mengangguk paham. mungkin banyakan orang yang tak mengerti dunia pengobatan tradisional akan mengira bahwa itu hanya sebuah halaman biasa yang ditumbuhi rerumputan. "Aku memberimu waktu sampai petang nanti dan anda sudah harus menghadap kesaya.." Lanjut Anna sebelum pergi dengan menyeret putrinya agar tidak mengganggu Richard.


Dengan sangat hati-hati ia mulai mencari tanaman yang Anna maksud tanpa merusak tanaman lainnya. Sedangkan Christyn tengah duduk di hadapan kedua orang tuanya dengan mata terus menatapnya tajam.


"Mah.. Pah.. Jangan tanyai aku apapun, disini akupun tak tahu apapun.. Kalau ingin bertanya, tanyakan saja lada Bryan karena dialah dalang dibalik semua ini" Jelas Christyn menyadari arti tatapan kedua orang tuanya.


"Maksudmu ini hanya permainan kakakmu saja?" Tanya Anna.


"Aku tidak bisa memastikannya, awalnya aku pikir ini hanya sebuah lelucon, tapi tuan Richard tetap dengan pendiriannya, seperti ucapannya tadi dia akan melakukan apapun untuk menikahiku meski aku menanyakannya jawabannya tetap sama.." Jelas Christyn menjelaskan semuanya kelada orang tuanya.


"Apa kamu mengenalnya?" Tanya William.


"Kamu meminum kopi lagi?!" Tanya Anna terlihat sangat marah dengan putrinya.


"Tidak! Kopinya belum sempat aku minum! Aku berkata jujur " Jawab Christyn dengan cepat.


"Dokterkan sudah bilang padamu untuk tidak meminum kopi, kalau kamu sakit lagi bagaimana?! Dasar keras kepala!" Omel Anna kepada putrinya yang tak mematuhi aturannya.


"Maaf.." Lirih Christyn.


"Sudah, kamu kembali kekamar dan beristirahatlah.. berdoa jika kamu tak menginginkan dia agar dia gagal" Ucap William meminta Christyn kembali kekamarnya dan dituruti oleh putrinya.


Richard yang mengumpulkan tanaman itu satu persatu dan mencarinya dibawah terik sinar matahari itu pun tak pantang menyerah, ia tak menghiraukan perutnya yang lapar maupun haus. "Sedikit lagi" Guman Richard menyemangati dirinya sendiri.


Sedangkan Christyn memerhatikan Richard dari jendela kamarnya, ia tak menyangka Richard melakukannya dengan hati-hati. "ini baru hal dasar, dan hal yang tak terduga yang tak terucap secara langsung masih menunggunya.." Gumam Christyn terus memandangi Richard hingga ia lelah berdiri dan memutuskan untuk tidur siang.


Saat sore tiba, Christyn terbangun dan langsung membersihkan diri, ia mengintip dari jenda untuk mengecek keberadaan Richard namun ia tak menemukan sosok yang ia cari, "ia sudah berhasil menyelesaikannya!" Ucap Christyn langsung keluar menemui orang tuanya.


"Kenapa kamu berlari-lari?" Tanya William melihat putrinya yang menuruni tangga sambil berlari.


"Tidak!" Jawab Christyn cepat.


"Kebetulan kamu sudah bangun, kamu antarkan pakaian ganti ini ke kamar tuan Richard" Ucap Anna memberikan beberapa pasang pakaian kasual.


"Mah.." Panggil Christyn menunjuk dirinya sendiri dan kedua orang tuanya mengangguk. "Tapi dia memangnya ingin menginap disini? Dan pakaian ini sangat banyak!" Ucap Christyn menerima pakaian untuk Richard.


"Antarkan saja, pakai acara nanya!" Pinta Anna dan Christyn langsung menghilang dari hadapan orang tuanya sebelum ia disuruh hal lain. Di depan pintu kamar Richard, Christyn mengetuk pintu kamarnya dan mendapatkan izin untuk masuk.


Terlihat Richard duduk di sofa dengan pakaian yang sama, kakinya yang terluka. Christyn menaruh pakaian ganti Richard di atas ranjang. "Ganti lah pakaianmu, bajumu sudah kotor" Ucap Christyn.


"Terimakasih.." Ucap Richard mengambil pakaian ganti dan langsung masuk ke kamar mandi dengan berjalan pincang.


Christyn yang melihat itupun langsung keluar kamar untuk mencari kotak P3K lalu kembali menuju kamar Richard dan menaruh kotak tersebut diatas ranjang. Tak lama Richard keluar dari kamar mandi, awalnya baju lengannya digulung olehnya namun saat melihat Christyn masih berada di kamarnya ia langsung menurunkannya dan menutupi sesuatu.