
"Kamu sudah melewati malam yang panjang ini dengan sangat baik.." Lirih Bryan lalu berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Bryan melihat Xelyne yang terlihat sangat tidak nyaman dengan terus memanggil nama sang ibundanya. Ia langsung menghampiri Xelyne dan menggenggam tangannya.
"Tenanglah.. semuanya baik-baik saja.." Ucap Bryan menenangkan Xelyne. Ia tahu tentang masalah Xelyne sejak kecil.
"Ibu.. jangan tinggalkan aku.. hiks.. kembali.. Ibu.." Ucap Xelyne sambil menangis. "Ibu..."
Bryan yang melihat Xelyne menangispun merasa tak tega. Ia menghapus air mata yang keluar membasahi pipi Xelyne. "Jangan menangis.. Aku akan selalu bersamamu.." Ucap Bryan mencoba menenangkan Xelyne.
Tiba-tiba Xelyne terbangun dan langsung memeluk Bryan, tentu itu membuat Bryan sangat kaget. "Jangan pergi.. ku mohon.." Lirih Xelyne disela-selanya menangis.
"Aku disini.. tak pergi kemana-mana.." Ucap Bryan mengusap-usap punggung Xelyne. "Sekarang kamu tidur lagi ya.."
Xelyne menggelengkan kepala, "Aku takut mimpi buruk lagi.." Ucap Xelyne membenamkan wajahnya didada bidang milik Bryan.
"Aku ada disini, aku akan menemanimu tidur.." Ucap Bryan melepas pelukan Xelyne dan menuntunnya untuk tidur.
"Jangan pergi.." Ucap Xelyne menahan tangan Bryan saat ia ingin pergi untuk mengganti baju.
"Aku tak kemana-mana.." Ucap Bryan, dengan pasrah tiduran di samping Xelyne dan mengurungkan niatnya untuk mengganti bajunya. "Kemari.. aku akan menemanimu tidur"
Dengan cepat Xelyne langsung memeluk tubuh Bryan dan membenamkan wajahnya didada bidang miliknya. "Terima kasih.." Ucap Xelyne.
"Ayo tidur.."
Malam semakin larut, Bryan dan Xelyne terlelap bersama diatas ranjang dengan saling berpelukan. Disisi lain Joe yang kesusahan membujuk Christyn yang masih asik berdugem.
"Nona.. saya mohon menurutlah, ayo kita kembali.. ini sudah hampir pagi..." Ucap Joe dengan nada memohon.
"Ssstt.. kalau ingin pergi ya pergi saja sendiri! Aku masih ingin menari!" Ucap Christyn yang terlihat sangat mabuk.
"Non, jangan salahkan saya setelah ini.." Ucap Joe langsung mengankat tubuh Christyn dan membawanya keluar dari tempat itu.
"Saya tidak akan menurunkan anda hingga sampai tujuan.. jadi maaf kan saya!" Ucap Joe membawa Christyn kembali ke hotel.
Sesampainya di depan kamar milik Christyn, Joe menurunkan tubuh Christyn. "Masuklah.. dan maaf atas kelancangan saya.." Ucap Joe membungkukkan badan.
"Huh! menyebalkan!" Gerutu Christyn yang terlihat sangat marah, karena Joe mengganggu kesenangannya. Tanpa bicara Ia langsung masuk ke dalam kamar dan tak menghiraukan Joe.
.
.
.
* Keesokkan paginya..
Di atas ranjang terlihat Xelyne yang masih tertidur dengan posisi masih memeluk Bryan sedangkan Bryan yang sudah terbangun sendari tadi tak berkutik dan membiarkan tubuh dipeluk oleh Xelyne.
"Astaga.. aku ini lelaki normal, ujian macam apa ini.." Gumam Bryan yang memerhatikan tubuh Xelyne. Tangan Bryan mengusap wajah milik Xelyne. "Dia terlihat sangat cantik meski tanpa polesan make up.." Ucap Bryan.
Sentuhan itu membuat Xelyne risih, perlahan matanya terbuka. "Heumh.."
"Kamu sudah bangun?" Tanya Bryan.
Xelyne mendongakkan kepalanya, matanya terbelalak melihat Bryan yang tersenyum kepadanya.
"Selamat pagi sayang" Sapa Bryan memberi kecupan dikening Xelyne.
Xelyne terdiam sesaat, memikirkan apa yang terjadi semalam. Ia langsung menjauhkan diri dari Bryan dan langsung mengambil hpnya. "maaf atas kelancangan saya" Ucap Xelyne membungkukkan badan.
Bryan yang melihat tingkah laku perempuan yang ada didepannya pun hanya bisa terkekeh. "Kenapa kamu meminta maaf sayang?" Tanya Bryan menggoda Xelyne.
"Ja.. jangan panggil saya seperti itu!" Ucap Xelyne merasa malu. "Saya akan mandi.." Lanjutnya langsung berlari kekamar mandi. Jantungnya berdetak tak beraturan mengingat kejadian semalam. "Kalau begini apa bedanya aku dengan perempuan tadi malam" Gumam Xelyne.