
Enam orang penunggang kuda telah bersiap di posisi masing-masing. Saat peluit mulai dibunyikan, kuda-kuda itu langsung melesat di jalur pacuan seperti angin. Satu per satu saling menyusul. Penonton yang ada di pinggir arena langsung bersorak dengan antusias.
Setiap tahun, Daniel, kakak tertua Stefy selalu mendapatkan posisi juara. Namun, tahun ini Nick yang selalu di posisi kedua tidak ingin menyerah begitu saja. Ia mengerahkan seluruh kemampuannya dan mempraktekkan latihannya. Daniel pun tidak ingin dengan mudah meyerahkan kemenangan kepada Nick.
Daniel dan Nick fokus ke garis finish bahkan meninggalkan yang lain di belakang. Rachel yang imut harus rela di posisi terakhir. Ia merasa balapan kuda ini terlalu maskulin. Sam yang baru bergabung berada di posisi ketiga, disusul oleh Miranda dan Stefy.
Hampir sampai ke garis finish. Nick semakin kuat melaju, begitu juga dengan rivalnya. Selama beberapa detik penonton dibuat tegang. Sorakan semakin menjadi. Sampai akhirnya, kuda hitam milik Nick memperoleh kemenangan mutlak dari dewi fortuna.
"Aku sudah bilang hari ini aku pasti menang. Aku berlatih mati-matian dan kau tahu, kerja keras tidak pernah mengecewakan hasil,kak," ucap Nick sambil turun dari kuda.
Daniel langsung melingkarkan lengannya ke leher pria muda itu dengan kesal. "Dasar anak sombong. Jangan besar kepala. Kita lihat tahun depan. Aku tidak akan membiarkanmu menang."
"Kak, lepaskan tanganmu...aku bisa mati..."
Semua tertawa melihat tingkah Daniel yang menyiksa Nick dengan semena-mena. Mereka membiarkan kejadian itu berlalu untuk beberapa saat sampai tuan rumah melerai dan berkata," sudahlah...Daniel, lepaskan Nick sebelum dia kehilangan nafas. Walaupun kau dokter hebat, kau tidak bisa membangkitkan orang mati. Ayo kita makan. Perutku sudah lapar."
Akhirnya Daniel melepaskan mangsanya. Merekapun mengikuti tuan rumah menuju halaman belakang. Di sana sudah ada makanan lezat dan minuman yang siap disantap. Ditata di atas meja kayu panjang. Mereka pun duduk mengelilinginya.
Sam yang duduk di sebelah kekasihnya langsung berbisik," I love your family. Hangat dan akrab."
"Thanks," sahut Stefy sembari membagikan greek salad.
"Nick sangat dekat dengan kakakmu Daniel," lanjut Sam.
"Mereka memang selalu seperti itu tiap kali bertemu. Seperti Tom and Jerry," timpal Miranda. " Tapi jika yang satu tidak ada, yang lain merasa kehilangan belahan jiwanya. Bisa jadi, jika gendernya berbeda, mereka bisa menjadi pasangan kekasih seperti kalian." Rachel yang duduk di seberang langsung tertawa.
"Wah...aku iri sekali. Menjadi kekasih kak Daniel, seorang dokter tampan dan terkenal. Pasti tidak mudah."
"Menjadi kekasih akrtis sepertiku juga tidak mudah," sambung Miranda. "Harus kuat mental dengan banyaknya wartawan dan berita gosip dimana-mana."
"Tapi aku merasa beruntung memiliki kekasih seperti dia," Sam langsung merangkul bahu Stefy. membuat pipinya merona.
"So sweet...apa aku harus iri terhadap adikku ini?" goda Miranda dengan senyum simpul.
"Sam, kakakku ini pacarnya lebih banyak daripada Nick. Entah kenapa, dunia keartisan membuat seseorang memiliki perilaku menyimpang. Ku rasa Nick mengikuti jejak seniornya yang satu ini. Lihat saja, skandalnya banyak sekali. Sampai bosan aku melihatnya di internet."
"Ya memang tidak bisa dipungkiri kalau Nick tampan dan berbakat. Tidak heran kalau banyak berita tentangnya. Yang aku heran, kenapa adikku yang manis ini tidak tertarik ya?"
Stefy melotot. "Aku dan Nick? Kak, jangan bicara seperti itu di depan Sam. Dia bisa berpikir lain dan salah paham.Lagipula, Sam juga poluler di sekolah. Kalau lihat dia di lapangan, cewek-cewek pasti histeris." Rachel langsung mengangguk setuju.
"Ya, aku bisa lihat itu," Miranda membenarkan. "He's cute." Pipi Sam langsung merah. "Maybe you can be professional player and go to US so i can see you playing basketball, Sam."
"Yeah...that's my dream also."
"Well, how about you, Rachel? permainan pianomu lancar?" Miranda mengganti topik percakapan.
Rachel tersipu dan mengatakan," aku mendapat beasiswa ke Austria, kak. Setelah lulus, aku bisa langsung masuk."
"Oh, wow. Congratulation. I'm so happy for you!"
"Thanks."
Nick yang mendengar pertanyaan itu langsung menjawab,"Daddy ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Beliau minta maaf tidak bisa datang kali ini."
"Oh, no problem. Tante paham. Ayahmu pasti sibuk," balas Mrs.Jackson lembut. "Kami senang kau bisa datang, Nick."
"Terima kasih."
"Om baca berita tentang pengusaha batu bara yang ayahmu tangani kasusnya. Itu cukup rumit," sambung Mr. jackson. "Ah, lebih baik kita makan saja. Tidak perlu membahas itu." Tuan rumah meminta seorang pelayan menyuguhkan daging panggang di tengah meja dan mereka pun menikmati santapan tersebut.
Ketika berada di dapur hendak mencuci tangan, Sam menanyakan beberapa hal kepada sang kekasih. "Baby, boleh aku tanya sesuatu? Bagaimana keluargamu dan keluarga Nick bisa akrab?"
Selesai mencuci dan mengeringkan tangannya, Stefy menjawab," mom dan almarhum mamanya Nick adalah sahabat baik ketika kami masih tinggal di Ausie. Karena pekerjaan, ayahku dipindahkan ke Jakarta. Begitu juga dengan keluarga Nick. Karena sudah kenal lama, orangtua kami memutuskan untuk tinggal di apartment yang sama sampai hari ini. Kami sudah seperti keluarga, bahkan setelah Mrs. Handerson meninggal karena kecelakaan mobil."
Sam mencerna cerita itu dan dahinya berkerut. " Tunggu, tadi kau bilang Mrs. Handerson meninggal karena kecelakaan? Berarti, Mrs. Handerson yang sekarang adalah..."
"Ya, dia mama tiri Nick. Boleh aku minta tolong? Nick sangat sensitif terhadap cerita ini. Tolong jaga perasaannya seperti yang keluargaku lakukan. Kami tidak ingin Nick terluka karena kenangan mamanya yang telah meninggal."
"Apa hubungan dengan keluarga tirinya tidak terlalu harmonis?"
Stefy tersenyum pahit. "Memang tidak selalu mudah."
"Aku mengerti. Aku akan menjaga perasaan Nick seperti yang kau minta. Kau ini benar-benar sahabat yang baik. Nick sangat beruntung. Tapi aku lebih beruntung lagi karena menjadi kekasihmu." Sam mengecup pipi Stefy.
...😃...
Acara sabtu malam itu dilanjutkan dengan permainan kartu dan tebak-tebakan. Dari tebak suara, tebak gambar, dam tebak kata. Dalam hal menebak, Miranda paling jago.
Di permainan kartu, Mrs. jackson lebih unggul. Sementara Stefy yang paling sering kalah harus merelakan wajahnya ditoreh dengan bedak tabur, persis seperti suku indian.
Selesai bermain, semua tenggelam dengan kegiatan masing-masing. Ada yang mendengarkan musik, mengecek ponsel, dan duduk-duduk santai sambil mengobrol. Miranda yang memiliki insomnia memutuskan untuk membaca buku sebelum tidur. Dan ketika yang lain masih ada di ruang tamu, Sam mamutuskan untuk mengajak Stefy jalan-jalan ke luar melihat bintang.
Rachel yang melihat piano, membiarkan nalurinya bergerak aktif memainkan musik mellow. Membuat Mr. dan Mrs. Jackson terhanyut. Daniel pun langsung menutup layar handphone dan memejamkan mata sembari mendengarkan musik klasik yang mengalun.
"Dia memang berbakat," puji Mrs.Jackson pada Miranda yang duduk di lantai sembari membaca buku. Gadis itu menutup bacaannya dan mengalihkan pandangannya kepada Rachel.
"Indeed. Katanya, dia dapat beasiswa ke Austria."
"Oh, bagus sekali. Memang seharusnya begitu. Masih muda harus punya cita-cita. Tapi jangan lupa juga cari pasangan. Tell me, apa diplomat muda itu baik orangnya?"
Miranda langsung menegakkan posisi duduknya dan mulai protes,"mom, jangan percaya gosip. Trust me. Jika aku menemukan the best gantleman, aku akan langsung membawanya ke sini. Tapi untuk sekarang, aku hanya ingin berkarir. Don't worry about me. Just think about Daniel. He so serious."
"Well, kurasa Daniel juga sedang fokus pada karirnya. Dia sedang menekuni bedah onkologi. Mungkin perlu sedikit pencerahan agar hatinya tergerak pada wanita," canda Mrs.Jackson sambil tersenyum jail. Miranda ikut terkikik. "Mungkin kalian akan dikalahkan Stefy. Lihat, entah kemana dia melarikan diri dengan pacarnya itu. Semoga mereka berdua tidak tersesat," lagi-lagi nyonya rumah melemparkan lelucon.
"Mom, why you so funny ?"celetuk Miranda dengan senyum lebar.
Tiba-tiba Nick mengeluh kepalanya sakit dan membutuhkan obat nyeri. Daniel yang sigap, langsung mengambilkan obat anti nyeri di kotak p3k. Nick pun langsung meminum obat itu dan pamit istirahat lebih awal.
...😃...