My Painful Love

My Painful Love
Tujuh


"dia pembantu disini mom"


deg


seperti ada sesuatu yang menghantam perasaan valerie ia tak menyangka alan akan mengatakan itu entah mengapa valerie merasa sesak ingin sekali menangis tapi sekuat tenaga ia tahan valerie tak ingin menangis di hadapan banyak orang apalagi ia sekarang menjadi pusat perhatian para maid dan bodyguard yang berjaga dan berjejer rapih.


Sadar dengan apa yang di rasakan nya valerie mengeleng berusaha mengenyahkan perasaan nya seharusnya ia sadar diri ia disini hanya karena dibeli oleh alan tak lebih.


▫️▫️▫️▫️▫️▫️


Berbeda dari sudut pandang gabriel yang ia pikirkan wanita itu tak lain wanita simpanan alan,jika alan menganggapnya pembantu berarti ia bisa melakukan apapun pada wanita itu toh tidak masalah walaupun alan tak pernah memperlakukan nya seperti seorang istri tapi alan masih menganggap nya seorang istri di hadapan orang lain,gabriel memandangi valerie dengan sinis dengan angkuhnya ia melihat penampilan valerie dari atas hingga bawah.


'dia cantik' batin gabriel mengakui hanya dengan wajah polos saja valerie cantik apalagi jika sudah berdandan ia mulai memikirkan rencana supaya wanita itu memilih pergi dari kehidupan alan.


"sayang jika dia pembantu mu mengapa dia tidak melayani kami?"tanya gabriel pada alan


"kau dengar vale,layani mereka dengan baik"perintah alan dengan nada datar lalu melenggang pergi dari hadapan mereka semua di ikuti oleh body guard dan para maid yang lain nya hanya menyisakan valerie,gabriel dan catherine.


"pijat kakiku!" perintah gabriel terdengar angkuh caroline sendiri hanya diam menyimak dan memperhatikan apa yang di lakukan kedua wanita itu,di dalam hati nya caroline merasa kasihan pada valerie ia juga tak yakin jika valerie hanya lah sebatas pembantu di mansion ini,tapi ia tak ingin mencampuri urusan mereka toh mereka semua sudah dewasa caroline menaiki lantai dua bermaksud menyusul alan.


Valerie mulai memijat kaki gabriel dengan lembut hal itu justru membuat gabriel merasa geram "kau bisa memijat tidak? tenaga mu sangat lemah!" menghempaskan tangan valerie dari kaki nya dan menginjak tangan valerie menggunakan sepatu heels nya.


"argghh ampun senorita maafkan saya" teriak valerie kesakitan bukan melepaskan gabriel semakin sengaja menginjak dan menekan nya hingga menyebabkan punggung tangan valerie mengeluarkan darah"ampun senorita tolong lepaskan" teriak valerie di tambah dengan isak tangis nya yang menandakan bahwa ia memang kesakitan.


"kau memang pantas mendapatkan nya ja**ng!!!" tidak puas dengan itu semua gabriel menjambak dan menampar valerie melampiaskan kemarahan nya karena alan masih terus menerus bersikap dingin pada nya di tambah lagi gabriel mendapatkan seorang wanita muda di mansion ini sungguh sangat membuat nya murka,setelah puas menyiksa valerie,gabriel melangkahkan kaki nya menuju lantai dua menyusul suami dan mertua nya.


June kepala maid yang menyaksikan dari tadi segera menghampiri nona nya tersebut saat di rasa gabriel sudah melangkah pergi baru lah june berani membantu.


"déjame ayudarte, señorita(biar saya bantu nona)" june memapah valerie dan mendudukan nya di kursi meja makan segera mungkin june mencari kotak p3k dan mengobati luka yang di dapati valerie.