My Painful Love

My Painful Love
Tiga puluh


"Sayang hari ini aku harus ke kantor ada rapat penting yang harus aku hadiri" pamit alan pada valerie.


Entah mengapa valerie merasa resah di tinggalkan oleh alan ia takut dengan kejadian dimana ia di siksa oleh ibu alan dan keresahaan itu di tangkap oleh alan dimana valerie menampilkan wajah yang gelisah.


Alan menimang apakah ia harus mengajak valerie ke kantor nya akhir nya setelah lama berfikir alan memutuskan mengajak valerie"kau mau ikut?"tanya alan yang langsung menampilkan wajah valerie yang berbinar "apa boleh?"


"tentu saja boleh kau nanti bisa menunggu di ruangan ku"


"baiklah,aku akan menganti pakaian ku"


"tidak,jangan terlalu cantik!"protes alan pada valerie "aku tak rela jika nanti banyak karyawan ku yang bisa melihat wajah cantik mu itu"


Valerie memutar kedua bola mata nya 'Sungguh berlebihan' batin nya jengkel akhir nya valerie memutuskan mengikuti perkataan alan.


Mereka pun turun menuju lantai bawah dimana disana sam sudah menunggu mereka pun berangkat dengan sam yang membawa mobil ,tak butuh waktu lama mereka pun sampai di gedung pencakar milik alan.


Alan mengandeng valerie menuju lift khusus petinggi sam menekan tombol lantai 20 dimana disana terdapat ruangan alan.


Sesampai nya disana pandangan valerie teralihkan pada wanita cantik berpakaian seksi yang di yakini valerie sekretaris di kantor alan,valerie bisa melihat tatapan sinis yang di tunjukan sekretaris tersebut ke arah nya valerie menunduk merasa tak nyaman.


" Audrey kau bisa di sini tidak usah menemani ku rapat biarkan sam yang menemaniku,kau layani saja dengan baik kekasih ku"


Tatapan alan teralih pada valerie yang masih setia menunduk "sayang" panggil alan yang membuat valerie mendongak membalas tatapan penuh cinta alan.


"Jika kau membutuh kan sesuatu kau bisa panggil audrey,dia sekretaris di sini masuk lah ke ruangan ku " di kecup nya kening valerie yang berhasil membuat valerie tersipu berbeda dengan audrey yang memalingkan wajah nya kesal,alan mulai melangkah menuju ruang rapat.


" silahkan nona" di buka nya pintu ruangan milik alan valerie melangkah masuk di ikuti audrey di belakang nya.


" jika nona membutuh kan sesuatu anda bisa memanggil saya di depan ruangan tuan alan" Suara audrey begitu lembut tapi berbeda dengan tatapan nya pada valerie ia menatap valerie dari atas sampai bawah menelisik kekurangan dari valerie tapi audrey tidak menemukan kekurangan apapun pada valerie.


'Wanita ini begitu sempurna, pantas saja tuan alan tergoda oleh nya aku berani bertaruh nona gabriel tidak ada apa apa nya dengan wanita ini' Batin audrey berbicara memang semua karyawan kantor mengetahui status alan yang sudah menikah.


"Baik nona terima kasih" Valerie tersenyum ramah pada audrey mau tau mau audrey pun membalas senyum valerie dengan cara terpaksa.


Audrey melangkah keluar meninggalkan valerie di dalam ruangan alan,ia menutup rapat ruangan tersebut.


'Nona audrey seperti nya menyukai alan terbukti dari cara memandang nya pada alan,bila di bandingkan dengan ku aku tak ada apa apa nya aku tidak berpendidikan dan aku hanyalah wanita miskin,nona audrey dan nona gabriel jauh lebih segala galanya dariku' Valerie berperang dengan batin nya sendiri ia terlihat murung merasa tidak pantas berada di sisi alan yang begitu sempurna.