My Painful Love

My Painful Love
Dua puluh


Valerie mengerjapkan kedua mata nya karena pendengaran nya mendengar suatu keributan tepat di depan pintu kamar nya saat valerie akan terbangun dengan sigap alan menarik kembali valerie ke dalam pelukan nya mau tak mau valerie pun ikut kembali terbaring "alan ada apa?"tanya nya mengadah melihat alan yang masih saja terpejam"alan"panggil nya sekali lagi dengan mengguncangkan tubuh alan


"emmm entahlah aku tak peduli"sahut nya sambil mengeratkan kembali pelukan nya


"alan ayo bangun"paksa valerie dengan perlahan alan membuka kedua mata nya sebenarnya alan sudah hafal dengan keributan ini dari suara nya yang tak asing dapat alan simpulkan wanita kesayangan nya yang tak lain ibu nya datang membuat kekacauan"diam disini apapun yang terjadi jangan keluar oke?" di kecup nya kening valerie tanpa mau menunggu jawaban valerie alan melenggang keluar dari kamar.


Tepat setelah menutup kembali pintu kamar alan sudah disuguhkan dengan pemandangan ibunya yang sudah berkacak pinggang "ada apa mom?" tanya alan pada caroline,tanpa ingin menjawab ibu nya sudah menerobos masuk ke dalam kamar alan di ikuti alan di belakang nya beruntung valerie saat itu sedang berdiam diri di dalam kamar mandi,caroline mengedarkan pandangan nya mencari sesuatu yang sudah mengganjal di hati nya sejak mendengarkan keluhan dari gabriel"dimana kau sembunyikan wanita j*lang itu?"


"wanita mana yang mom maksud?"


"pelayan rendahan itu"ungkap nya yang mana membuat alan berdecak tak suka


"nama nya valerie mom,dia disini bukan pelayan!" tegas nya


"lalu jika dia disini bukan pelayan mu lantas dia siapa? mainan baru mu?"ungkap nya yang langsung membuat alan terdiam lantaran ia pun bingung harus mengatakan apa "lihat kau pun tidak bisa menjawab nya berani benar dugaan ku kau sengaja menyimpan j*lang itu disini supaya dia bisa menghangatkan ranjang mu,mom tunggu di ruang utama bawa wanita j*lang itu sekalian!" pinta nya mutlak tak bisa di bantah.


Alan meremas rambut nya frustasi di lain sisi ia tak bisa membantah perkataan ibu nya dan di lain sisi juga ia mengkhawatirkan valerie.


Di dalam kamar mandi valerie mendengar semua percakapan antara ibu dan anak itu yang bisa ia lakukan hanya lah pasrah,ia bercermin melihat pantulan diri nya di dalam cermin tersebut betapa menyedihkan nya diri nya di jual hanya untuk melunasi hutang hutang peninggalan orang tua nya dan sekarang ia pun di beli oleh orang yang mempunyai kekuasaan tinggi ia berharap semoga kelak ia mendapatkan kebahagiaan nya sendiri.


tok tok tok


Pintu kamar mandi di ketuk dari luar oleh orang valerie segera memperbaiki tampilan nya membasuh wajah nya guna menyamarkan mata sembab nya,di buka nya pintu tersebut di lihat nya june sudah berdiri di hadapan nya


"ada apa june?" tanya valerie


"maaf nona,nyonya besar dan tuan alan menunggu anda di ruang utama"pinta nya sambil menunduk hormat


"ya baiklah aku akan mengganti pakaian ku terlebih dahulu"


June pun pamit undur diri meninggalkan valerie yang masih bertanya tanya dalam hati apa yang akan terjadi kelak pada diri nya apakah ia akan mendapatkan siksaan,atau caci maki seperti biasa mau tak mau valerie harus mempersiapkan diri nya.