
Valerie melangkahkan kaki nya menuju ruang utama sesampai nya disana terjadi keheningan hingga cukup lama sampai akhir nya caroline ibu kandung alan memulai pembicaraan"kau tau siapa aku?"tanya nya dengan angkuh tak lupa pandangan menilai dari caroline yang ditujukan pada valerie'dia cantik'batin nya mengakui,valerie menjawab dengan kepala menunduk"saya tau nyonya"
"duduklah valerie"titah alan yang sedari tadi hanya diam baru saja valerie akan mendudukan bokong nya di samping alan caroline menyela"tidak siapa yang mengizinkan mu duduk di samping alan!"
"mom"protes alan tidak terima tapi tak di hiraukan sama sekali"duduk di bawah kaki ku!" valerie menurut duduk bersimpuh di atas karpet siapa pun akan menilai jika mereka hanyalah sebatas nyonya dan pelayan caroline mengangkat kedua kaki dan mendaratkan kaki nya di pangkuan valerie "pijat kaki ku" dengan tangan gemetar valerie memulai pijatan nya"lebih kuat lagi"bentak caroline dengan kepala menunduk valerie mulai memijat kembali"lepas tangan kotor mu tidak pantas menyentuh kaki ku ini" dengan sengaja caroline mendorong bahu valerie setelah nya ia bangkit memcengkram pipi valerie"kau j*lang anak ku?" valerie tak menjawab karena tubuh nya bergetar ketakutan pelupuk mata nya sudah di penuhi cairan bening yang sudah siap untuk di keluarkan"jawab!" bentak caroline karena valerie tak kunjung menjawab ia pun menjambak rambut valerie memaksa valerie untuk mendongak "le..lepaskan saya nyonya ini sakit" mohon valerie tak terasa cairan bening telah mengalir di kedua pipi nya
"kau berani menatapku?"geram dengan valerie caroline tak segan melayangkan tangan nya menampar pipi mulus valerie plak "dasar j*lang" dorong nya hampir membuat kepala valerie membentur lantai
"mom"tanpa sadar alan membentak ibu nya
"maaf mom"sesal alan tangan nya terkepal di kedua sisi tubuh nya tak berani membantah ibu nya alan melenggang pergi meninggalkan kedua wanita itu di ruang utama,ia kesal dengan diri nya sendiri karena tak bisa menyelamatkan valerie dari kukungan ibu nya,valerie menatap sendu kepergian alan
"kau lihat?sekarang anak ku sudah berani membentak ku itu hanya karena kau! kau itu hanya sampah wanita rendahan tak punya harga diri kau menumpang hidup di seorang pria yang sudah memiliki istri kau perusak hubungan alan dan gabriel! wanita si*lan akan ku buat kau jera!" caroline menjambak rambut valerie menyeret nya ke arah kamar mandi di lantai pertama hal itu tak luput dari pandangan alan yang melihat di pembatas tangga di lantai dua juga para pelayan yang menatap nya iba tidak bisa membantu tak kuasa melihat,alan memutuskan masuk ke kamar nya dengan membanting pintu keras.
Terdengar suara jeritan dan rintihan valerie yang meminta ampun sungguh menyayat hati bagi siapa saja yang mendengar nya tak berselang lama keluar caroline dari arah kamar mandi tersebut dengan wajah penuh dengan kepuasan ia meninggalkan mansion tersebut,june kepala pelayan yang melihat nyonya besar nya sudah keluar segera menghampiri valerie betapa kaget nya dia melihat nona nya dengan keadaan tidak sadar dengan darah yang mengalir di antara kedua paha nya june pun berteriak meminta pertolongan yang lain untuk mengangkat tubuh lemah valerie.