
Alan tersenyum miring mengingat ia adalah laki laki pertama bagi valerie ada perasaan bangga bagi nya setelah alan menyetubuhi valerie alan langsung pergi begitu saja meninggalkan valerie,lain hal nya dengan valerie yang masih saja terdiam meringkuk di atas ranjang menangisi nasib nya yang malang badan nya yang polos hanya tertutupi oleh selimut karena kelelahan menangis dan melayani kebutralan alan akhirnya valerie kembali terlelap.
Tepat pukul jam 2 siang valerie terbangun dari tidur nya selain perut nya yang keroncongan meminta di isi valerie merasakan badan nya remuk dan sel*ngkangan nya terasa perih,valerie memaksakan untuk bangun berjalan tertatih memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri menghilangkan jejak aroma tubuh alan yang menempel di tubuh nya setidak nya berendam air hangat akan sedikit merilekskan tubuh nya,20 menit berlalu yang valerie habiskan waktu nya untuk berendam kini ia sedang berdiri di depan cermin memandangi tubuh nya yang hanya di tutupi oleh handuk banyak bercak merah yang di berikan alan di sekitar leher dan pa****ra atas nya ada juga bekas lebam di sekitar pipi dan pergelangan tangan nya hal itu semua akibat kekerasan yang valerie dapati dari alan,valerie segera memakai pakaian nya ia berharap malam ini alan tak mendatangi nya.
tok tok tok
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian valerie dan masuklah june.
"Buenas tardes señorita, el Sr. Alan le pide que baje de inmediato.(selamat siang nona,tuan alan meminta anda untuk segera turun)"
Valerie rasa nya ingin menolak ia malas sekali untuk bertemu dan melihat wajah alan"dile a tu maestro que no quiero bajar(bilang pada tuanmu itu aku tak mau untuk turun ke bawah)"
June hanya menuruti keinginan nona nya tersebut lantas ia berpamitan untuk undur diri yang hanya di jawab anggukan oleh valerie.
brak
Tak berselang lama pintu kamar pun terbuka secara kasar menampilkan wajah alan yang terlihat marah yang mana membuat valerie gemetar ketakutan,alan berjalan mendekati valerie yang terduduk di pinggir ranjang.
"kau berani membangkang rupa nya"desis alan langsung mengangkat dagu valerie yang terus setia menunduk alan mengamati wajah valerie yang terlihat lebam di pipi kanan nya dan mata yang berkaca kaca tak luput dari penglihatan alan,alan tersenyum miring "kau takut pada ku?" tanya alan pada valerie
'tentu saja bodoh siapa yang tidak takut padamu'ingin sekali valerie melontarkan kata itu pada alan tapi ia masih menyanyangi nyawanya
"siapa dia alan?" tanya caroline yang tak lain ibu kandung alan
"apa ada mom kau kemari?"tanya alan mengalihkan pembicaraan
"kau tanya ada apa aku kesini? kau mempunyai seorang istri alan seharus nya kau tinggal di mansion bersamaku dan istri mu bukan nya disini"
mata valerie membulat mendengar kata istri sedangkan alan muak sekali mendengar kata istri yang terlontar dari mulut wanita kesayangan nya.
"kau belum menjawab pertanyaan mommy! siapa wanita ini?" sambil melihat ke arah valerie dengan tatapan menyelidik dari atas sampai bawah lalu tatapan nya terhenti di tangan alan yang mengenggam pergelangan tangan valerie,menyadari tatapan ibu nya lantas alan langsung melepaskan.
"dia pembantu disini mom"
deg
seperti ada sesuatu yang menghantam perasaan valerie ia tak menyangka alan akan mengatakan itu entah mengapa valerie merasa sesak ingin sekali menangis tapi sekuat tenaga ia tahan valerie tak ingin menangis di hadapan banyak orang apalagi ia sekarang menjadi pusat perhatian para maid dan bodyguard yang berjaga dan berjejer rapih.
Sadar dengan apa yang di rasakan nya valerie mengeleng berusaha mengenyahkan perasaan nya seharusnya ia sadar diri ia disini hanya karena dibeli oleh alan tak lebih.