My Painful Love

My Painful Love
Dua puluh tujuh


"Jadi kau bisa menjelaskan mengapa kau menutupi kehamilan mu dari ku?" kini posisi mereka berada di sofa dengan valerie yang berada di pangkuan nya setelah menyuapi valerie makan malam alan memutuskan mengajak valerie berbincang,mengenai persyaratan yang valerie ajukan dengan berat hati alan menyetujui nya.


flash back on


*Saat itu valerie terbangun di pagi hari karena merasakan perut nya bergejolak seperti di aduk ingin memuntahkan sesuatu alan yang saat itu sudah berangkat ke kantor nya tidak mengetahui keadaan valerie.


valerie merasa mual ia ingin muntah tapi tidak ada yang ia muntahkan yang ada hanya cairan kuning yang keluar dari mulut nya di rasa tidak memuntahkan apapun valerie kembali memasuki kamar membaringkan tubuh nya yang lemas ke arah ranjang king size milik alan valerie yang waktu itu merasa hanya masuk angin tidak mengeluhkan keadaan nya pada siapapun termasuk june kepalaya pelayan yang saat itu sudah dekat dengan valerie*.


*siang hari nya saat valerie sedang menonton televisi di lantai satu ia mencium aroma yang cukup menyengat menganggu nya dengan segera ia berlari ke arah kamar mandi di lantai satu dan memuntahkan sarapan nya tadi pagi ,saat itu june yang sedang melintas tak sengaja melihat valerie yang berjalan dengan lemas dan berwajah pucat june pun menghampiri valerie dan membantu valerie kembali memasuki kamar alan tak lama june pun undur diri berpamitan mengerjakan pekerjaan nya yang lain.


tubuh valerie menegang kaku tiba tiba ia ingat dengan artikel yang tak sengaja ia baca di lirik nya kalender yang terpampang di layar ponsel nya mata nya membola sempurna seingat nya bulan kemarin ia tak mendapati masa periode nya lantas yang valerie lakukan selanjutnya adalah memanggil June dengan menggunakan tombol yang tersedia di kamar alan tak lama terdengar suara ketukan pintu dan valerie memerintahkan june untuk masuk, valerie memandang june ragu apa kah ia harus meminta tolong pada june*?


june pun yang melihat valerie terdiam akhir nya bertanya "puedo ayudarla, señorita(ada yang bisa saya bantu nona?)"


"june apa aku bisa meminta tolong pada mu?"


"tentu saja nona,nona adalah majikan kami" tutur june dengan sopan


"emm kalau begitu bisakah kau membelikan ku testpack?"


tatapan june beralih menatap perut datar valerie,melihat tatapan june valerie segera menggeleng "tidak aku hanya penasaran saja june"


30 menit berlalu akhir nya june datang dengan membawa tiga buah testpack valerie segera mengambil dan menggunakan nya di dalam kamar mandi sedangkan june ia masih menunggu dengan wajah penuh harap.


di dalam kamar mandi valerie mencoba semua testpack yang di berikan june semua hasil nya positif,valerie mengusap perut nya yang masih datar ia bingung antara senang karena ada kehidupan lain di perut nya dan merasa miris dengan keadaan nya sekarang.


*valerie keluar dari kamar mandi dan menatap bingung pada june yang masih setia menunggu nya "saya harap perkiraan saya benar nona"


"ya kau benar june, tapi aku berharap kau tidak memberi tahu kabar ini dulu pada alan karena sekarang waktu nya masih belum tepat aku takut alan tidak akan menerima nya*"


june mengangguk patuh "tapi saya yakin nona tuan alan tidak akan mungkin menolak darah daging nya sendiri saya yakin itu,baiklah saya permisi nona" pamit june undur diri valerie menatap punggung june yang kemudian mulai menghilang di balik pintu bersamaan pintu itu tertutup valerie mengusap perut nya" semoga apa yang di ucapkan june benar,maaf mum tidak menyambut kehadiran mu nak maafkan mum sayang mum menyanyangi mum berjanji akan menjaga mu dengan baik"


flash back off


"jadi june orang pertama yang mengetahui nya?" valerie mengangguk membenarkan perkataan alan "maaf aku tidak bisa menjaga anak kita dengan baik"sesal valerie


"tidak"bantah alan "harus nya aku yang minta maaf karena tidak bisa menjaga kalian dengan baik maafkan aku"


valerie menangkup kedua pipi alan ia tersenyum dan setelah nya entah keberanian dari mana valerie mendekatkan bibir nya ke bibir alan dan memagut nya dengan lembut alan membalas nya dan lama kelamaan lidah mereka saling membelit satu sama lain di sela sela ciuman nya alan berbicara "love you valerie" yang berhasil membuat senyum valerie melebar.